Paregu, Samudra Suki dan Uji Calon Istri..


Minggu malam (27/01/08) kami berlima pergi makan steamboat di resto Samudra Suki di MTA alias Mall Taman Anggrek.

Santai santai saja karena belon lapar sekali, kami memilih tempat duduk dekat view ke gelanggang ice skating, saat itu resto cukup penuh dengan pengunjung.
Suara musik Konyan alias Sincia sangat kental sekali, memekakkan telinga.. he..he..he..

Mana ada resto yang mayoritasnya orang cina bisa sepi kayak resto ala bule, contohin buat daku deh kalo bisa…hi..hi..hi..

Setelah melihat lihat buku menu, maka dipilih menu Steamboat Kuah Dua Rasa, alias sepanci kuah dibagi oleh sekat menjadi dua, 1 sisi kuah bening, sisi lainnya kuah ala tomyam.

Lalu daku memilih bakso samudera, bakso ikan goreng, pangsit goreng, jamur shitake, jamur apa lagi tuh yang kaya toge, duan selada impor, daun seledri supaya kuahnya lebih wangi dan lainnya.
Sedari dulu daku selalu senang makan steamboat daripada Yakiniku alias panggang panggangan.

Rasanya lebih nikmat dan sehat makan sayur sayuran dan daging ikan segar daripada panggangan daging yang mengandung resiko karsinogen alias biking kanker..he..he..
Agak lama juga kami menunggu datangnya menu, sampai sampai perut sudah berbunyi meminta diisi.

Triplets dan mamanya sibuk mengambil makanan dari pondok pondok makanan yang berjejeran dekat pintu masuk.

Daku nggak ikutan
karena daku ini nggak serajin prens lainnya yang sangat teliti dengan jenis hidangan makanan yang ada untuk dipejengkan di MP.

Daku hanyalah seorang manusia sederhana yang ingin perut diisi dengan pantas oleh makanan yang daku pesan…hi..hi..hi..
Bagi daku itu hanya pancingan saja supaya cepat kenyang perutnya sebelum Hidangan Utamanya disajikan, enak aja, nggak mau rugi daku..ha..ha..ha..
Tunggu punya tunggu akhirnya datang juga pesanan kita, tetapi daun salad dan daun selederi untuk melezatkan rasa kuah tidak dibawakan padahal udah daku pesan bersamaan.

Begitu coba makanan dan anak2 tau apa yang enak menurut mereka, daku langsung pesan lagi beberapa menu yang disukai.
So, daku mencoba bersabar memintanya dengan sopan dengan mas yang melayani meja kami, sambil terus bersantap daku menunggu datangnya kedua dedaunan utama itu…berharap berharap berharap….

Sampai daku hampir selesai makan dan telah meminta 3 kali, sang daun salad dan seledri tidak pernah make it to my table ..Sikh.
Dedaunan itu akhirnya datang juga sesaat sebelum daku meneguk kuah yang tersisa, tetapi daku makan juga karena daku menghargai jerih payah si mas yang katanya udah spaneng juga berantem sama bagian dapur dan sudah 4 kali kontak.

And I did not want to ruin my nice dinner over some stupid dedaunan yang seharusnya sudah diantarkan ke meja makan kami…he..he..he..kesel sih tapi.
Demikian juga makanan tambahan lain yang sudah daku pesan juga baru nongol diujung acara makan makan.
Kata bini daku,mungkin kebetulan aja itu karena malam dan rame pengunjung, tapi daku menampiknya.
Actually, yang terjadi diatas adalah sesuai dengan apa yang daku duga akan terjadi karena sebelumnya saat daku Lunch disana bersama mbak Sulyani, prens di milis Ayahbunda yang tinggal di Perth.

Makanan tambahan yang kami pesan tak pernah datang sampai kami selesai makan dan bosan menunggunya..he..he..he..
Inilah akibatnya kalo makan All You Can Eat, but You Can not Get What You Want to Eat
Itu karena kita selalu harus mengorder setiap menu yang kita inginkan dan harus tunggu diantarkan.
Jadi walaupun Unlimited, dikau bergantung kepada belas kasihan dari orang didapur…he..he..he…konsep yang hebats bukan untuk cari untung ?
Sungguh beda dengan tempat fave daku makan steamboat di resto Paregu, dekat pintu keluar jalan ToLol Kebun Jeruk dengan tempat yang jauh lebih tenang dan items makanan yang berjejeran dipejeng untuk dipilih dengan santai.
Tidak harus bersitegang hanya sekedar minta daun salad dan seledri, dikau bisa pilih bermacam daun segar yang tersedia diatas es dan bukan daun salad yang sudah berubah warna yang disodorkan ke daku untuk dimakan di Samudera Suki…he..he..sungguh mengecewakan 2 kali.
Samudra Suki jadi prioritas terakhir daku jika mau Steamboat di kemudian hari, kecuali dikau nggak percaya dan mo traktir daku makan disitu lagi…he..he..he..

Selain masalah diatas, kuah steamboat nya terlalu gurih dan asin sehingga pada dipanaskan cukup lama, bertambah asin dan kurang nikmat buat lidah daku yang doyan asin sebenarnya.

Problem yang sama juga di Resto ala jepun Hanamasa.
Kalo di Paregu, kuahnya pas asinnya setelah dipanaskan lama sembari bersantap, jadilah daku cinta mati sama Paregu ya.

Lagi asik mensruput es serut untuk hidangan penutup, anak daku Koko tiba tiba berbisik ke kuping daku ..
"Pa, kalo mau menguji kesabaran calon istri suatu hari nanti bisa dibawa kemari ya ?" Hmmm…Astagamurdina…hua..ha..ha..

Doi sering mendengar dongeng omanya bahwa jaman dulu, calon mertua selalu menguji mental dari calon mantunya dengan mengundangnya ke jamuan makan.

Dengan mengamati sopan santun di meja makan CaMan, akan disimpulkan apakah sang calon mantu cocok untuk di terima di lingkungan keluarga besar mereka.
So itulah sebabnya Koko membisikkan hal itu..he..he..he..
Daku bilang sama Koko ……
" Nak, kalo feremfuan sedang mabok kepayang, jangankan cuman sejam, 3 hari 3 malam biar mereka nggak makan, mereka akan tetap tersenyum sampai gigi kering duduk dengan manis disampingmu sambil pegangan tangan"…ha..ha..ha..

Tips:
Kalo mau makan di Samudra Suki, saat pertama pesan menu, pesan aja sebanyak banyaknya, kalo nggak kemakan tinggal dipulangin, kerna pesan tambahan entah kenapa selalu telat banget dan kadang dicuekin..he.he.he.

*Poto Samudra Suki yang di hotel Mulia, yang di TA gak nemu di Google.

Advertisements

59 responses to “Paregu, Samudra Suki dan Uji Calon Istri..

  1. dikau nggak suka nonton filem cina jaman dulu, emang begitu, nanti sekalian diliat pantatnya gede nggak, kacamatanya besar nggak ukurannya..he…he..he..jaman dulu kan nggak ada susu kaleng dan kalo pinggulnya kecil bisa mati saat melahirkan, canggih kan ? :)), bener jamur enoki namanya….he..he..he..

  2. Hi..hi..hi..daku siap tanggung jawab atas kengindamanmu pengen nyabu Agni..he..he..he..sini deh, ntar daku anterin ke Coca suki sekalian dikau bayarin ya..ha..ha..ha..

  3. santiepages said: kebetulan, dulu pernah kerja di kelompok yang punya SS itu………mau dicomplainin ?

    Percuma saja di complain, menurut daku ini sih strategi bisnis aja..he..he..he..daku nggak suka makanan all yu can it dikumpulin di dapur baru disajikan lagi, dikau yakin ada jaminan nggak makanan bekas disajikan ulang..he..he..he..dan sajian daun seladanya juga udah layu layu..he..he..he..no guudlah San Tie.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s