Kaizen and The Most Dangerous Place on Earth around You..

Triplets minta gunting rambut di Kaizen Salon yang punya motto “10 minutes Rp 20.000 “.Sebenarnya bukan hanya karena harganya yang lumayan yang membuat triplets betah kesana tetapi salon itu menjanjikan kenyamanan dan kebersihan.

Sebelum digunting lehernya diikat dengan tisu lalu jubah dan pemberat karet.Semua itu dilakukan supaya rambut kecil kecil nggak masuk ke baju anak anak dan biking gatal dan biking heboh…he..he..he..

Well ini memang problem yang menimpa anak anak sejak jaman dinosaurus dulu.Jaman daku masih kecil dulu, kegatalan karena gunting rambut adalah derita yang harus diterima.

Alias kalo kita udah nggak tahan lagi sama guntingan rambut tercecer masuk menusuk di kerah baju atau punggung, maka terpaksalah tukang cukur berhenti dulu, lalu membersihkan sisa rambut dibaju dan membedakinya, daku lalu begarukan seperti menot *monyet* begitu kita sudah tenang, pertandingan di lanjutkan lagi..he..he..he..

Lagian jaman dulu mana ada babershop lelaki ada pake air condition, ditambah lagi udara Quntien yang terkenal panas dan lembab menambah penderitaan badan terbekap didalam kain bedongan yang berwarna putih itu…he.he.he..

Modelnya boleh liat buku, halaman berapapun yang dikau tunjukin sama tukang potongnya, hasilnya sama saja : model Tempurung Kelapa alias si Kuncung hua..ha..ha.

Yaitu cepak belakang, cepak kiri kanan pake mesin potong rambut alias Clipper manual jaman taon dua…kecek kecek kecek…mana lama bangets, kalo pas melewati daerah tengkuk sering membuat daku kegelian dan memendekkan leher seperti kuya..ha.ha.ha.

Mengajak anak ke salon untuk pertama kalinya itu gampang gampang susah, anak suka takut.

Di jaman yang serba berusaha menyenangkan hati anak ini bahkan ada salon yang menyediakan tempat duduknya model model mobil mobilan di Mall supaya anak anak betah duduk berlama lama sampai rambutnya kelar digunting.

So waktu 10 menit itu waktu yang relatif cepat untuk haircut…

Kembali,

Kecuali tukang potongnya itu master hairstyler, dikau jangan berharap terlalu banyak ingin model rambut ini dan itu di Kaizen, itu lebih cocok untuk rambut cepak cepakan aja..he..he..he..

Jadi sama dengan jaman dulu, cuman tempat dan alatnya lebih cangggih saja.

Modelnya sedikit lebih baik dari Tempurung KelapaSewaktu masih Balita, anak anak lebih senangnya Salon Mama alias emaknya yang guntingin rambutnya..

Semua bisa dikompromikan, di sogok makanan enak, di setelin CD kesukaannya, di kipas kipas pake koran asalkan doi senang dan nggak ribut ” Gatal..gatal..udah..nggak mau lagi ..”

Masa rambut baru kelar setengah mau udahan ??…he..he..he.mana doi mau ngerti ? 

Tapi ada seorang prens daku yang kalo gunting rambut anaknya selalu separuh separuh.
Malam ini separuh, besok malam setengahnya lagi, soalnya nunggu anaknya bobok dulu…hua…ha..ha..

So jika dikau nggak sangaja bertemu dengan anak dijalan, rambut di kepala cuman rapi sebelah aja, jangan cepat cepat kasih komen yang tak enaks ya bahwa si emaknya nggak becus ngurus anak…he..he..he..Itu justru cermin kesabaran orang tuanya……

Jaman ini jangan sembarangan di salon, penularan penyakit resikonya sangat besar, biasanya pisau silet atau pisau cukur di Barbershop jaman bahula yang sering digosok gosokkan ke selembar kulit yang tergantung di tembok…he.he..he..

Apalagi daku dari dulu paling benci dikerok, pedesnya bukan main udahannya, rasanya di Barbershop Tradisional sekarang juga masih begitu. 

Sekarang ini cara seperti itu bisa menularkan penyakit Hepatitis B dan C dan yang paling heboh HIV.

Bukan lagi jarum suntik dukun seperti jaman dulu yang cuman dinasak sampai mendidih atau cuman dibersihkan dengan air panas saja udah dianggap oke, jika masih seperti itu sekarang, daku kira separuh populasi manusia menuju kepunahan.

Salon adalah salah satu tempat yang paling berbahaya di dunia ini yang paling sering dikunjungin oleh kita, facial, pedicure, manicure, semua yang menggunakan alat untuk itu beresiko tinggi ketularan penyakit mematikan.

Makanya daku selalu bawakan Kit Lengkap jika triplet akan gunting rambut, isinya:Clipper, Scissor, dan Sisir rambut. ( * liat poto diatas, semua alat yang dipakai tukang potong itu milik daku pribadi)Daku selalu berpesan dengan tukang cukur, jangan kerok, biarin nanti kalo mo dikerok sendiri aja di rumah.

Pake gunting sendiri karena ada resiko tergunting oleh tukang potong yang sedang ngantuk kecapean. Jaman ini memang sangat merepotkan..

Rupanya salon Kaizen melihat ketakutan soal ini dengan menjanjikan bahwa Scissor and Clipper mereka di sterilized pake alat seterilisasi UV alias Ultra Violet dan di janjikan semua steril..he..he..he..mana bisalah teman, itu hanyalah untuk menenangkan hati saja.

Selesai dipotong, rambut dibersihkan dengan alat sedotan seperti sedotan debu .he..he..canggih ?.

Yang penting anak anak seneng, kalo anak seneng, orang tuanya lebih seneng lagi 

Wah rame lho, banyak anak yang gunting disana, bila hari libur bisa sampe lama menunggu gilirannya.

Memang potongnya kurang lebih 10-15 menit tapi antrenya itu lho..

Ini peluang bisnis yang baik, daripada dikau pusing buka salon ngurusin rambut orang dewasa yang modelnya luar biasa banyak variasinya..he..he..he..

Dan dikau nggak perlu punya pegawai yang kece kece untuk memikat pelanggan seperti di Heart Attack Salon 🙂

Advertisements

57 responses to “Kaizen and The Most Dangerous Place on Earth around You..

  1. greenhouse544 said: Mulanya hanya terlalu resik, sering cuci tangan. Tetapi semakin lama semakin parah.

    Si Jelman kalau potongin rambut daku kan cuman garis lurus aja, buang ujung rambut yg pecah, jadi gampang, nggak complicated.

    Kalau utk rambut doi, aku pakai clipper (spt Tony) yg sisirnya bisa diganti sesuai dgn tingkat tebal/tipis yg kita mau gunting. Gampang makainya dan dijamin rapi hasilnya……

  2. greenhouse544 said: Mulanya hanya terlalu resik, sering cuci tangan. Tetapi semakin lama semakin parah.

    Mbah bukannya kalo virus tuh mati kalo kena udara.
    berarti nga langsung mati donk ya kalo ada didarah?
    Daku pernah nanya soal ini didukun sendiri kalo nga langsung katanya nga apa2?

  3. edselmum said: Mbah bukannya kalo virus tuh mati kalo kena udara.berarti nga langsung mati donk ya kalo ada didarah?Daku pernah nanya soal ini didukun sendiri kalo nga langsung katanya nga apa2?

    Dalam kenyataannya resikonya tetap ada, kalo nggak pastilah nggak ada peringatan seperti dikeluarkan oleh para dukun.
    Mencegah itu lebih baik daripada mengobati, ini soal hidup dan mati :)), kalo nggak fatal sih daku juga cueks aja…he..he..he..ngapain biking susah diri sendiri.

  4. lbillstein said: Kalau utk rambut doi, aku pakai clipper (spt Tony) yg sisirnya bisa diganti sesuai dgn tingkat tebal/tipis yg kita mau gunting. Gampang makainya dan dijamin rapi hasilnya……

    Salon di rumah emang asik ya kalo bisa..he..he..he..mana gratis lagi :))

  5. lbillstein said: Kalau utk rambut doi, aku pakai clipper (spt Tony) yg sisirnya bisa diganti sesuai dgn tingkat tebal/tipis yg kita mau gunting. Gampang makainya dan dijamin rapi hasilnya……

    Wah ceritanya seru om. Kalo anakku yang gunting rambutnya ibuku dan aku nungguin dia sambil main air biar tenang he he he. Tapi hasil cukurnya ya gitu deh plentas plentos karena dia ga bisa tenang.
    Kemarin juga ada tayangan seputar meni pedi yang disarankan bawa peralatan sendiri supaya tidak tertular penyakit.

  6. pephy said: Wah ceritanya seru om. Kalo anakku yang gunting rambutnya ibuku dan aku nungguin dia sambil main air biar tenang he he he. Tapi hasil cukurnya ya gitu deh plentas plentos karena dia ga bisa tenang.

    DIkau sungguh emak yang baik Stef, dengan sabar dengan doi semua bisa dilakukan, tujuannya kan supaya rambutnya nggak mengganggu doi, bukan supaya jadi model terkeren sedunia…he..he..jadi nggak rata itu bukan masalah.

  7. pephy said: Kemarin juga ada tayangan seputar meni pedi yang disarankan bawa peralatan sendiri supaya tidak tertular penyakit.

    Benar Stef, ini sebenarnya udah dianjurkan jauh jauh hari cuman nggak pernah dipublikasi dengan baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s