Amits Amits Jabang Baby…Tok Tok Tok..

Diatas dinding di belakang meja praktek daku tergantung sebuah lukisan yang dibuat oleh anaknya sedulur daku yang sebelah matanya terganggu  karena infeks Toxoplasma selama masih dalam kandungan.

Dan keluarga juga tidak menduga karena doi anak kedua, anak pertama oke saja, mereka juga tidak memelihara Pets di rumah.

Ketahuannya juga setelah 8 tahun kemudian, karena anak ini juga tidak menyadari gangguan yang ada tetapi doi tumbuh menjadi anak yang tidak sabar dan bermasalah dengan emosinya.

Jika saja lebih teliti sedikit, lukisannya tidak bisa detail sama sekali, karena doi nggak bisa melihat dengan sangat baik 3Dimensi nya.

Kerusakan mata yang terjadi nggak bisa diperbaiki lagi walaupun Toxoplasmanya sampai tuntas diobati.

Sekarang kini banyak rumah sakit yang menawarkan Premarital Screening alias Pemeriksaan Pra Nikah.

Pasangan yang akan menikah diperiksakan fisiknya oleh dukun disertai foto dada, pemeriksaan darah , screening hepatitis B dan analisa sperma untuk pria.

Untuk feremfuan banyak dukun yang menambahkan pemeriksaan TORCH alias Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpes Simplex yang sangat ditakuti belakangan ini.

Apabila dikau kenalan dengan anak gadis seperti di kampung daku dulu yang pencinta kucing yang memiliki 20 ekor kucing dirumahnya 

Dikau siap-siap saja kalau ternyata setelah dikawini doi tak bisa hamil-hamil bukan lantaran dia lebih cinta bobok sama kucingnya daripada dikau..he..he..he..

Tapi barangkali doi tertular Toxoplasma dari piaraannya, tapi ini tak jadi soal karena bisa diobati sekarang ini, tetapi jangan sampai udah hamil duluan, wah hamilnya keterusan kaya contoh daku diatas, dikau bisa dihantui rasa bersalah seumur hidup.

Tentu dikau tak ingin bukan ?

Daku sudah pernah bercerita ada seorang laki-laki yang selalu menyalahkan istrinya tak bisa hamil setelah 10 tahun menikah.

Ternyata setelah daku suruh periksa analisa spermanya tak ada seekorpun liliput yang tampak didalamnya alias doi mandul, sejak itu doi tak berani berkoar-koar lagi…

Belum lama ini daku bertemu dengan seorang teman yang bercerita kepada daku bahwa anaknya sejak kecil diketahui menderita Hemofili yang menyebabkan sang buah hati yang kalau mengalami luka akan sulit berhenti perdarahannya dan secara spontan dapat mengalami perdarahan pada sendi lututnya sehingga sang anak tak bisa jalan dan membutuhkan perawatan.

Yang paling memilukan hati adalah menyaksikan penderitaan sang buah hati yang tak mengerti apa-apa.

Ternyata istri doi yang kelihatannya sehat-sehat saja menurunkan faktor hemofilinya kepada sang anak.Daku suka usil mengusulkan kepada orangtua yang sudah siap mantuan untuk memberikan daftar isian tentang penyakit yang ada pada keluarga calon mantu ( CM ).

Pertanyaannya adalah…

” Adakah dari keluarga Engkong, Nenek, Babe , Emak dari kedua belah pihak dikau yang sakit jiwa, darah tinggi, kencing manis, serangan jantung, asma dan alergi berat dan penyakit menurun lainnya ??? “

Hanya saja setelah formulir itu diterima barangkali sang calon mantu akan hilang dari peredaran berpikiran “Jangan-jangan ada yang nggak beres otak calon mertua daku ” 
Dan jangan lupa daftar isian itu juga harus diisi oleh dikau sendiri, masa mau enaknya saja jadi polisi kalau sendirinya maling 
Tanggung jawab ini kelihatannya mulai disadari karena daku mulai sering dimintakan pemeriksaan seperti itu, bisa jadi hal penting yang daku sampaikan sebagai guyonan iseng masuk ke otak para orangtua karena cukup sering daku melontarkannya.

Tentu tak mudah kalau dikau tinggal di kota besar atau tinggal di kota yang berbeda karena sangat sulit untuk mengenal keluarga CM, daku jadi ingat ada orangtua teman daku yang mengutus informan ke kota asal pacar anaknya ternyata rapornya sangat jelek sehingga ortunya mencekal CMnya.

Ada sedulur daku yang orangtuanya menolak pernikahan antar sepupu karena takut anaknya cacat, lalu sang laki-laki menikah dengan seorang gadis yang cantik tetapi ayahnya terkenal ada kelainan jiwa, alhasil empat dari enam anaknya aneh.

Atau ada seorang sedulur daku yang neneknya Shizophrenia dari keluar masuk rumah sakit jiwa beberapa kali, cucunya yang tidak tinggal bersamanya, sejak pubernya memulai kepahitan hidupnya menderita penyakit yang sama, hitung-hitung sudah 25 tahun sampai sekarang ini.

Daku selalu ingat kalau seorang gadis yang lewat umur 35 tahun melahirkan anak pertamanya, maka lebih besar resikonya bagi sang anak mendapatkan Down Syndrome.

DS ini yang diseluruh dunia selain mukanya kaya orang Cina makanya dikasih nama Mongolism, disertai juga IQnya rendah.

Sekarang ini dengan hebatsnya para dukun, maka bisa diketahui secara dini, masalahnya apakah dikau tega menjalani aborsi kalau dikau tahu kalo anakmu bakalan seperti itu ?

Boleh saja dikau membaca dari data stastistik sekian persen kemungkinannya, tetapi apakah di statistik itu tidak tertulis nama anaknya siapa saja yang akan mengalaminya ?

Siapa tau doi akan berbakat memainkan piano seperti Hee Ah dari Korea yang menggetarkan dan mengharubirukan dunia dengan bakat seninya yang luar biasa itu walaupun hanya berjari dua ?

Jadi 3 B-nya orang jawa tentang Bebet Bibit Bobot atau apapun istilahnya
masih relevan sampai masa mendatang karena kepentingan anak menjadi utama
kalau dari pernikahan dikau menginginkan keturunan.

Lalu apakah kalau ada keturunan yang jelek lantas kita akan menolak menikah dengan seseorang yang dicintai, tentu saja tidak.

Dan tak seorangpun yang berhak melarang dikau untuk mempunyai anak sebagai wujud cinta kasih tetapi ….barangkali dikau bisa menimbang-nimbang resikonya untuk mempunyai anak kandung.

Yang jelas tak ada yang salah dengan mengadopsi anak yang sehat yang ditelantarkan oleh orangtuanya daripada dikau melahirkan anak-anak yang manis-manis hanya untuk menyaksikan satu per satu dari mereka meninggal dalam penderitaan seperti penyakit darah yang diturunkan pada Thalasemia.
The choice is yours.

Jakarta,
Tuesday January 29, 2002 3:57 am

Advertisements

65 responses to “Amits Amits Jabang Baby…Tok Tok Tok..

  1. mimiallen said: Sama dong Welling, gw paling sebel sama kucing, dulu di freeport, tetangga atas, kucingnya suka main ke kebun gw, n gw pernah kena infeksi dari kutu kucing, kulit gatal n lecet sebel….

    Kasih racun tikus aja Mi lain ‘kali…hi..hi..hi..jika pilihannya antara kucing mati atau kita sengsara :)).
    Lain jika kita memang niat piara kucing, tentu kita akan rawat dengan perhatian ekstra.

  2. ibuseno said: ada untungnya dong daku gak suka hewan yang berbulu menjijikan deh, kucing, anjing, kelinci.. gak kena toxo

    Sebaiknya jangan ajarin anak anak piara pets dirumah Cho, kecuali ikan…he..he..he..

  3. eddyjp said: Yang jelas tak ada yang salah dengan mengadopsi anak yang sehat yang ditelantarkan oleh orangtuanya daripada dikau melahirkan anak-anak yang manis-manis hanya untuk menyaksikan satu per satu dari mereka meninggal dalam penderitaan

    Tapi, utk mengadopsi anak-pun, kita akan memp resiko yg lebih besar. krn kita tdk tahu back-ground kel/ortu si anak. Ini terjadi ama salah satu temen yg mengadopsi anak Ind. Ternyata si anak memp. sedikit kelainan mental dan menderita berbagai penyakit. Kalo anak kita sendiri, paling tidak, kita tahu apa yg akan kita lakukan utk ke depannya.

  4. nonragil said: Tapi, utk mengadopsi anak-pun, kita akan memp resiko yg lebih besar. krn kita tdk tahu back-ground kel/ortu si anak.

    Sepupu daku mengadopsi 2 anak dari hasil luar nikah tapi udah dibooking sejak awal hamil, anak sekolah, jadi sejak sang emak hamil udah diperhatikan makanannya, hasilnya setelah lahir, tuh anak pinter pinter.
    Jadi angkat anak juga ada taktiknya Helene :))

  5. nonragil said: Tapi, utk mengadopsi anak-pun, kita akan memp resiko yg lebih besar. krn kita tdk tahu back-ground kel/ortu si anak.

    soal TORCH, jadi inget salah baca hasil lab gara2 sok kepinteran…hihihi :p

  6. nonragil said: Tapi, utk mengadopsi anak-pun, kita akan memp resiko yg lebih besar. krn kita tdk tahu back-ground kel/ortu si anak.

    3 B gaya orang jawa memang bagus tapi yg namanya cintrong yg sulit dong mbah dukun, wong jatuh cintrong…jadi nga bisa pikir ini itu..
    Zaman modern jadi semua penyakit2 aneh dapat dicari penyebabnya.
    Yg penting cowo itu jangan suka jajan deh, pikir masa depan calon anaknya deh…
    ..

  7. eddyjp said: Jadi angkat anak juga ada taktiknya Helene :))

    Seandainya kita selalu bisa memilih, mbah….!! Tapi, jika naluri seorg ibu sdh jatuh cinta thd anak dilahirkan tanpa mengetahui asal usul ortu anak tsb, hanya cintalah yg dpt membahagiakan si ortu dan anak adopsi tsb dng segala kelebihan dan kekurangannya!!!

  8. nonragil said: Tapi, jika naluri seorg ibu sdh jatuh cinta thd anak dilahirkan tanpa mengetahui asal usul ortu

    Itulah misteri dari kehidupan Helene, makanya sebagian orang percaya semua sudah digariskan, tinggal dijalani saja :))

  9. mariaherlina said: soal TORCH, jadi inget salah baca hasil lab gara2 sok kepinteran…hihihi :p

    He..he..he..nggak apa apa Mar, daripada nggak aware sama sekali, kalo takut kan bisa cari pertolongan, kalo nggak takut, nah ini yang bahaya, dan paling bahaya orang menganggap dirinya selalu beruntung…

  10. limkimsoan said: yu sih maunya mbah dukun ya…ha..ha..ha..

    Daku sih nggak mau ah Ce, satu aja udah kedodoran cari makannya kecuali kalo itu anaknya Pryogo Pagestu yang baru pesta gede gedean ngawinin anaknya si S pore :)).
    Ntar istri daku bisa tiong tiong dirumah nggak usah kerja…ha..ha..ha..bini muda yang kerja :))

  11. limkimsoan said: yu sih maunya mbah dukun ya…ha..ha..ha..

    DS di US jauh lebih mandiri dibanding di Indonesia. Ada yang kerja segala lho, meskipun kerjanya yang ringan2 seperti cleaning service. Yang penting mereka mandiri dan gak nyusahin orang lain.

    Eh, epilepsi itu turunan gak Ed?

  12. enkoos said: Eh, epilepsi itu turunan gak Ed?

    Nggak Via dan juga tak menular. memang di US pelayanan dan perhatian terhadap anak dengan kebutuhan khusus harus diberi acungan jempol 4 :))

  13. eddyjp said: Nggak Via dan juga tak menular. memang di US pelayanan dan perhatian terhadap anak dengan kebutuhan khusus harus diberi acungan jempol 4 :))

    Kakaku epilepsi Ed. waktu kecil pernah jatuh dari pagar tinggi. dibawa ke RS gak bangun2 sampe 40 hari. Sarafnya ada yang rusak. Secara fisik tumbuh normal seperti orang lain tapi mentalnya gak berkembang. Sejak siuman itu, udah banyak dukun didatangi. Otaknya direkam lah, di ituin lah digimanainlah.
    Secara teratur juga minum obat. Kalau obatnya telat ngasih, serangan epilepsinya kumat.
    yang bikin aku jengkel, orang2 sering mempermainkan kakakku. Diajak ngomong jorok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s