Anak Kampung main ke Malaysia ( 3 ) : Serahkan … !

Alasan daku ke Genting Highland hanyalah menemani anak anak main, karena konon arena mainnya cukup seru.

Memang untuk anak kinyis kinyis mainan disana cukup menggairahkan mereka, mulai dari berenang air panas indoor sampai mainan yang bikin ciut hati di outdoornya.

Kami menginap di Hotel First World, yang terletak dipuncak gunung (?)
Pemandangan yang dramatis di Genting adalah kabut yang tebal hampir setiap saat membuat kebanyakan orang Indo senang seperti daku..he..he..

Karena di Indo agak susah lagi bisa merasakan kabut tebal awan bisa setebal ini, mungkin inilah mengapa mereka menyebutnya sebagai HunTeng.

Hotel berkapasitas 2000 kamar itu tidak ada fasilitas AC nya karena cukup dingin.

Hanya saja serba salah juga kalo dikau tutup jendela maka agak pengap tapi kalo dikau buka jendela kamar agak besar sampai pagi, maka kemungkinan dikau bisa masuk angin alias kena flu kalo nggak kuat, itu yang dialami anak daku.

Kamar yang kami pesan online ternyata kecil sekali dengan double bed, dengan kamar mandi shower dan buat toilet terpisah dan ukurannya sangat kecil.

Yang lucu sekaligus ngeselin adalah siaran kabel tivi Vision Four, siarannya yang sama diulang setiap 4 jam, so daku yang nggak pernah mematikan tipi menonton filem yang sama selama 12 kali karena siarannya nggak diganti ganti selama 2 hari..he..he..he..nggak ada pilihan lain lagi 😦

Mungkin maksudnya untuk mengusir dikau dari kamar dan spend money dibawah.

Kebetulan kami memesan 2 kamar dan masih ada tempat yang lega, so prens bini daku Sofia menyusul dari Singapore membawa seorang anaknya dan melakukan vacation bersama kami, asal mau nyempil aja masih muat kok :))

Salah satu alasan kami menginap di hotel ini karena buat cari makannya gampang, semua makanan ada di mall dibawah hotel.

Rata rata makanan berkisar antara 8-15 RM, enak nggaknya tentu tergantung selera kita.

Daku saban hari kebanyakan makan kari, karena memang rasanya lebih India dan maknyus disana..he..he..rasa karinya lebih mantap dibanding dengan yang ada di Indo.

Kalo masakan Wantoon Mie di dua conter kurang cocok dengan lidah Indo.

Breakfast di hotel setiap hari sama saja, nasi lemak, kari ayam, rendang ikan teri, telor goreng, sosis, bubur, roti serta buah buahannya semangka dan sunkist.

Hari pertama tentu dikau agak banyak makannya karena makanan baru di lidah toh, hari kedua ketiga dikau udah mulai bosan, so makannya nggak banyak lagi…he…he..he..

Yang lucu adalah saban pagi kita makan breakfast menyelinapkan Sofia dan anaknya masuk ruang makan karena nggak punya kupon breakfast..he..he..he..

Hari pertama lolos, karena yang anak anak di depan dan ortu dibelakang, sambil sibuk ngobrol, kita lewats dengan selamat..he..he..he..di belakang ada beberapa rombongan yang kena suruh bayar karena ketauan nggak punya kupon.

Hari kedua lolos juga, tapi belum jauh melewati pos jaganya dan mau belok ke kiri (tempat makannya hall kiri dan kanan ) tiba tiba ada yang menegur daku ” Sir !!!??”
Walamak, ketauan nih….he..he..he..

“Sir you can not go there, it’s already full, come this way !” si makcik sambil senyum mempersilahkan kami ke sebelah kanan upssss….legah..hua..ha..ha..

Sofia bilang, jantung daku tadi jatuh ke lantai.hi.hi..hi… kirain ketauan.

Daku cuman mau wanti wanti jika ingin main ke Snow World.

Daku nggak ikut masuk dan bermain, bini dan anak anak daku mendapat pengalaman yang kurang menyenangkan, karena petugas penjaganya cenderung tidak profesional dan membahayakan pengunjungnya.

Saat istri daku main luncur luncuran dan baru saja duduk di ban peluncuran, petugasnya tanpa ba bi bu tiba tiba  mendorong ban itu dengan kakinya dengan kasar tanpa bertanya apakah sudah siap, sehingga pantatnya terbentur dengan gundukan es yang dilewati dilintasan.

Ini tentu berbahaya karena dapat menyebabkan cendera tulang ekor.

Daku baru diberitahu belakangan, kalo daku nggak dicegah masuk kedalam untuk minta ketemu sama manegernya, bisa jadi bakalan ribut, daku nggak terima !

Karena bini daku meyakinkan doi nggak apa apa maka daku akhirnya mengalah.

So sebaiknya dikau pastikan anak anak telah duduk dengan baik barulah ban itu boleh diluncurkan, dan parahnya lagi petugas yang akan memberhentikan ban di ujung satunya lagi akan menggunakan kakinya dengan kasar.

Ini jauh berbeda dengan Snow City di Singapore dimana pelayanannya jauh lebih profesional dan ramah.

Daku kira Malaysia kurang belajar satu hal itu dari Singapore.

Hm, terbersit, jangan jangan petugasnya tuh orang Indonesia lho ? 😦 😦 😦

Daku berhasil ketemu sama bang Lius, teman milis daku di mall Times Square minggu sore, doi datang dengan istrinya yang ramah dan anaknya yang tinggi banget, padahal cuman beda setahun saja dengan anak daku.

Sempat ngobrol sejam lebih sebelum kami berpisah, seru banget mendengar penjelasan dari bang Cor yang sudah cukup lama tinggal di KL.

Hanya saja doi nggak bisa menjawab pertanyaan daku tentang slogannya sabun Lux yang daku tonton di tivi bunyinya “Serahkan Kewanitaanmu”

HAAH ??!!

Slogan yang cukup mencengangkan daku.

Gampang bangets menaklukan wanita Malaysia, modalnya cuman pake sepotong sabun aja..hua..ha..ha..

Bahasa Melayu Malaysia memang mengagumkan…he..he..he..

Advertisements

57 responses to “Anak Kampung main ke Malaysia ( 3 ) : Serahkan … !

  1. lyan42 said: huahahaha….. buka coki ni yee….

    hahaha… emang dimana2 udah terkenal om…. dulu pernah waktu tour di belanda…. pas breakfast… semua pada bawa tas gede… soalnya hari terakhir mau berangkat pulang…. semua makanan dibungkusin deh…. malu-malu-in… hehehehe…….. si bule tau kali ya… cuma diem aja……. hahaha……..

  2. elisawijaya said: udah bayar kok pelayanan kayak preman

    Jangan jangan orang Indo itu…he..he..he..orang kita itu kebanyakan cuman ramah sama bule, sama bangsa sendiri nggak dianggap, betul ? :))

  3. lyan42 said: si bule tau kali ya… cuma diem aja……. hahaha……..

    Udah diitung sekalian ke dalam komponen cost nya ‘kali Ly…ha..ha..ha..daripada cape hati saban kali kudu negur kebiasaan buruk ini :))

  4. lyan42 said: si bule tau kali ya… cuma diem aja……. hahaha……..

    serahkan kewanitaanmu kan utuk sabun Lux…kalau serahkan kelelakianmu sabun apa dong?….sabun colek kali ya…

  5. handnhie said: serahkan kewanitaanmu kan utuk sabun Lux…kalau serahkan kelelakianmu sabun apa dong?….sabun colek kali ya…

    Hua..ha..ha..kalo dikau yang minta, sabun colekpun nggak diperlukan lagi…hi..hi..hi..

  6. handnhie said: serahkan kewanitaanmu kan utuk sabun Lux…kalau serahkan kelelakianmu sabun apa dong?….sabun colek kali ya…

    kik..kik..kik….nanti perang tanding dong….

  7. handnhie said: kik..kik..kik….nanti perang tanding dong….

    ha..ha..ha..dikau sedang menyatroni dongengan daku ya, udah kelar semua ? :)), emang nggak kerja ?..he..he..he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s