‘The Duck King’ en Grandma’s Duck

Hari minggu ini (09/03/08) daku merencanakan menguji lidah dengan masakan daging bebek di Resto The Duck King.

Sudah agak lama daku tidak makan daging bebek karena daku tidak menyukai bau amis dari daging bebek maupun telor bebek, kecuali udah jadi telor asin

Kebetulan pagi ini ada 2 orang pasien rematik mampir di rumah, lumayan buat

nambah nambahin uang jajanan siang ini…ha..ha..ha..

Padahal sebenarnya bebek itu bukanlah aliens dalam sejarah hidup kami, persisnya tidak jauh dari jendel kamar tidur kami saat daku masih kecil sekali di Quntien, Ama alias Oma pelihara bebek untuk diambil telornya, dijual.

Jumlah bebek yang dipelihara Ama berkisar antara 12 ekor sampai 14 ekor, jumlah ini tidak tetap karena rupanya bebek peliharaan Ama sering membawa pulang bebek selingkuhan milik orang lain ke kandangnya..he..he..he..

Makanan si bebek sederhana saja, dedak dan cangkang udang yang tidak terpakai.

Cangkang udang ini didapat cuma cuma dari tetangga yang jualan mie kepiting dan Hekeng, lumpia udang khas pontianak.

Rupanya berkat makan cangkang udang ini, para bebek menjadi rajin bertelor, malahan kadang seekor bebek bisa bertelor sampai 2 kali sehari..he..he..he..

Dan kuning telornyapun berwarna oranye, sangat menawan sehingga banyak peminatnya.
Koko daku yang no 2 setiap pagi selalu minta jatah 1 buah telor bebek rebus, nggak heran otaknya sangat encer dan selalu juara 1 sekolahnya..he..he..he..

Daku selalu ingat panggilan khas ama jika ingin memanggil para bebek pulang

kekandang untuk makan atau bobok pada sore hari "Li lilili…Li lilili……" terdengar sangat merdu, dan cucu2nya Ama tak jarang ikut memanggil pulang ke kandang.

Tetapi suara khas Ama lebih dikenali sama bebek peliharaannya…he..he..he…emaknya bebek

Ama sangat sayang kepada bebek peliharaanya, jika doi sedang bepergian hari sudah sore, maka doi akan segera pulang ke rumah untuk memastikan bebeknya baik baik saja.

Koko daku yang no 2 sering membantu Ama memberi makan dan memberikan minumnya, makanya mereka berdua hopeng

Saking senengnya dengan bebek, koko bisa mengenali setiap warna bulu bebek peliharaan oma, jadi kalo ada yang nggak pulang maka si koko tau persis yang mana ..he..he..he

Kalo setelah dihitung ada kurang, maka doi akan mengutus anak anak sekitar rumah untuk mencarinya.

Uang hasil jual telor biasanya sebagian disimpan di sebuah kaleng susu, terutama koin koinnya, jika daku sedang bokek cukup datang ke kamarnya ikutan tidur tiduran disampingnya, pastilah doi akan bilang "Nggak punya uang ya, ambil sendiri 25 rupiah di kaleng sana !"

He..he..he..oma emang penuh pengertian kebutuhan cucunya buat beli layangan atau kelereng buat di adu.

Suatu pagi yang cerah dihebohkan dengan lenyapnya semua bebek peliharaan oma, bagaimana mungkin itu bisa terjadi ?

12 ekor bebek hilang tanpa ada suara gaduh sedikitpun semalam, apakah sang pencuri itu pawang bebek ataukah doi jago gendam ( hipnotis dengan menepuk bahu) ??

Setelah dicari cari sampai ke pasar siapa tau barangkali dijual, namun nggak ketemu, ada kemungkinan si pencuri itu memelihara bebek itu sendiri untuk diambil telurnya, maklum saja telur bebek Ama daku sangat terkenal di kampung itu, banyak pesanan yang tak dapat dipenuhi.

Beberapa hari mencari tanpa hasil, anak anaknya oma membelikan bebek peliharaan baru untuk oma yang mogok makan dan tak enak tidur setelah kejadian kecurian itu.

Maka kembali daku mendengar panggilan Li lilili nya ama untuk kaum bebek lagi

Kembali,

Kali ini daku memilih The Duck King yang di Senayan city untuk mencicipi masakan daging bebek, tempatnya sangat penuh, tetapi karena kita datangnya berlima, maka cepat bisa dapat meja.

Berhubung anak daku kurang suka makan daging bebek kecuali bihun bebek Mangga Dua yang oke punya, maka kami memesan Bebek Panggang 1/4 ekor saja.

Ada berbagai hidangan bebek, dikau bisa pesan bebek setengah ekor, kulitnya buat bikin lumpia kulit bebek krispi, dan dagingnya bisa dimasak lada hitam dllnya.
Udang gorang Mayonese, Mantouw goreng, Mun tahu jamur Shimeji, Lumpia Udang Goreng Kulit Tahu, Nasi Hainam semua itu pesanan anak anak.

Sebenarnya ada banyak makanan paket paket murah meriah dengan daging bebek, tapi karena makannya berlima maka enaknya pesan makanan sekalian aja.

Bebek panggangnya The Duck King bagian luarnya coklat, kulitnya krispi, berlemak dibagian bawah kulitnya dan daging bertekstur lembut dan tidak alot, dan yang paling penting tidak amis sama sekali…he..he..he..

Rasanya enak, tetapi menurut daku sih sebenarnya nggak jauh berbeda dengan yang daku makan di Resto Nelayan (Ancol), Ta Wan (Mall TA) dan Huang Ting (Mall TA).


Bebek panggangnya jika di santap bersama nasi hainamnya baru terasa agak spesial, rasanya jadi lebih keluar aroma khasnya dibanding dimakan dengan nasi putih.
Tapi semangkok nasi hainam ala Duck King terlalu kecil buat perut daku, setidaknya butuh 3-4 mangkok barulah bisa adem perutnya..he..he..he..

Kecepatan waktu menyajikan makanan pantas mendapat jempol 2, sangat cepat dan impresif.

Kalo iseng bolehlah cobain Roast Bebek ala The Duck King, paling enak jika dikau makannya sambil mengingat dongeng My Grandma’s Duck..he..he..he..
Advertisements

73 responses to “‘The Duck King’ en Grandma’s Duck

  1. mimie2007 said: kayaknya susah deh carinya, mungkin didaerah kyusu y, hokkaido sih bebeknya gak berani, dingin katanya πŸ˜€

    jadi pengen makan bebek….kulitnya yg krispi…mmm…
    tapi biasanya kalo makan bebek peking..kulitnya aja yg kumakan…yg kayak kulit lumpia n daun bawangnya kubuangin;)

  2. mimie2007 said: kayaknya susah deh carinya, mungkin didaerah kyusu y, hokkaido sih bebeknya gak berani, dingin katanya πŸ˜€

    Aku blm pernah makan bebek, Ed krn kayaknya udah terlanjur nggak doyan biarpun blm pernah nyobain :))

  3. mimie2007 said: kayaknya susah deh carinya, mungkin didaerah kyusu y, hokkaido sih bebeknya gak berani, dingin katanya πŸ˜€

    Bebek panggang dan bebek Peking itu kurang istimewa.
    Kalau mau yang istimewa adalah Camphor Wood Smoke Tea Duck. Masakan ini khas Sichuan. Aku sering coba di Bamboo Garden Restaurant di Bellevue. Restaurant ini memang restaurant Sichuanese. Cara membuatnya cukup ruwet, mendingan beli saja. Untuk yang ingin tahu makanan ini dan cara pembuatannya lihat disini
    http://www.foodnetwork.com/food/recipes/recipe/0,1977,FOOD_9936_33647,00.html

  4. claudiakristy said: jadi pengen makan bebek….kulitnya yg krispi…mmm…tapi biasanya kalo makan bebek peking..kulitnya aja yg kumakan…yg kayak kulit lumpia n daun bawangnya kubuangin;)

    Kalo gitu dikau pesennya Bebek Ceking aja Kristy..ha..ha..ha..biar nggak repot memakan bebeknya.
    Nampaknya dikau ini cukup spesial juga ya dalam memilih makanan :).

  5. lbillstein said: Aku blm pernah makan bebek, Ed krn kayaknya udah terlanjur nggak doyan biarpun blm pernah nyobain :))

    Nggak seburuk itu Linda, makanya dikau boleh coba menghilangkan ketidak sukaan terhadap bebek..he..he..he..sekedar bisa membuat komen kalo ada yang ngibulin dikau soal keenakan bebek panggang…ha..ha..ha.

  6. greenhouse544 said: Kalau mau yang istimewa adalah Camphor Wood Smoke Tea Duck.

    Wah, baru pernah denger nih Ton, sounds gud, di Jakarta ada nggak ya ?
    daku udah liat linknya, ruwet juga ya bikingnya. pantas dicoba nih.
    pedes nggak ?

  7. eddyjp said: Wah, baru pernah denger nih Ton, sounds gud, di Jakarta ada nggak ya ?daku udah liat linknya, ruwet juga ya bikingnya. pantas dicoba nih.pedes nggak ?

    Makanan ini tidak pedas. Kamu lihat catatan di akhir resep, bahwa Food Network tidak mencoba (tidak garansi) resep itu. Tentu saja ini bukan chinese food biasa, bule ngga main.
    Waktu pertama kali pesan sih iseng saja hanya 1/2 bebek. Kok wangi sekali baunya. Kemudian kedua kali pesan agak banyak (1 bebek) karena anak ultah. Karena makanan yang lain juga lumayan banyak, maka sisa bebek dibawa pulang. Sampai dirumah, walupun perut sudah kenyang tetapi masih senang mencium sisa Camphor Wood Smoke Tea Duck. Jadi persis Ang Tjit Kong mencium ayam panggangnya Oey Yong (baca Shia Tiaw Eng Hiong = Memanah Burung Rajawali karya Chin Yung)

  8. greenhouse544 said: Sampai dirumah, walupun perut sudah kenyang tetapi masih senang mencium sisa Camphor Wood Smoke Tea Duck. Jadi persis Ang Tjit Kong mencium ayam panggangnya Oey Yong (baca Shia Tiaw Eng Hiong = Memanah Burung Rajawali karya Chin Yung)

    Wah, ini nampaknya sangat istimewa rasanya ya Ton..he..he..he..daku akan masukkan ke daftar Must Try daku, di mana ya yang deket yang punya menu ini ? malay, singapore, Hk ?

  9. eddyjp said: kalo versi jelman gimana Ling di restonya ? piring gede makanan menggunung ?

    He.eh.. betul sekali.. kalo makan makanan Jelman bisa habis itu ndak makan seminggu deh. Soale fettnya susah terbakar, masih gelendung gitu lingkaran cintanya. Piring gede, porsi juga gede. Harga relatip..

  10. kutuwell said: Piring gede, porsi juga gede. Harga relatip..

    Bagus dong Ling, dikau kalo makan sama suami bisa sepiring berdua, apalagi sama anak anak bisa sepiring bertiga dong, malahan irit jadinya..ha..ha..ha..yang paling heran itu Felancis, piring segede gajah, isinya seupil aja :))

  11. eddyjp said: Nggak seburuk itu Linda, makanya dikau boleh coba menghilangkan ketidak sukaan terhadap bebek..he..he..he.

    Ed istilahnya adalah "walk on the wild side" yang dipergunakan di restaurant Sechuan fav ku. Isi menunya banyak yang jerohan babi dan menu non bule lainnya, Tetapi menu bebek kok ngga termasuk. Jadi Linda kalau mencoba bebek tidak usah kuatir masuk golongan binal (wild). Oh ya, Kung Pao Chickennya 2 macam, american style dan sechuanese style…

  12. eddyjp said: Nggak seburuk itu Linda, makanya dikau boleh coba menghilangkan ketidak sukaan terhadap bebek..he..he..he.

    Menurut gua masakan di Duck King termasuk enak lho Ed, untuk ukuran Chinese restaurant yang halal. πŸ™‚

  13. ppramono said: Menurut gua masakan di Duck King termasuk enak lho Ed, untuk ukuran Chinese restaurant yang halal. πŸ™‚

    Memang enak Peter, tapi untuk udang goreng mayonesenya enakan Ta Wan, lumpia udang goreng juga standarlah dibandingkan dengan resto lainnya yang sekelas.
    Enak tapi nggak istimewa sehingga daku dan keluarga ngiler ngiler ingin segera kembali lagi :))

  14. eddyjp said: .atau dikau pancing pake ikan teri

    Ooo.., begitu yah, baru tau. Maklum , walaupun tinggal didesa juga dulunya, Makku gak ada binatang peliharaan.
    Asyik juga kalau nyuri telor bebek(kebayang Mbah lagi dekejar-kejar ama bebek he..he.).

  15. eddyjp said: .atau dikau pancing pake ikan teri

    Nanti kalau gw pulkam ke indo…gw pm ah tanya resto yg enak dimana di jkt yah mbah dukun, kayanya raja makan juga nih…
    Gw dikit lagi makan peking duck di beijing namanya dadong, kata kakak gw, bebek peking terenak di bejing..yummy

  16. mimiallen said: Nanti kalau gw pulkam ke indo…gw pm ah tanya resto yg enak dimana di jkt yah mbah dukun, kayanya raja makan juga nih…Gw dikit lagi makan peking duck di beijing namanya dadong, kata kakak gw, bebek peking terenak di bejing..yummy

    Daku justru jarang makan di luar sebenarnya Mi..he..he..he..cuman biasa ada saja kesempatan mencoba resto terkenal.
    Bebek Peking itu memang paling top, Tony yang sudah pernah makan disana tuh…he..he..he..daku belon pernah ke Peking sih…ha..ha..ha..

  17. mimiallen said: Nanti kalau gw pulkam ke indo…gw pm ah tanya resto yg enak dimana di jkt yah mbah dukun, kayanya raja makan juga nih…Gw dikit lagi makan peking duck di beijing namanya dadong, kata kakak gw, bebek peking terenak di bejing..yummy

    hmm si mbah bikin ngiler ajah nih, musti ketempat adeku nih baru bisa makan bebek enak.

  18. amadeus18 said: hmm si mbah bikin ngiler ajah nih, musti ketempat adeku nih baru bisa makan bebek enak.

    bebek emang uenakkk..
    apalagi duck king, namanya aja sdh raja si bebek
    tapi..bebek suka bikin koles, serem…

  19. elisawijaya said: tapi..bebek suka bikin koles, serem…

    Soalnya kalo bebek panggang kan dimakan sama kulit kulitnya, yang kemaren daku makan, lapisan lemak dibawah kulitnya masih tebal sekali, daku kurang suka…he..he..he..high kolesterol.
    Sekali kali sih oke oke aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s