KTP : It’s Complicated…..

Daku adalah salah satu dari 237 juta penduduk Indonesia yang mendapat kesempatan membuat KTP Nasional dan KK (Kartu Keluarga) Baru dengan NIK Tunggal alias Nomor Induk Kependudukan Tunggal yang punya 16 digit.

Berarti ini lebih dasyat dari KTP kepunyaan penduduk Amrik yangSingle Identity Number nya cuman 9 digits doang walau penduduknya 300 juta.he..he.he..

Konon NIK Tunggal, akan mencegah timbulnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda. Selanjutnya akan mengurangi penyalahgunaan dokumen seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), paspor, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), rekening bank, serta rencananya akan digunakan sebagai alat control untuk pemilu 2014 mendatang.

Hani Switi menganjurkan daku bikingnya lewats pak Hansip di RW daku.
Hitung hitung membantu menambah penghasilan pak Hansip dan biar daku bisa santai seperti doi kemaren ini, tinggal datang -poto-pulang…he.he.he.

KTP do udah jadi bulan lalu.
Ya sudah, menurut saja karena takut akan istri adalah awal dari elmu pengetahuan he..he.he..
Semuanya berjalan baik baik saja, sampai draft KK Baru daku terima untuk di tanda tangani sebelon dikembalikan ke kelurahan lagi.
Ternyata penambahan nama keluarga si triplets nggak tercantum disitu.Well, tentu ini tak dapat dibiarkan begitu saja, percuma dong daku cape cape urus surat lahir baru mereka, dan bisa berkomplikasi dimasa mendatang.Kerna KK adalah salah satu induk dari dokumen resmi pemerintah.

So daku datang sendiri ke kelurahan membereskan hal ini sembari mau mengurus KTP Baru.
“Antri sendiri pak, rame bangets ” pak Hansip tak kuase memberikan fasilitas seperti yang dinikmati Hani Switi bulan lalu.

Benar juga, sesampai disana, orang orang melimpah ruah diruang tunggu yang biasanya sepi bangets, dan pegawai kelurahan nampak sibuk bangets melayani orang yang berjubel jubelan mengantri di loket.
Eh, kalo jubel jubel bukan namanya mengantri dong ya..hua..ha.ha..

Daku memberitahukan masalah KK tersebut, dan mereka bilang cuman mengikuti KK lama tanpa melihat perubahan nama di Surat Lahir yang daku sudah lampirkan.

TIPS: jika ada dikau yang mengubah sesuatu isi konten KK Baru, tulis timpa langsung di lembaran poto kopi KK lama aja.

Daku dianjurkan balik lagi 5 hari kemudian, kerna KK Baru di print setiap hari minggu. Ya sudahlah, daku mengikuti prosedur aja.

Nah, dalam 5 hari itu, daku minta si Dul, sopir daku yang rumahnya dekat disitu untuk mengantri ambil nomor antrian KTP.

Emang belon jodoh, si Dul selalu gagal menjalankan misinya, ntah kepagianlah ntah kesianganlah.
Maklum deh, doi mengantar si triplets kesekolah jam 6 pagi, dan balik kerumah lagi jam 7an.
Konon jam segitu, udah nggak bakalan dapat nomer lagi, karena sudah full.

Sesuai janji, 5 hari kemudian, Senin siang, daku kekelurahan usai praktek dengan harapan bisa mengambil KK baru.
Namun apa daya, KK nya nggak ketemu mungkin terselip , sampe daku turun tangan membantu ubek ubek filenya 1 per 1 tapi tetap tak ada.

“Mungkin sudah dibawa pak Hansip” begitu diagnosa dari Petugas.
Ya sudahlah, daku uda capek dan kuatir meninggalkan mbak baru didalam mobil kelamaan.
Siang itu juga daku tanya sama pak Hansip, “Nggak ada sama saya pak Dok”.

Senin sore, daku mendapat kabar gembira bahwa ada tambahan jam pelayanan KTP dari pukul 17,00 – 21.00, demi melancarkan pelayanan kepada warga. Super !!!

Daku perhatikan, dari jam kerja normal pukul 08.00 – 16.00 paling sanggup melayani 50-70 orang doangan.
Gimana nggak, komputernya cuman 1 aja, yang ngerjainnya juga cuman 1 orang..he.he.he.

Akan dilayani per RW, dan daku minta si Dul ambil nomer, dan kebagian no 23, itu dapat giliran sekire jam 8 malam,mana bisalah , daku ini kan termasuk lelaki pekerja malam ha.ha.ha..

So, sebelon berangkat praktek sore, daku tarik lagi berkasnya, karena nomor sore nggak bisa diganti untuk nomor besok paginya…
“Ambil nomer besok pagi pagi pak…!!” petugas.
Ya sudahlah, Kesabaran adalah bagian dari iman..Selasa, jam 7 pagi, daku menggowes sepeda ke kelurahan lagi.

Sesampai disana, loket masih tutup tapi nampak kerumunan orang didepan loket..
Daku ikut meletakkan berkas daku di tumpukan palingan 50-an berkas ‘kali.
“Nggak gitu banyak yah kayaknya hari ini Buk ?” daku kepada ebu ebu yang disamping daku.
“Iya, kemaren, pagi pagi segini udah segini tumpukannya ” si Ibu sembari memperagakan kedua tangannya tinggi tinggi, lebay 🙂
“Saya dari jam 4 tadi pagi pak ” seorang emak umur 40 an menyahut dari belakang daku.
Buset deh.he.he.he.

Loket dibuka jam 7.30..

Semua orang berjubelan didepan loket, tau tau daku udah tekepung dan terjepit diantara ebuk ebuk yang monti monti yang dengan gagah berani menabrakkan dirinya ke bodi tanpa peduli, sungguh menakutkan !

Karena takut luka dalam, buru buru daku melepaskan diri dan berdiri diluar kerumunan sembari menunggu nama daku disebut…ha.ha.ha..

Daku menaksir bakal dapat nomer 40-an paling sialnya , tapi orang pertamanya dipanggil langsung dapat nomer antrian “49”.
Hahh, kok bisa ??!!
“Ini nyambung yang kemaren pagi pak” Petugas.Lain mimpi dari kenyataan, daku dapat no antrian 105, astagamurdina..ha..ha.ha..
Ya sudahlah, daku mengurus KK aja lalu pulang dulu.

Usai praktek daku balik lagi, KK baru udah kelar di print dan harus dibawa ke ketua RT lagi.
Daku mengecek nomer antrian KTP sampai dimana…
“Wah, bapak dapat gilirannya besok pak, tapi ganti nomer buat besoknya baru bisa ntar sore jam 4 “Petugas.
Gubraks.

Sorenya jam 4, daku datang lagi untuk ke 3 kalinya hari itu.
“Bayar admin dulu pak, biar bisa segera dilayani besok..” Petugas, tanpa menyebutkan besarnya uang.
Daku menyodorkan uang 10 ribu, karena melihat rata rata orang menyisipkan uang sejumlah itu di file mereka.

Selihat daku, ditembok tergantung tarif KTP baru sebesar Rp 0,00
Berhubung Hani Switi berpesan wanti wanti kepada daku untuk menurut aja, doi kenal sifat suaminya yang jika suka kumat  cari perkara jika diminta uang nggak jelas, maka daku hanya mingkem aja dan berlalu.

Daku dapat nomer 36 buat besok, dan menurut perhitungan daku, bakalan dapat giliran sekitar sore jam 2 an.
Ternyata nomer daku udah kelewatan waktu daku datang jam 1.45.

Tapi petugasnya baik hati, daku cuman menunggu bentar doangan lalu dapat giliran di poto.
“Pak nih duduknya begini yah biar cakep fotonya ” Petugas.

Kursi manual yang sedang daku dudukin ditarik ke kiri kanan, bahu daku
digeser dan kepala daku diputar dikit sembari menghadap kearah webcam…
Sip..”Pasti ganteng nih ??” dalam hati.

Selesai di poto tiba tiba..
“Pak Eddy, ini KTPnya udah kadaluawarsa, kena denda, bayarnya di Sudin Kependudukan di Kembangan ” artinya daku harus ke Suku Dinas Kependudukan pusat Jakarta Barat.
Waks…

“Tapi kita bisa bantu, bapak bayar 30 ribu, tapi tak ada tanda terimanya !”
“Normalnya berapa pak tarif dendanya ???” daku curious.
“Ya bapak mending bayar ke Sudin deh, nanti disana dapat tanda terima resminya” Petugas dengan nada tinggi tanpa sebut berapa tarif dendanya…he.he.he..

Berhubung daku udah cape hati, daku mengeluarkan uang sebesar yang dimaksud.
Tak 5 menit kemudian, daku dipanggil lagi buat tanda tangan.
Sekilas daku liat poto daku, mirip orang sedang duduk sambil melirik kebawah mengintip contekan yang ditaruh di paha.ha.ha.ha..

Demikianlah, total total daku menghabiskan uang sebesar 60 ribu rupiah termasuk uang kopi buat pak Hansip.

Konon dana pemerintah untuk membuat KTP Nasional dengan NIK Tunggal tercanggih, yang dilengkapi biometrik serta chip mencapai Rp 6,7 triliun.
Sedangkan, NIK doangan hanya Rp500 miliar biayanya.

Terakhir daku baca, KTP yang pake smart chip yang disebut eKTP hanya diterapkan di beberapa daerah percontohan saja dengan dana Rp9,2 milyar…

Bentuknya seperti Kartu Kredit, konon pembuatannya cuman butuh 6 menit setiap orang, hebats, hanya saja bakalan dikenakan biaya Rp 50 ribu setiap orangnya nantinya.

Yang bakal daku terima tuh KTP model biasa, hanya saja foto sudah tercetak langsung si KTP.

Moral of the setori : setiap kali ulang tahun, jangan lupa melihat KTP dikau, jangan sampe kadaluarsa kayak daku 🙂
Jika bukan karena itu, daku nggak bakalan mengikuti kehebohan ini, biarin aja sampe masa berlakunya abis..he.he.he.\

Dan jika bukan SIM daku udah expired juga, daku juga nggak akan kebelet biking KTP baru..hua..ha.ha..

Senin depan, daku udah bisa ambil KTP baru mudah mudahan…
Tinggal mengumpulkan semangat biking SIM baru.

By the way, daku udah telpon ke sudin kependudukan Jakarta Barat, katanya KTP perpanjangan masih kena biaya Rp 0,00,- dan keterlambatan KTP tak perlu bayar ke Sudin, cukup bayarnya di kelurahan aja sebesar Rp10.000,-
Korupsi niye ! ..ha.ha.ha..

Advertisements

139 responses to “KTP : It’s Complicated…..

  1. eddyjp said: Moral of the setori : setiap kali ulang tahun, jangan lupa melihat KTP dikau, jangan sampe kadaluarsa kayak daku…ha.ha.ha..

    waduuuuuhhh……..KTP daku sudah kadaluarsa tgl 24 nov kemarin…hiksss….

    kudu minta tolong misua niiiiiihh……

  2. enydaybyday said: waduuuuuhhh……..KTP daku sudah kadaluarsa tgl 24 nov kemarin…hiksss….kudu minta tolong misua niiiiiihh……

    Jangan kelamaan lho, kalo ke jakarta suka ada razia ktp, ntar dikau kena masuk ke dinas sosial gimana dong En :))

  3. enydaybyday said: Hahahahhhahahaa…kalo kena garuk, tinggal telpon dokter aja..Beres kan?? Hiahhaahhaaa

    ya ampun ya Gusti ya kamprettttt…
    geleng geleng kepala ngebaca kerumitan birokrasi cap gentong mleduk. Pusing mbah.

    Gak pake acara wawancara dan potret memotret?

    Eh ntar dulu, itu ada acara luka dalam segala. huahahahahha..dasarrrr

  4. enkoos said: Gak pake acara wawancara dan potret memotret?Eh ntar dulu, itu ada acara luka dalam segala. huahahahahha..dasarrrr

    Potret pasti dong biometrik juga, tapi menakutkan daku mengalami pelecehan seksual..wakakakakak

  5. enkoos said: Gak pake acara wawancara dan potret memotret?Eh ntar dulu, itu ada acara luka dalam segala. huahahahahha..dasarrrr

    xixiixxi…mulai kumat.
    maksudku, dikau motret2 situasi dikantornya kayak ngurus paspor kapan hari itu.
    Kalau baca keruwetan birokrasi seperti itu, rasanya pengen pindah warganegara. Tapi masih ogah.

  6. enkoos said: xixiixxi…mulai kumat.maksudku, dikau motret2 situasi dikantornya kayak ngurus paspor kapan hari itu. Kalau baca keruwetan birokrasi seperti itu, rasanya pengen pindah warganegara. Tapi masih ogah.

    Walah, situasinya chaos banget, daku kehilangan selera potret potret, soalnya tetanggan tuh semua..he.he.he.
    Eh, jangan pindah WNlah, sayang, itu sumber inspirasi tiada duanya tuh wakkakakakak

  7. eddyjp said: Walah, situasinya chaos banget, daku kehilangan selera potret potret, soalnya tetanggan tuh semua..he.he.he.Eh, jangan pindah WNlah, sayang, itu sumber inspirasi tiada duanya tuh wakkakakakak

    aku belum kepikiran pindah warga negara. Ribet kalau pulang kampung, paling lama sebulan. Kalau mau lebih dari sebulan musti apply visa. Gak bisa cuma VOA karena perpanjangannya musti ke luar Indonesia dulu.

    Ada teman yang ngompori untuk pindah warga negara supaya gampang kemana mana. Dikompori bukannya semangat, tapi aku malah tertantang untuk menaklukkan kesulitan. Tsahhh…opo seh. Tapi bener itu Ed, Gara gara paspor ijoku, suamiku gak jadi kerja di Belanda. Suamiku sampe berantem sama agen yang ngurusin paper work kami.

  8. enkoos said: aku belum kepikiran pindah warga negara. Ribet kalau pulang kampung, paling lama sebulan. Kalau mau lebih dari sebulan musti apply visa. Gak bisa cuma VOA karena perpanjangannya musti ke luar Indonesia dulu.

    Padahal dulu tuh apply visa ke TA itu bisa VOA kok, sekarang nggak mau dianggap kampungan, eh gampangan..he.he.he.

  9. enkoos said: Ada teman yang ngompori untuk pindah warga negara supaya gampang kemana mana. Dikompori bukannya semangat, tapi aku malah tertantang untuk menaklukkan kesulitan. Tsahhh…opo seh. Tapi bener itu Ed, Gara gara paspor ijoku, suamiku gak jadi kerja di Belanda. Suamiku sampe berantem sama agen yang ngurusin paper work kami.

    Wah, bener bener deh ya, ayo dibiking dongeng cerita ini Via :))

  10. eddyjp said: Padahal dulu tuh apply visa ke TA itu bisa VOA kok, sekarang nggak mau dianggap kampungan, eh gampangan..he.he.he.

    sampe sekarang masih bisa Ed. Tapi maksimal cuma 30 hari. kalau mau perpanjangan, harus keluar Indonesia buat ngurusnya. kan gak asik. Kalau kita pas lagi enak2nya ngegembel di pedalaman Sulawesi, 2 hari lagi visanya habis, mosok keluar hutan terbang ke Singapore trus masuk lagi ke Indoneisa. Haishhh gak seru.

  11. eddyjp said: Wah, bener bener deh ya, ayo dibiking dongeng cerita ini Via :))

    hihihihi….ngumpulin mood dulu. kejadian tahun 2006 itu. terkatung katung 9 bulan di Indonesia kayak pengangguran. mau pergi gak bisa karena sewaktu waktu dipanggil buat ngurus surat kan. Suamiku juga sutrisno riwa riwi Indonesia Belanda tanpa kejelesan kapan keluarganya bisa diboyong.

  12. backyardplus544 said: Tinggal bayar overstay 30 hari lagi $25, lebih murah dari tiket pesawat. Anakku sudah mengalami yang ini.http://www.embassyofindonesia.org/consular/voa.htmAtau single entry non VOA untuk 60 hari $45http://www.embassyofindonesia.org/consular/visitvisa.htm

    tetep aja terbatas kan. gak bisa berbulan bulan. orang kalau lagi jalan, apalagi jalannya model backpacking yang gak terjadwal, gak bisa dibatasin perginya. karena sering nemu kejutan.

  13. enkoos said: tetep aja terbatas kan. gak bisa berbulan bulan. orang kalau lagi jalan, apalagi jalannya model backpacking yang gak terjadwal, gak bisa dibatasin perginya. karena sering nemu kejutan.

    Ton jika berurusan dengan seniman jalanan alias tukang jalan emang susah..he.he.he…jadwal kan sesuai dengan suasana hati :)))

  14. eddyjp said: nah lho, kok bisa ?

    jadi gini:
    kami kan tinggal di Surabaya. urusan dokumen seperti legalisir surat lahir, surat nikah, ijin tinggal kan gak sehari jadi. naruh dokumen, tunggu hasilnya. taruh kata janjinya selesai minggu depan. kalau kutinggal pergi nggembel 3 hari umpamanya. bisa jadi di antara tiga hari itu ditelpon, "eh ini kok dokumennya kurang itu."

    tahu sendirilah Ed, gimana birokrasi pengurusan dokumen di Indonesia. Gak ada yang beres sekali jadi. Jadi selama 6 bulan di Indonesia, manyun aja nguplek di Surabaya gak bisa kemana mana. Kecuali suamiku yang warga negara US. Riwa riwi Indonesia Belanda, Indonesia Senegal, Indonesia Jepang, Indonesia Jerman blablalbla….
    Karena sebagai US Citizen, masuk ke negara2 dimaksud nggak perlu visa. Kalaupun perlu visa, ngurusnya gak terlalu sulit. Selain itu doi juga sedang bertugas. Sambil nunggu urusan permit keluarganya kelar, doi juga keliling tugas ke negara negara lain. Biasanya selama ini (sebelum urusan tugas ke Belanda) ngecampnya di US kan. Jadi riwa riwinya dari US. Nah karena waktu itu lagi di Indonesia, riwa riwinya dari Indonesia.

  15. enkoos said: kami kan tinggal di Surabaya. urusan dokumen seperti legalisir surat lahir, surat nikah, ijin tinggal kan gak sehari jadi. naruh dokumen, tunggu hasilnya. taruh kata janjinya selesai minggu depan. kalau kutinggal pergi nggembel 3 hari umpamanya. bisa jadi di antara tiga hari itu ditelpon, "eh ini kok dokumennya kurang itu.

    Hadeh hadeh, dikau yang notabene pribumi aja diperlakukan demikian, apalagi encim Quntien, bisa kena serangan jantung tuh :))

  16. enkoos said: Jadi riwa riwinya dari US. Nah karena waktu itu lagi di Indonesia, riwa riwinya dari Indonesia.

    Hm gitu, untung suami dikau termasuk sabar dan penuh pengertian yah.

  17. eddyjp said: Hadeh hadeh, dikau yang notabene pribumi aja diperlakukan demikian, apalagi encim Quntien, bisa kena serangan jantung tuh :))

    urusan dokumen dan birokrasi pemerintah mana ngurus mereka pribumi apa kagak. yang penting "kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?" itu jargon kampret mereka. Lagian bojoku kan ada mengalir darah Quentien, lha last namenya Ko Os gitu lhooo, masak lupa sehhh :)))

    waduh Ed, aku jadi pengen ngedongeng urusan itu. bener deh. Biarpun sudah lama (tahun 2006), aku masih ada catatannya. Kan sempet mau dijadikan buku tuh.

  18. eddyjp said: Hm gitu, untung suami dikau termasuk sabar dan penuh pengertian yah.

    Sabar? Aminnnnnnn
    Kepalanya sampe tumbuh jerawat gara gara urusan itu. Makanya doi cabut, keluar dari perusahaan itu karena urusannya terkatung katung di Indonesia gara2 ijin tinggal anak bininya gak kelar kelar. Itu semua pangkal persoalannya adalah paspor ijoku Ed.

    Paspor ijo yang gak laku dimana mana dan sulit buat apply visa. Tadi intinya kan cerita mengenai paspor ijo kan. Sampe sekarang aku belum tergiur pindah warga negara. Dengan adanya kejadian itu, aku makin pengen mempertahankan WNIku. Susah biarin aja. Itu tantangannya.
    Aku pernah hampir ditahan di Kanada Ed, gara gara foto di paspor ama di greencard beda. Belum pernah sekalipun aku masuk US sendirian. Biasanya selalu ama suami karena untuk mencegah terjadinya apa2. Aku kan pake kerudung Ed, tahu sendirilah sering kena random check. Meskipun sudah ada greencard, random check juga dapet. Pede jaya aja lagi. mau dicek, diraba raba, bodo amat. yang penting yang raba perempuan. Dan mereka sopan sopan. Sebelum dicek mereka permisi dulu kok. Itu kan prosedur juga. Anggap aja kita tamu yang lagi masuk rumahnya orang.

  19. enkoos said: Sabar? AminnnnnnnKepalanya sampe tumbuh jerawat gara gara urusan itu. Makanya doi cabut, keluar dari perusahaan itu karena urusannya terkatung katung di Indonesia gara2 ijin tinggal anak bininya gak kelar kelar. Itu semua pangkal persoalannya adalah paspor ijoku Ed.

    Wah besar juga pengorbanan suami dikau, salute.

  20. enkoos said: Aku pernah hampir ditahan di Kanada Ed, gara gara foto di paspor ama di greencard beda. Belum pernah sekalipun aku masuk US sendirian. Biasanya selalu ama suami karena untuk mencegah terjadinya apa2

    Emangnya dikau waktu paspot belon operasi plastik..xixixixixi

  21. enkoos said: Aku kan pake kerudung Ed, tahu sendirilah sering kena random check. Meskipun sudah ada greencard, random check juga dapet. Pede jaya aja lagi. mau dicek, diraba raba, bodo amat. yang penting yang raba perempuan. Dan mereka sopan sopan. Sebelum dicek mereka permisi dulu kok. Itu kan prosedur juga. Anggap aja kita tamu yang lagi masuk rumahnya orang.

    He..he.he..dikau kok sabar diraba raba, orang bule sekarang ogah diraba raba kerna takut kalo yang ngerabanya lesbian…wakakakak

  22. eddyjp said: Emangnya dikau waktu paspot belon operasi plastik..xixixixixi

    kekurangan bahan Ed. nyari kantong kresek susah, mau pake ember plastik nanti mukaku kayak ember :)))

  23. eddyjp said: He..he.he..dikau kok sabar diraba raba, orang bule sekarang ogah diraba raba kerna takut kalo yang ngerabanya lesbian…wakakakak

    lha kan gak semua bagian badan diraba Ed. Kalau ngeraba, biasanya di tempat terbuka, mana berani mereka ngeraba yang enggak enggak. haishh….ngomong opo yo iki, raba meraba. xixixixixi….padahal ngomongin random check di airsemprot upsss airprotttt eh salah lagi airport. hadehhh…

    Kalau buka kerudung, baru ditempat tertutup.

  24. enkoos said: xixixixixi….padahal ngomongin random check di airsemprot upsss airprotttt eh salah lagi airport. hadehhh…

    Sekarang kan udah ada total body scanner, jadi nggak perlu lagi raba meraba nantinya yah..he.he.h.e.

  25. enkoos said: xixixixixi….padahal ngomongin random check di airsemprot upsss airprotttt eh salah lagi airport. hadehhh…

    moral of the story lagi.. telpon dolo ke sudin jangan asal percaya karena cape hati bayar 30ribu.. sedekah 20ribu deh..

    padahal ku udah diwanti2 sama babe, toh babe ketua erte, kalu ngurus ktp sekarang gratististis, juga perpanjangan.. malah ada ktp keliling tuh.. ini demi mensensus penduduk.. jangan sampe penduduk indonesia malas ngurus ktp karena ribetbelibet gitu..

  26. tintin1868 said: moral of the story lagi.. telpon dolo ke sudin jangan asal percaya karena cape hati bayar 30ribu.. sedekah 20ribu deh..

    Bener Tin, cuman karena waktu itu daku sedang cape ati dan pikiran ya sudahlah daku bayar aja, sudah setengah sadar bahwa itu dikibulin sebenarnya…ha.ha.ha.

  27. tintin1868 said: padahal ku udah diwanti2 sama babe, toh babe ketua erte, kalu ngurus ktp sekarang gratististis, juga perpanjangan.. malah ada ktp keliling tuh.. ini demi mensensus penduduk.. jangan sampe penduduk indonesia malas ngurus ktp karena ribetbelibet gitu

    bagos bagos..harusnya gitu Tin, KTP tuh haknya penduduk kalo menghalangi atau menzolimi tuh dosa …..wakakakakak

  28. tintin1868 said: padahal ku udah diwanti2 sama babe, toh babe ketua erte, kalu ngurus ktp sekarang gratististis, juga perpanjangan.. malah ada ktp keliling tuh.. ini demi mensensus penduduk.. jangan sampe penduduk indonesia malas ngurus ktp karena ribetbelibet gitu

    jadi kita yang jadi penduduk kudu reaktif juga, jangan asal monggo.. heran ya maumaunya kita dikibulin gegara cape hati.. mindset kita yang kudu diubah tuh.. harus mau cape..

  29. tintin1868 said: padahal ku udah diwanti2 sama babe, toh babe ketua erte, kalu ngurus ktp sekarang gratististis, juga perpanjangan.. malah ada ktp keliling tuh.. ini demi mensensus penduduk.. jangan sampe penduduk indonesia malas ngurus ktp karena ribetbelibet gitu

    emang ini hak kita yang seringnya kita lupa.. toh ktp buat apa sih? tanpa sadar banyak kebutuhan pake ktp toh..

  30. tintin1868 said: jadi kita yang jadi penduduk kudu reaktif juga, jangan asal monggo.. heran ya maumaunya kita dikibulin gegara cape hati.. mindset kita yang kudu diubah tuh.. harus mau cape..

    hadoh daku udah bolak balik cape bangets Tin, kerjaan sibuk, jadi daku mencukupkannya sekian saja..he.he.he. lain kali baru perang lagi sama birokrasi :))

  31. tintin1868 said: emang ini hak kita yang seringnya kita lupa.. toh ktp buat apa sih? tanpa sadar banyak kebutuhan pake ktp toh..

    He..he.he..saking pentingnya sampai ada pimpinan polri ngaku punya ktp banyak..ha.ha.ha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s