Heboh hebohan Nonton KIAMAT 2012, ternyata…..

Setelah menunggu 12 tahun, inilah pertama kalinya dalam sejarah keluarga, daku dan Hani Switi serta si triplets nonton bareng di bioskop.Last week, Kakak dan Dedek gagal nonton bareng sama temansnya, maka mereka memutuskan untuk mengikuti si Koko yang mau nonton 2012 bersama emak babenya..he.he.he.

Memang agak ribet mengatur waktu, secara sabtu pagi sore daku tetap berpraktek demi sesuap nasi dan segengam hape Blekberry…he.he.he..

Demikianlah, pagi pagi jam 9.30 Hani Switi diutus berangkat sendirian ke bioskop XXI di Mall TA untuk ngantri tiket.

Sepagi itu Mall baru dibuka, tapi antrian tiket sudah meng-ular didepan pintu masuk bioskop, read my lips : pintu masuk, BUKAN didepan loket di dalam bioskop.

Orang Jakarta ternyata berdisplin tinggi dalam budaya ngantri, nggak kalah sama bule deh.

Antrian yang tadinya 4 baris, lama lama melar menjadi 8 baris demi asas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia..he.he.he.

Jam 10.30 : Nampak satpam membuka pintu bioskop dari dalam…

Tiba tiba muncullah naluri bonek liar yang diam diam tertanam dalam hati sanubari orang Jakarta…he.he.he.
Semua barisan langsung buyar, melebur berantakan dalam hitungan detik.

Kerubungan manusia saling dorong dan menyerbu masuk ke dalam lorong bioskop untuk rebutan ngantri didepan loket.

Seorang oma dan sebuah hape Blekbery menjadi korban, jatuh tergeletak dilantai karena terdorong oleh bonek yang sedang panik buying.

“Jangan dorong, jangan dorong ” sabda si oma, tak seorangpun yang peduli dengan kedua korban itu, bayangkan ..he.he.he..

Singkat kata Hani Switi sukses membawa pulang 5 lembar tiket.Siangnya, dengan hati riang gembira kami memasuki Studio 3 bioskop yang sudah digelapkan , trailer sedang diputar.

Kami kebagian raw paling belakang, sekilas daku melihat ada sepasang suami istri yang sedang memangku gadis kecil di pinggir barisan.

Ternyata mereka duduk bersebelahan dengan nomor kami, luckily daku duduk disebelah mereka.

Dalam gelap temaram cahaya dari layar bioskop, duduk disebelah daku seorang emak muda ber Pinky tengtop.

Lengan tangannya yang menjajah seluruh handle kursi yang bersebelahan dengan daku seolah olah itu miliknya seorang…he.he.he.

Ada seorang gadis kecil yang umurnya sekitaran 3 tahun, duduk dipangku babenya sambil memegang sekeranjang popcorn dan sibuk ngemil dan mengoceh.

Sebentar sebentar hape berbunyi dan si Pinky Mom sibuk menerima SMS dan mengirim SMS.

Suaminya berbisik, “Matikan suaranya Ma, itu mengganggu orang lain”
Tapi si Pinky Mom tak menyahut, cueks aja, memasukkan lagi hapenya kedalam tasnya, eh hapenya berbunyi lagi.

Hm, jika suami gagal mendidik istri, inilah saatnya mbah dukun Eddy beraksi…
” Matikan hapenya ” daku bersabda dengan nada suara beraura hipnotis .
“Iya pak, ini juga lagi dimatikan” saut doi.he.he.he..

” Berikan hape nya kesini” sambung daku.
Sayangnya perintah daku yang kedua tak membuah hasil, karena daku sebut dalam hati aja…he.he.he.

Prens, tak ada yang lebih ngekiin daripada duduk di sebelah tetangga bioskop yang berisik sibuk bergosip selagi filem sedang tegang.

Pernah sekali waktu dulu, daku sedang nonton The Last Emperor..

Duduk persis disebelah daku, seorang emaks yang sibuk menjelaskan jalan ceritanya filem kepada anaknya yang kinyis kinyis.

Tentu saja daku jadi bete..

Biar dalam gelaps daku jamin doi bisa melihat kilatan cahaya tatapan mata daku yang tajam itu…he.he.he..
Eh, ternyata doi adalah Henny Pusponegoro, pembawa acara anaks yang kesohor di TVRI barengan Kak Seto.

Walau doi adalah favorit daku di tipi waktu kecil, tetap saja daku ogah mendengarkan ocehan doi sepanjang 2,5 jam di bioskop sambil nonton.
So, daku berbaik hati menyingkir pindah kebarisan lain yang jauh dari doi.

Nothing personal, siapapun yang ganggu konsen daku dalam bioskop, maka you are my biggest enemy..hua..ha.ha.

Daku juga paling sebel sama suara gemerisik suara gesekan plastik atau bunyi gemerutuk gigi menggigit sajian makanan , karena itu seperti menarik daku kembali dari dalam alam khayalan dilayar bioskop..he.he.he..

Jaman dulu, setengah main, selalu ada jedah istirahat 5 menit buat kita yang pengen ke wese atau ingin menikmati minuman dingin or makanan kecil sebelon filem di sambung lagi.

Jika sudah filem sudah dimulai, maka dilarang untuk berisik mengganggu sesama penonton, sayangnya kebijakan purba sudah tak ada lagi kini.

Orang sibuk makan popcorn bahkan ayam KFC di bioskop, heran, tapi begitulah kemajuan jaman..he.he.he..

Untungnya, kini tak ada orang yang merokok lagi di dalam gedung bioskop.

Di jaman gedung bioskop belum lama di AC kan..
Setiap ada penonton yang tak tau diri merokok selagi filem sedang main, maka filem akan di stop dan lampu dinyalakan.
Di layar akan muncul peringatan, jika rokok tak dimatikan, filem takkan dilanjutkan.Bisa dikau bayangkan, orang sebioskop otomatis akan mencari sang biang kerok dan melototinya.

Untungnya di Quntien dulu, belon pernah ada orang yang mati konyol dikeroyok karena kebebalannya merokok di bioskop :).

Asalkan doi behave gud, maka lampu dimatikan dalam filem lanjutttt…Lain padang lain belalang, lain di Jakarta lain di Quntien..

Semasa daku kuliah di Jakarta dulu…

Sekali waktu daku sedang asik nonton dikagetkan dengan suara gedebak gedebuk tambahan yang bukan berasal dari suara aktor filem cina ngamuk yang sedang berlaga.
Seorang penonton berdarah darah mukanya kena tinju orang yang duduk persis didepannya.

“Gue udah bilangin baik baik, kaki loe jangan ditaroh di atas senderan kursi gue, ini akibatnya kalo loe nantangin gue” terdengar dengan jelas oleh daku seolah itu sebuah pengumuman.

Gara gara hal sesepele itu seseorang bisa masuk ke rumah sakit setengah tontonan bioskop, so jangan main main ya….he.he.he..

Kembali,

Ocehan ocehan dari gadis kecil semakin sering, dan daku menunggu dan menunggu…
Tak lama kemudian tiba tiba doi bersabda kalimat ajaib ” Ma, aku mau kelual..”
Hu hui…..daku berjoget joget dan bersorak sorai dalam hati, tentunya…he.he.he.

Bukannya daku ini tak suka anak kecils, tetapi sungguh ortunya keterlaluan membawa seorang anak berumur 3 tahun untuk menonton filem Kiamat.

Pinky Mom pun keluar membawa si anak, tak lama kemudian doi masuk lagi sendirian dan seterusnya suasana yang tenang, daku menghilangkan diri ke dalam layar bioskop.

Cuman sayangnya, tiba tiba daku kebelet pengen pipis dan terbirit birit ke wese di saat kiamatnya sedang mulai…hua..ha.ha..

Di luaran sana, antrian loket sangat panjang sekali..

Special thanks to yang menganjurkan filem 2012 ini di banned aja karena tidak sesuai dengan ajaran agama sehingga sebagian orang kuatir nggak kebagian menontonnya.

Rupanya ada juga ya pihak yang nggak bisa bedakan antara filem fiksi dan kenyataan.
Parahnya lagi, doi mungkin doi belon nonton filemnya …he.he.he.kesian deh πŸ™‚
Tanpa ribut ribut gini mungkin filemnya nggak bakal selaku ini…Oh ya, tentang filem 2012 ini, biasa biasa banget jalan ceritanya, khas Holiwud bangets.

Sederhananya, itu semacam campur sari antara filem
Independence Day (1996),
The Day After Tomorrow (2004),
Dante’s Peak (1997) dan
Poseidon (2006) serta
Die Hard (1988)

Cuman semuanya tercampur dalam kadar yang serba cetek, nothing spesial then selain permainan komputer yang canggih dan suara yang menggelegar.

So daku memberikan rating : LIMA KACANG kepada filem ini…hua..ha.ha
Tapi daku menikmati nonton sekeluarga untuk pertama kalinya….

 

Β 



Advertisements

83 responses to “Heboh hebohan Nonton KIAMAT 2012, ternyata…..

  1. mimihnyasyifa said: ada bbrp hal yg beda ah pak dukun:1. Yuri emang ngajak si tamara ikut dia, tapi ga diajak masuk ke bahtera, krn tiketnya utk istrinya 2. bayar per orang 1 milyar euro, buat yg punya duit. yg ga punya duit, berdoalah semoga lolos dlm seleksi bibit unggul 3. si dokter bedah itu baru pacar ibunya tuh, blom jadi suami4. ada lagi niiiyy…si tamara tyt pasiennya si dokter bedah5. tamara mati tenggelam di dalam kapal itu, tp anjingnya selamat6. gw naksir mobil bentleynyaaaaaaaaaaaaaaaa πŸ˜€ nyalainnya pake voice command…huahahaha

    He..he.he.daku tunggu tunggu akhirnya, ada juga yang merasa senasib dengan si Tamara, the lady with false boop yang dioperasi oleh si dukun bedah plastik…hua..ha.ha.2 boops buat tambahannya…hi..hi..hi..
    Oh ya, voice commandnya adalah bagian terbaik dari 2012 ini…he.he.he.

  2. mimihnyasyifa said: ada bbrp hal yg beda ah pak dukun:1. Yuri emang ngajak si tamara ikut dia, tapi ga diajak masuk ke bahtera, krn tiketnya utk istrinya 2. bayar per orang 1 milyar euro, buat yg punya duit. yg ga punya duit, berdoalah semoga lolos dlm seleksi bibit unggul 3. si dokter bedah itu baru pacar ibunya tuh, blom jadi suami4. ada lagi niiiyy…si tamara tyt pasiennya si dokter bedah5. tamara mati tenggelam di dalam kapal itu, tp anjingnya selamat6. gw naksir mobil bentleynyaaaaaaaaaaaaaaaa πŸ˜€ nyalainnya pake voice command…huahahaha

    hehehe….abis yuri tau, si tamara ada main sama si sasha, pilotnya …hihihi
    oh iya…acungan jari tengah tamara buat si yuri mantap banget dah…hihihi

  3. mimihnyasyifa said: hehehe….abis yuri tau, si tamara ada main sama si sasha, pilotnya …hihihioh iya…acungan jari tengah tamara buat si yuri mantap banget dah…hihihi

    Kalo daku jadi Yuri, so pasti si Tamara nggak bakal diajak juga karena telah berkhianat diam diam…he.he.he.soal boopsnya dioperasi dengan minta diskon ya tentulah, namanya juga pedagang, tawar menawar itu hal yang biasa…ha.ha.ha..

  4. mimihnyasyifa said: hehehe….abis yuri tau, si tamara ada main sama si sasha, pilotnya …hihihioh iya…acungan jari tengah tamara buat si yuri mantap banget dah…hihihi

    hehehe…film kayak ginian bkn konsumsi aku….:))
    Aku nontonnya yg enteng2 aja, Pretty Woman gitu…..hahaha….

  5. lbillstein said: hehehe…film kayak ginian bkn konsumsi aku….:))Aku nontonnya yg enteng2 aja, Pretty Woman gitu…..hahaha….

    Eh, jangan salah, justru ini enteng bangets karena nyaris nggak mikir sama sekali…ha.ha.ha.makanya daku kasih 5 Kacang, bukan Bintang..he.he.he.

  6. eddyjp said: He..he.he.disini mah udah usang diputar bolak balik sama stasiun tipi swasta gratisan Ton…he.he.he.emang disana nggak yah ? dikau nggak langganan tipi kabel yang pelemnya oke oke punya.

    Di sini kemungkinan juga sudah di putar di tv lokal, hanya saja aku memang tidak ada perhatian ke sana. Zamannya sudah lewat, kerugian materiil (karena dibohongi) sudah cukup besar di masa lalu. Terpaksa sumbangan di hentikan….
    Tiap hari yang di tonton hanya News, politic, science, history, traveling, Asian cooking, DIY (do it yourself project), gardening/landscaping. Itu pun hanya di tonton sebentar sebentar. Cari musik, film seri, cerita silat di internet lebih asyik.

  7. eddyjp said: He..he.he.disini mah udah usang diputar bolak balik sama stasiun tipi swasta gratisan Ton…he.he.he.emang disana nggak yah ? dikau nggak langganan tipi kabel yang pelemnya oke oke punya.

    Nothing special.
    Hanya saja kenapa ilmuwan India dan tempat di Tibet. Yang jelas sekarang ini memang orang India paling rajin menuntut ilmu dan Tibet sebagai bumbunya yang hangat karena gerakan Free Tibet.
    Doeloe kan modelnya ilmuwan Russia dan tokoh eksentric yang mau menguasai dunia dari China seperti Fu Manchu.
    He..he.., aku hanya mengamati bagaimana cara penulis/sutradara cari duwit, bukan jalan ceritanya.

  8. lbillstein said: hehehe…film kayak ginian bkn konsumsi aku….:))Aku nontonnya yg enteng2 aja, Pretty Woman gitu…..hahaha….

    Wahahahahhahahaha, cerita lo lucu amaaat! Lima kacang! HIhihihihihihi, gua udah menduga deh! Sayang tuh lima kacang, mendingan dua kacang aja, yang tiga boleh dimakan, hehehehehhehehe…… πŸ™‚

  9. lbillstein said: hehehe…film kayak ginian bkn konsumsi aku….:))Aku nontonnya yg enteng2 aja, Pretty Woman gitu…..hahaha….

    ha..ha..ha…thanks buat bocoran ceritanya…abis penasaran banget denger judulnya..

  10. eddyjp said: He..he.he.salah Ki, dikau belon dapat resensi filemnya, itu baru suasana bioskopnya..ha.ha.ha..

    ampun deh, masa anak 3 thn dibawa nonton pelem gituan. tapi emang bener Ed, suamiku jg gak suka nonton di bioskop banyak onarnya πŸ˜€ enak dirumah, bisa selonjoran, mau kencing kek ato buka baju kagak ada yg perhatiin.

  11. backyardplus544 said: He..he.., aku hanya mengamati bagaimana cara penulis/sutradara cari duwit, bukan jalan ceritanya.

    Daku kira dikau bener bangets Ton, tapi analisa daku sih, yang penduduknya terbanyak yang dijadikan target penontonnya…he.he.he..India dan Cina, cocok sudah :))

  12. backyardplus544 said: Tiap hari yang di tonton hanya News, politic, science, history, traveling, Asian cooking, DIY (do it yourself project), gardening/landscaping. Itu pun hanya di tonton sebentar sebentar. Cari musik, film seri, cerita silat di internet lebih asyik.

    Itu tanda tanda dikau sudah mulai masuk ke era locianpwe yang bijaksana…he.he.he..alias udah tuwek..hua.ha.ha..daku segera menyusul nampaknya..he.he.he.

  13. ppramono said: Wahahahahhahahaha, cerita lo lucu amaaat! Lima kacang! HIhihihihihihi, gua udah menduga deh! Sayang tuh lima kacang, mendingan dua kacang aja, yang tiga boleh dimakan, hehehehehhehehe…… πŸ™‚

    Maksud dikau Kacang Dua Kelinci yang terkenal garing dan gurih Pet..hua.ha.ha.tunggu di putar di tipi aja Pet :))

  14. vilimo said: ha..ha..ha…thanks buat bocoran ceritanya…abis penasaran banget denger judulnya..

    He.he.he.jalan ceritanya nggak bagus, cuman melihat animasi komputer yang canggih aja Lina..he.he.he.

  15. eddyjp said: He..he.he.itu artinya dikau ini bukan pecandu filem sejati ya ? :))

    Jadi inget dulu antri nonton film Ghost tahun 1991.
    Antriannya juga panjaaaang banget, di bioskop2 pertama
    yang saya datangi.

    Begitu nemu satu bioskop yg masih kosong antriannya,
    langsung lari ke depan loket, nomor satu dah, aman!!!
    Dan orang2 langsung heboh antri panjang.

  16. eddyjp said: Oke, tinggal tunggu aja yah tanggal mainnya…he.he.he.jarum di barter sama daging asap…ha.ha.ha..asikkk :))

    boleh juga tuh….berarti tinggal nunggu tanggal mainnya. πŸ˜€

  17. eddyjp said: Oke, tinggal tunggu aja yah tanggal mainnya…he.he.he.jarum di barter sama daging asap…ha.ha.ha..asikkk :))

    hihihi.. lucu ceritanya.
    *masih menunggu-nunggu, kapan yah bisa nonton bareng sekeluarga untuk pertamakalinyahh..*

  18. eddyjp said: yang penduduknya terbanyak yang dijadikan target penontonnya…he.he.he..India dan Cina, cocok sudah :))

    Di China, orang kampungnya mungkin ngga nonton film ini. Orang kotanya 90 % nonton bajakannya. Orang Tibet di perantuan, mungkin alisnya berkerut. Masalahnya kenapa bukan Dalai Lama yang main film sekalian pegang bendera "Free Tibet". Bagi orang India yang pinter2, ini benar benar menurunkan reputasi sarjana asal India.
    Jadi bagaimana dong……? Hua..ha..ha..

  19. hjosef said: Begitu nemu satu bioskop yg masih kosong antriannya,langsung lari ke depan loket, nomor satu dah, aman!!!Dan orang2 langsung heboh antri panjang.

    He..he.he.walau menyebalkan tapi itu membuat hidup menjadi lebih hidup ya Sef..he.he.he.demi selembar karcis :))

  20. asifortwins said: hihihi.. lucu ceritanya. *masih menunggu-nunggu, kapan yah bisa nonton bareng sekeluarga untuk pertamakalinyahh..*

    He..he.he.Indah, sebaiknya dikau kudu lengkap bawa pasukannya, kalo cuman ber 3, tau tau 1 minta pipis, 1 nya nggak mau ditiggal bisa pusing punya..he.hehe..

  21. backyardplus544 said: Jadi bagaimana dong……? Hua..ha..ha..

    He.he.he suka suka sutradranya Ton…:)), toh terbukti cukup ampuh penjualan tiketnya, apalagi kalo bisa minta seseorang untuk pura pura mau nge banned filemnya..ha.ha.ha..

  22. lbillstein said: jadi wkt rebutan beli tiket, hani switi ikut nge-bonek juga…..? gmn, kok bukannya dikau yg nge-bonek….??? hehehe……

    He..he.he.daku kena tugas ngantri di tempat praktek :)), mau ditemenin nggak boleh..he.he.he.

  23. backyardplus544 said: Sudah ada job discription nya masing masing, Linda. Yang satu bagian nyikut di antrian, yang satu bagian damprat orang yang nyerobot. Klop dah..

    Wah, kalo daku sih ngantri nggak pake sikut sikut, nggak sopan itu, cukup dempet dempetan aja ..ha.ha.ha.

  24. eddyjp said: Special thanks to yang menganjurkan filem 2012 ini di banned aja karena tidak sesuai dengan ajaran agama .

    Eddy, kenapa dianggap ngak sesuai dgn ajaran agama? Film ini khan cuma fiksi πŸ˜€ Aku belum nonton n nunggu DVDnya aja trus aku sewa.

  25. awhitecallalily said: Eddy, kenapa dianggap ngak sesuai dgn ajaran agama? Film ini khan cuma fiksi πŸ˜€ Aku belum nonton n nunggu DVDnya aja trus aku sewa.

    Apa mau dikata Agni ….Indo yang terkenal dengan seluruh warganegaranya memiliki agama di KTP nya, kadang logikanya nggak jalan..hua.ha.ha…dan konyolnya doi belon tonton filemnya atau baca bukunya..he.he.he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s