Daku relakan anakku jadi MAFIA….

Beberapa hari yang lalu, daku menemani Hani Switi ke sekolahan untuk mengambil rapor mid semester si triplets.

Hasilnya….tralala….kena stabillo kuning masing masing…he.he.he..

Inilah dalam pertama kalinya dalam sejarah sekolah memasuki tahun ke 7, si triplets hadiah stabilo kuning di report ulangan.

Mungkin gurunya sedang kehabisan tinta pen merah..he.he.he..

Sejak di rumah daku sudah mempersiapkan “isi kalbu” untuk daku sampaikan jika bertemu muka guru wali kelas si triplets.

Sayangnya, saat daku sudah berbicara panjang dan lebar mengemukakan maksud hati daku yang paling jeroan, rupanya sang wali salah tangkap maksud sang babe …he.he.he.

Setelah Hani Switi menerjemahkan dalam bahasa Indo yang baik dan benar, barulah si wali mengerti…ha.ha.ha.

Well, maklum saja temans, daku kan biasa bicara lewat telepati, jadi bila di kalimatkan so pasti njelimet jadinya…he.he.he.

Well, selama ini daku sering mendengar keluhan para guru…

Bahwa dengan ratio guru murid 1 : 35, tidak mungkin untuk membahas semua soal yang ada pas jam mata pelajaran.Konon ada rupa rupa murid di kelas, dari yang biasa biasa sampai sangat pintar …

Sehingga jika membahas semuanya, selain ngabisin waktu, kadang ntar anak pintar bisa mati kebosanan.

Tapi masalahnya menurut daku….

Jika hanya dibahas hanya soal sulit saja, belum tentu semua anak bisa mengerti biar udah diterangkan…

Belum lagi, kadang nggak sempat di bahas eh, besoknya ulangan…
Rasanya komplenan para guru tahun tahunan masalah ratio murid guru sudah demikian…

Lantas apa jalan keluarnya yang simple dong ?

Menurut daku sederhana saja….

Daku minta guru MAFIA alias MAtematika, Fisika dan kim IA sudilah kiranya Yang Mulia menyertakan kunci jawaban lengkap berserta jalannya untuk soal soal yang diberikan guru dan di buku teks yang sedang diajarkan …

Daku usulkan, abis bahas PR or PS tolong disiapkan kunci jawaban lengkap untuk semua soal yang ada, dengan demikian bisa dipelajari lagi dengan baik di rumah.

Berikanlah kesempatan yang sama untuk setiap anak untuk memengerti pelajarannya sampai detail, kalo nggak jelas baru ditanyakan lagi.

Daku sering denger,

“Kalo kasih kunci jawaban bisa biking anak dikau jadi malas berpikir ??!! ” guru.
Lho, bukannya itu sudah begitu caranya sejak jaman dulu…

Anak sekolah yang mau test masuk perguruan tinggi di seluruh dunia selalu beli buku dengan kunci jawaban lengkap dengan jalan jalannya.

Nggak cuman pelajaran Mafia aja, bahkan test TOEFEL pun juga sertakan kunci jawabannya.

Daku adalah sekian juta anak yang membaca buku bank soal seperti itu, so far baik baik aja…
Asal anak mau mempelajari soal dengan kunci lengkap, itu kan belajar juga namanya…

Dan bukankah itu akan meringankan beban sang guru selama ini ?

Mungkin guru akan berpikir” Bapak’e selama ini kami nggak memberikan kunci jawaban toh semua anak baik baik saja, kenapa ribut ???”

Emangnya pada nggak tau hampir semua anak di kelas kecuali yang otaknya encer banget akan cari les tambahan diluar sekolah.

Ngapain les ?

Supaya jadi jelas pelajarannya dan tau kunci jawaban dari soal yang ditanyakan gurunya.

Apa artinya ?

Jika hanya 1-2 anak yang nge les diluaran, itu bisa jadi wajar..
Tapi kalo setengah kelas lebih yang les ?

Bagi daku itu artinya gurunya tidak menjelaskan dengan baik….
Les supaya bisa menemukan kunci jawaban dari soal yang ditanyakan sang guru.

Buat daku, ini sangat sangat aneh luar biasa…..
Mengapa bukan sekolahan yang menyiapkan semuanya ???

Sehingga anak nggak perlu lagi pulang sore lalu mengeles tambahan dan pengeluaran tambahan buat ortunya ?

Saking menjamurnya les lesan ini, baru baru ini ada anak muda yang tadinya ajar les sambil kerja, ingin konsen jadi guru les aja daripada kerja kantoran karena lebih menjanjikan.

Bayangkan, buat si triplets aja buat les yang datang ke rumah, biaya 1 juta per bulan, itu udah diskon dikit..he.he.he.

Kalo datang ke tempat les yang umumnya diajar oleh mantan guru guru sekolah top, bayar sekira 200 an untuk 1 mata pejaran, kalo dikali 3 mata pelajaran = 600 ribu setiap bulannya.

Maka, jangan heran, kalo ada prens daku yang paranoid menuduh bahwa ada konspirasi besar dalam urusan ini…he.he.he..

Daku udah bilangin, nggak mungkinlah, guru itu kan mulia, tapi doi tetap nggak percaya…

Sekarang ada peraturan guru satu sekolah tidak boleh mengajar private les untuk muridnya sendiri, tapi doi bisa jadi guru les private anak sekolahan lainnya.

Entah masih ada nggak yah guru yang bangga kalo mengadakan ulangan, lebih dari separoh kelas nilainya jeblok…

Doi menikmati dirinya menjadi guru killer yang menggetarkan bulu kaki para muridnya…
Buat daku yang otaknya sederhana ini, tak bisa menerangkan data statistik ini, selain ” Guru nya Payah.”..hua..ha.ha..

Masak mengajar separoh kelas nggak ada yang bisa, apanya yang hebats…he.he.he.

Apakah sekolahan top itu tempatnya kumpulan anak pintar pintar bersekolah
disitu ??
Sehingga gurunya nggak usah cape cape menerangkan lagi..he.he.he.

Ataukah itu sekolah yang gurunya bisa mengajar anak average menjadi pintar ???
Buat daku sekolah yang bagus itu…
Yang bisa menyulap anak yang biasa biasa saja menjadi kinclong alias berprestasi.

So dear Prens sekalian ..

Apakah dikau cuman akan diam saja dan menikmati semua keanehan ini terus terjadi ???

Semoga saja dikemudian hari, semua pekerjaan PR tidak ada lagi karena bisa dikerjakan sampai selesai disekolahan, jika tidak mengerti bisa menanyakan langsung ke guru ybs.

Advertisements

68 responses to “Daku relakan anakku jadi MAFIA….

  1. backyardplus544 said: Ed, kalau kamu masih semangat 45 untuk aktif di POM, coba dekatin Yayasan sekolahnya. Prinsipnya kan sekolah (termasuk kepala sekolah) dibawah yayasan. Bagaimana struktur organisasi di yayasan? Apa ada bagian tukang merencanakan atau tukang awas yang kamu mau. Yang penting jangan datang untuk mengkritik langsung dan mau merombak besar2an. Ngga akan happy orang.Dengan profesi kamu, mungkin mereka mau buka pintu.

    He..he.he…Ton, daku rada heran kenapa sekolahan anak daku nggak ada organisasi POM nya ???
    Daku sering menelpon Yayasan jika ingin melakukan perubahan di sekolah, karena daku tau percuma saja daku gerecoki kepsek, karena doi cuman menjalankan perintah dari atasannya.

  2. eddyjp said: He..he.he…Ton, daku rada heran kenapa sekolahan anak daku nggak ada organisasi POM nya ???

    Mereka tidak merasakan hal ini sebagai kebutuhan. Pesan mereka ke ortu"Sit back, relax, and enjoy the show"
    Apakah dari pihak sekolah sering menghubungi ortu tertentu kalau butuh dana atau partisipasi untuk picnic atau hajatan lain?
    Maksudku ini kesempatan, kan harus balance. Jangan dana dan tenaga saja yang diminta dari ortu. Suara juga harus didengar. Tidak semua usulan ortu bisa dikabulkan. Paling tidak ada dialog, sehingga masing2 pihak tahu kesulitannya masing2.

  3. eddyjp said: He..he.he…Ton, daku rada heran kenapa sekolahan anak daku nggak ada organisasi POM nya ???

    hahahahaha…setuju pak dukun!aku pernah juga tuh protes, extra kok wajib diikuti…apa daya, gak ditanggapi,hiks!

  4. backyardplus544 said: Pesan mereka ke ortu"Sit back, relax, and enjoy the show"

    Persis Ton, itu yang kepala sekolah katakan pada saat ada pertemuan ortu di awal tahun ajaran, tapi abisannya diserang abis…he.he.he..
    Kepala sekolah yang bagus itu harusnya perempuan, biasanya mereka lebih komunkatif dan enak diajak dialog ..

  5. jasminecooking said: SMP ga tau deh… soale itu sekola emang cuma Pre school – SD ajah.. semoga pas saat jihan lulus, sudah ada SMPnya.. πŸ˜€ *ngarep… ngareppp..*

    Jangan lupa tanyakan sistim yang sama bakal diterapkan nggak ???…he.he.he.karena bisa beda :))

  6. eddyjp said: Kepala sekolah yang bagus itu harusnya perempuan, biasanya mereka lebih komunkatif dan enak diajak dialog ..

    Nah, ketahuan modalnya. Perempuan gampang dinyanyiin rayuan pulau gombal kelapa?…. LOL

  7. backyardplus544 said: Nah, ketahuan modalnya. Perempuan gampang dinyanyiin rayuan pulau gombal kelapa?…. LOL

    Ha..ha.ha.bukan gitu Ton, beneran lho, kalo pendidikan mendingan perempuan deh, dikau tau nggak KUMON itu nggak mau menerima laki laki sebagai pengajar maupun owner dari franchise mereka di Indo, padahal penemu Kumon kan lelaki ?

  8. backyardplus544 said: Nah, ketahuan modalnya. Perempuan gampang dinyanyiin rayuan pulau gombal kelapa?…. LOL

    iya,ekskul yg seharusnya jadi kurikulum…mereka pilih ngambil tutor dari luar dan kita wajib mbayar (lagi) pdhl statusnya sekolah negeri yg jadi percontohan…

  9. tantiya said: iya,ekskul yg seharusnya jadi kurikulum…mereka pilih ngambil tutor dari luar dan kita wajib mbayar (lagi) pdhl statusnya sekolah negeri yg jadi percontohan…

    Susahnya sekolah negeri, dananya sangat terbatas gimana dong sumber dananya..he.he.he.mau pake tenaga sukarela sebagai pengajar pastilah susah diharap konsistensinya :))

  10. fadhilaharif said: setubuh Mbah…anak pinter mah gak usah diajar lagi…ntar ngerti sendiri

    He..he.he..anak pinter pinter sama yang biasa biasa, pastilah banyakan yang biasa biasa, jadi itulah sebabnya disekolahkan supaya jadi pinter…he.he.he..

  11. fadhilaharif said: setubuh Mbah…anak pinter mah gak usah diajar lagi…ntar ngerti sendiri

    ed, sudahlah… gak usah ribut….. selama anak2 nilainya average diem ajah! dulu di sekolah juga kita kita bukan juara kelas, tapi survive juga kan di masyarakat πŸ™‚

  12. mayaekt said: ed, sudahlah… gak usah ribut….. selama anak2 nilainya average diem ajah! dulu di sekolah juga kita kita bukan juara kelas, tapi survive juga kan di masyarakat πŸ™‚

    Can not ‘a May, apalagi kelas bilingual anak daku masih termasuk pilot project tahun ke 2..he.he.he..pilot project waktu anak daku SD, 6 tahun, gatot alias gagal total…he.he.he.kalo daku ikut sit back and relax, ntar yang dapat susah juga daku…he.he.he.itulah masalahnya :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s