Jangan tanya soal ITU lagi !!

Kalimat ini sering meluncur dari mulutnya Cyndo, ponakan daku yang baru berumur 8 tahun.

Mama papanya suka iseng menanyakan pertanyaan yang sering dipakai untuk menjebak anak sehingga menjadi bingung…

Entah kenapa ya para orang tua sejak berabad-abad yang lalu selalu senang menanyakannya kepada sang anak.
Nggak peduli berapa umur sang anak, asalkan doi udah bisa komunikasi sama orang tuanya, maka mulailah tragedi ini…he..he..he.

Pertanyaan yang menurut sebagian besar orang tua *lucu* tetapi buat anak menjadi beban karena keluguan mereka.
Dan mereka tidak dapat membedakan kapan dikau seriyus, kapan dikau bercanda doangan…he..he..he..

Tetapi buat mereka itu pertanyaan yang cukup serius buat mereka.

Karena itu akan membuat mereka dengan terpaksa menjelajah kedalam hatinya dan alam pikirannya, memori kenangan akan hal yang baik maupun yang buruk.

Daku yakin dikau tentu pernah menanyakannya kepada anak dikau..Apapun jawabannya, dikau pastilah tidak akan puas, karena lain kali dikau akan menanyakannya lagi kepada sang anak. 🙂

Bisa jadi dikau menanyakannya secara diam-diam saat berduaan dengan sang anak…

Bisa jadi juga dikau menanyakan hal ini saat dikau sedang bertigaan dengan anak dikau…

Sungguh aneh ya, semua orang tua disegala jaman, tempat telah melakukannya dan akan terus melakukannya walaupun mereka tau bahwa itu membuat anak menjadi tidak nyaman.

Ibaratnya, itulah biang keladi dari semua kalimat…

Salah menjawab bisa menyebabkan tragedi..Betul menjawabpun bisa menimbulkan kecemburuan sosial juga…he..he..he..

Tentu dikau agak heran juga ya kenapa kok banyak banget tanda seru pada akhir kalimat yang diujarkan oleh Cyndo…he..he..he..

Supaya dikau nggak mati kebosanan karena daku sudah berputar lewat ancol ke ancol lagi lewat ancol untuk membuat dikau menjadi penasaran karenanya..he..he..he..

Maka daku beritahukan kepada dikau kalimat rahasia yang paling sering ditanyakan oleh para orang tua dari segala penjuru dunia ini.” Kamu lebih sayang sama siapa Nak ??? PAPA atau MAMA ? EMAK atau BAPAK ? MOMMY atau DADDY ? PAKe’ ATAU MAKe’ ?………”

Dikau pasti pernah mengalaminya kecuali dikau anak kingkong. :)Sebenarnya, apa yang dikehendaki oleh para ortu dari sebuah pertanyaan bodoh ini ?

Mungkin secara tersembunyi, mereka merasa yang telah berjasa atau paling berjasa diantara pasangan suami istri untuk kelahiran, perawatan perkembangan anak dan kesejahteraan anak ??..he..he..he.

Tentu…daku nggak sepicik itu, daku mengerti bahwa dikau sekalian tuluuus..hi..hi..hi. benar benar tulussss tanpa pamrih sedikitpun kepada anakmu.Karena emang sebenarnya dikau sudah sepantasnya dan seharusnya menjamin keberadaan mereka dengan baik di dunia ini.

Lha, yang minta mereka lahir itu siapa ?…he..he..he..emang towel aja bisa lalu hamil..he..he..itu butuh kerja keras ya..ehm, yah bisa keras bisa juga nggak keras…hua…ha..ha..

Lalu kembali kepertanyaan tadi..Sepertinya anak dimanapun didunia ini, selalu akan berusaha tutup mulut dan menghindari untuk tidak menjawab pertanyaan ini atau jawab ” sayang semuanya”…he..he..he..

Tapi biar jawab sayang semua, biasanya juga suka nggak puas, terus mendesak lagi…he..he.

Kata Cyndo ” Ngapain sih nanya ini melulu, Cyndo kan serba salah, kalo bilang sayang mama, entar papa marah, kalo jawab lebih sayang papa, mama marah, pusingggggggg…..”

Jadi menurut dikau sekalian, siapa sebenarnya yang lebih pantas untuk disayang lebih banyak diantara dikau berdua ?Apakah dikau yang menjadi babe ataukah dikau yang menjadi emak ?

Bagaimana menurut daku ??

Buat daku sederhana saja, tentu saja harus sayang sama daku yang babenya yang telah berpartisipasi telah menyumbang gen 50% buat anak-anakku, dan daku juga selalu siap menjaga mereka siang dan malam, apalagi kalau sakit.

Dan kalo ada apa-apa, mamanya selalu menanyakan kepada daku bagaimana sebaiknya mengambil keputusan untuk anak-anak, mulai dari susu, pilih babysitter, kasih obat kalau sakit, mengantar ke dokter, mencari sekolah..dll….yah gitu deh, cukup banyak bukan jasa baik dan budi daku untuk anak-anakku tercinta..hi..hi..hi..

Lalu bagaimana untuk emaknya ?

Oh, tentu saja daku nggak ragu-ragu mengatakan kepada anak-anak daku untuk sayang sama mamanya LEBIH daripada daku..

Karena doilah yang telah mengandung mereka selama 9 bulan , tidur di rumah sakit bulanan, harus dioperasi, harus menyusui, dan menjaga dan menemani mereka setiap malam dan penuh perhatian terhadap setiap keluhan mereka dan banyak hal lainnya lagi yang tidak dapat daku kerjakan untuk anak-anakku.

Jadi sudah sepantas dan seharusnya mereka lebih menghargai dan menyayangi emaknya lebih dari bapaknya.

Tetapi itu tidak berarti sorga ada di telapak kaki ibu….Karena kaki itu hanya bergerak bila diperintahkan oleh akal budi dan ketulusan hati, itulah sumber kekuatan yang membuat para ibu menjadi sangat tegar untuk terus membesarkan anaknya, even saat bapaknya tidak berada disampingnya.

Kiranya Tuhan selalu memberkati para ibu dan menerangi akal budinya untuk tidak berbelanja secara berlebihan,..he..he..asik dengan diri sendiri ngeMPi …hi..hi..hi…
Dan tidak menitipkan anaknya full time kepada babysitter, pembantu atau omanya.

Karena anak adalah anak dari ibu, BUKAN, anak dari para babysitter, pembantu dan neneknya…

Dan kepada para ayah, relakanlah, memang sudah seharusnya ibulah yang nomor satu 🙂 , tunggu sampai nanti dikau sudah bisa melahirkan anak ya, nanti akan ganti isi dongengan ini..he.he.he.Dan ini adalah dongeng yang ke 200.