Main Game tuh Gak Ada Gunanya !!

Begitulah petuah emak emak yang bijaksana, dan kotbah ini selalu diulang ulang oleh para emak yang ogah melihat anaknya main games sepanjang hari lupa makan lupa belajar dan lupa tidur.

Oh ya, sebelonnya kita sepakat dulu yang dimaksud main game itu adalah
1. Dengan Peralatan Khusus yang agak besar perlu monitor tivi dan CD khusus untuk memainkannya yang terkenal adalah : Sony Play Station 1-3 , XboX.



2.Handheld Game Console yang kecil, yang semuanya udah build in dan tak perlu CD lagi untuk main, yang terkenal di Indo adalah : Nintendo Game Boy , Nintendo DS, Sony PSP.


3.Personal Computer Games, dengan peralatan komputer biasa bisa Offline perlu CD dan Online nggak perlu beli CD tapi beli voucher di counter khusus.


Apakah benar main games nggak ada gunanya ?

Jika dikau bertanya kepada adik ipar daku, tentu saja doi bakalan berteriak "Kata Siapa ?!". soale doi itu maniak game PS dan PC Offline sejak sekolah hingga kini punya anak 2, doi berdalil " Dengan main game itu bisa membuat otak lebih lincah memecahkan masalah sehari hari !"

Benarkah demikian ?..he.he.he.
Tentu saja daku gak percaya karena logika main games beda dengan logika kehidupan sehari hari.

Lalu apakah benar main games nggak ada gunanya ?

Saat si triplets masih kecil, daku ogah mereka main games, karena relatif mahal dan daku gak mau mereka kecanduan main games, paling main di PC Offline di kompu daku doangan.

Tapi ipar daku daku itu kemudian menghibahkan PS1nya lengkap dengan CD untuk anak anak, maka terpaksalah daku menerimanya karena si triplets memintanya, daku kira mereka bakalan bosen juga nantinya.

Setelah udah agak besar barulah daku membelikan mereka PS 2 dan XboX tahun lalu, dengan pertimbangan supaya bisa main game sepak bola kesukaannya yang nggak bakalan biking kecanduan.

Aturannya jelas, hanya boleh main games pas weekend aja atau hari libur.
Dan daku tidak memperbolehkan mereka beli game yang sadis dan bersimbahan darah.

Herannya anak anak seneng game perang perangan.

Kalo anak perempuan sih mending, maunya ya main game seperti Harvest Moon yang tentang orang yang bekerja sehari hari sampai kawin punya anak, cukup edukatif tapi ya dengan logika games.



Sempat juga mereka minta beli Nintendo DS karena sepupunya pada punya *anaknya adik ipar yang gila games*, tapi daku kekeuh nggak boleh karena menurut daku itu merusak mata dan karena DS itu kecil selalu bisa dibawa kemana mana bisa biking kecanduan.

Di jaman Nintendo DS baru keluar, daku melihat ortu bejubel jubel di toko yang menjual game ini, pada minta diisikan games kedalamnya, dan harganyapun nggak murah yah waktu itu.
Itulah caranya orang tua perkotaan memanjakan anaknya, dan mendiamkan anaknya dirumah..he.he.he.

Daku tau si Kakak kepengen bangets, so setiap kali sepupunya nginap dirumah maka so pasti DS ini akan dipinjam main sama mereka.
Pernah mau dibelikan oleh omanya sebagai hadiah ultah, tetapi tidak mendapat ijin dari daku, si oma kecewa..he.he.he.

Belakangan hari si Kakak mengatakan kepada daku "Pa, Kakak sekarang setuju dulu nggak dibeliin DS.."
Emangnya kenapa Kak ?
"Itu teman daku si Ani apatis banget anaknya, kemana mana cuman main game DS aja tak peduli sekitarnya"

Yah memang itulah yang daku kuatirkan, anak cuman hidup didunia main games, temannya tuh nggak bodoh ya dan cukup berprestasi tapi ya itu rada aneh dan cueks jadinya.
Main game PS atau XBoX atau sejenisnya jarang sekali biking kecanduan jangka panjang karena biasanya pada bosen dengan game yang itu itu dan hanya bisa main sendiri, palingan berdua.

Yang sering biking kecanduan tuh main PC computer "game online" karena bisa
berinteraksi
dengan teman temannya disana dan ada tingkatannya yang terus berlanjut tak
habis habis.

Selain itu game online tidak ekonomis kerna untuk memainkannya perlu beli
voucher untuk membeli peralatan di dalam gamesnya supaya mainnya bisa asik.
Si triplets dulu suka minta dibeliin voucher tapi selalu dibatasi..


Bahkan di jaman masih hot main games online jika temannya ultah, mereka memilih dikasih voucher ini sebagai hadiahnya…he.he.he.
Tapi sekarang udah nggak lagi, sekarang main game gratisan aja.
Dan celakanya lagi, kebanyakan games online hampir selalu mengandung kekerasan.

Korea Selatan adalah negara yang paling cocok untuk dijadikan contoh dalam
membicarakan masalah yang ditimbulkan oleh game online ini karena hampir 90%
rumah di Korea Selatan itu sudah online.

Belum lama berlalu, ada anak Korea berumur 15 tahun yang membunuh emaknya lalu gantung diri karena dilarang terlalu banyak main games.

Kata adik perempuannya, abangnya telah main game online berkonten kekerasan 3 tahun terakhir ini dan ini juga bukan kejadian pertama kalinya berkaitan dengan game online ini.

Daku pernah liat di National Geography, ada anak korea yang kecanduan main game online
sampai bolos sekolah.
Setiap hari doi berpura pura berangkat sekolah, setelah orang tuanya berangkat kerja, doi diam diam masuk ke rumah lagi untuk bermain game.

Akhirnya anak ini dibawa ke psikiater untuk berobat mengatasi kecanduan game ini, dan diduga sekitar 2 juta orang kecanduan main game online disana yang kebanyakan
berusia antara 20-30 tahun yang justru sulit untuk diajak berobat…..


Untuk lebih menakuti dikau, ada seorang korea yang bernama Lee Seung Seop yang baru berumur 28 tahun mati setelah main game online World of Warcraft selama 50 jam nonstop karena kecapean dan dehidrasi alias kekurangan cairan, doi lupa makan dan minum dan tidur.

Seorang gamers online yang sedang on action mampu menge klik mouse dan tuts kibor hingga 500 kali per menit dan denyut jantungnya bisa mencapai 160 denyut per menit, which is setara dengan pemain basket NBA on action..he.he.he…

Dikau bisa bayangkan apa yang terjadi pada Lee, doi mengalami gagal jantung.

Untuk mencegah nggak kecanduan main games apapun, maka sebaiknya semua peralatannya bisa dikau sebagai ortu bisa mengontrolnya, dalam hal ini semua komputer maupun PS ada dikamar daku, sehingga mereka tak bisa memainkannya selain diluar jam perjanjian.

Benerkah main games nggak ada gunanya ?

Di Korea Selatan, lagi lagi, permainan game online ini sudah dianggap sebagai major sport dan ditayangkan di tipi 24 jam, ada sponsornya dan ada fansnya.
Dan top player mendapat kontrak jutaan dolar dari sponsor tapi untuk mencapai tingkat itu perlu latihan paling tidak 10-12 jam sehari.
Lalu, kapan kesekolahnya alias belajarnya ?

Konon ini adalah pertanyaan yang tabu untuk ditanyakan, karena kebanyakan dari mereka ini nggak perform disekolahan tapi didukung oleh ortu dan gurunya untuk main games online ..
Nah lo..ha.ha.ha..

Jadi jika anak dikau udah kecanduan games online dan dikau tak sanggup mengatasinya lagi, mungkin di pindahkan ke Korea Selatan aja, mungkin doi bisa jadi olahragawan sejati game online dengan pendapatan ribuan dolar setiap bulannya, asik bukan ??
Daripada dikau sentress ?..ha.ha.ha.

Ingat yah Korea Selatan, bukan Korea Utara, kalo salah anak dikau malahan sakit busung lapar jadinya..ha.ha.ha..



Pandangan daku bahwa main games itu tak ada gunanya berubah sejak daku
melihat tayangan berita di tipi beberapa tahun yang lalu seperti ini….




Ternyata games itu bagus untuk melatih motorik halus anak, apalagi jika dimulai pada usia yang relatif cukup muda.

Jika dikau ingin anak dikau jadi dukun bedah laparoskopik yang hebats jangan dilarang main games ya..he.he.he..
Dunia robotic sudah didepan mata, dan tak dapat ditolak.

Yang penting memantaunya dengan baik, dan perhatikan selalu apakah anak dikau ini modelnya anak yang mudah kecanduan main games.
Anak model gini biasanya penyendiri dan kurang pede serta jarang punya banyak temans.

Tapi kalo daku kasih stereotyping ini, si Koko "Kata siapa Pa, kita orang main game online 1 sekolahan rame rame kok".


Advertisements

144 responses to “Main Game tuh Gak Ada Gunanya !!

  1. eddyjp said: Tak semua orang terlahir dengan darah seniman jalanan Via, ada yang terlahir sebagai orang rumahan, ada yang ditengah tengahnya..

    Lhaaaa…akhirnya keluar juga kan pengakuan itu. Tak semua orang terlahir sebagai itu dan ini. Ya kan.
    Yesssssssssss. :)))

  2. enkoos said: Lhaaaa…akhirnya keluar juga kan pengakuan itu. Tak semua orang terlahir sebagai itu dan ini. Ya kan.Yesssssssssss. :)))

    Ha..ha.ha..dan tak berarti orang main games itu juga kelainan Via, demikian juga orang seniman jalanan kan :)) selama tanggung jawab dan kewajiban hidup sehari hari dijalankan dengan baik.

  3. enkoos said: o iya. dari karet gelang yang dirangkai seperti rantai. Aku masih suka ngumpulin karet gelang dibikin seperti itu lho. selain itu benteng2an Nit. Mainan cowok jaman dulu kan.

    Iya, daku kagum sama teman perempuan yang rajin merajut talian karet gelang, daku pernah ikutan bikin juga tapi nggak bisa panjang panjang.

  4. eddyjp said: Ha..ha.ha..dan tak berarti orang main games itu juga kelainan Via, demikian juga orang seniman jalanan kan :)) selama tanggung jawab dan kewajiban hidup sehari hari dijalankan dengan baik.

    aku kan nggak bilang kelainan Ed. Hanya tak bermanfaat. Apalagi kalau sampe nyandu, lupa dunia sekelilingnya. hadehh…mboten deh. Banyak kegiatan yang jauh lebih bermanfaat dibanding melototin kotak berkaca.

    Seniman jalanan yang udah taraf nyandu, malah bermanfaat bagi lingkungannya. Contohnya Greg Mortenson, Chris McCandless. Nama yang kusebut terakhir kurang perhitungan dan gak membaca lingkungan sekitarnya sehingga berakibat mati konyol. Yah…namanya takdir.

  5. enkoos said: Seniman jalanan yang udah taraf nyandu, malah bermanfaat bagi lingkungannya. Contohnya Greg Mortenson, Chris McCandless. Nama yang kusebut terakhir kurang perhitungan dan gak membaca lingkungan sekitarnya sehingga berakibat mati konyol. Yah…namanya takdir.

    Kadang tuh exccentricity and sintingicity seseorang itu sulit dibedakan yah Via …he.he.he..

  6. enkoos said: Seniman jalanan yang udah taraf nyandu, malah bermanfaat bagi lingkungannya. Contohnya Greg Mortenson, Chris McCandless. Nama yang kusebut terakhir kurang perhitungan dan gak membaca lingkungan sekitarnya sehingga berakibat mati konyol. Yah…namanya takdir.

    Anakku yg cowok suka game yg jenis2 rancang-bangun kayak
    Minecraft atau strategi spt
    NTW. Beruntung game2 itu gak mengandung kekerasan & juga relatif gampang di-pause atau dimatiin kalo aku omelin…. Yg spt di Korsel itu mengerikan sekali. Tanggung jawab ortunya dimana tuh ๐Ÿ˜ฆ

  7. mimihnyasyifa said: beliin dong :Dkan pak dukun tajir…wuakakakakayg penting ada dulu lah Wii-nya…masalah nanti malas maen, urusan belakangan ๐Ÿ˜€

    Eh tajir gimana Yun, daku aja sedang nunggu hibah dari iparku itu..ha.ha.ha..naga naganya itu bakalan dihibahkan 10 tahun lagi.,ha..ha.ha..PS 2 juga bisa main game joget jogetan , tinggal beli matrasnya, nggak mahal kok.

  8. enkoos said: aku kan nggak bilang kelainan Ed. Hanya tak bermanfaat. Apalagi kalau sampe nyandu, lupa dunia sekelilingnya. hadehh…mboten deh. Banyak kegiatan yang jauh lebih bermanfaat dibanding melototin kotak berkaca.

    Setuju Via, tapi itulah kita nggak bisa memakai standar kita kepada orang lain :)) harusnya bisa ikut grup futsal, pingpong, basket dll, cuman masalahnya itu semua membutuhkan orang lain sebagai partnernya, kalo game sendirian juga jadi.he.he.he.

  9. yikk said: Anakku yg cowok suka game yg jenis2 rancang-bangun kayak Minecraft atau strategi spt NTW. Beruntung game2 itu gak mengandung kekerasan & juga relatif gampang di-pause atau dimatiin kalo aku omelin…. Yg spt di Korsel itu mengerikan sekali. Tanggung jawab ortunya dimana tuh ๐Ÿ˜ฆ

    Wah menarik juga Yik gamenya anak dikau..he.he.he.nanti daku kasih liat anak daku, siapa tau ada yang tertarik memainkannya.
    Kalo kejadian di korsel itu mungkin kulturnya beda dengan kita Yik, daku sendiri nggak gitu familiar dengan kebudayaan mereka.

  10. eddyjp said: Setuju Via, tapi itulah kita nggak bisa memakai standar kita kepada orang lain :)) harusnya bisa ikut grup futsal, pingpong, basket dll, cuman masalahnya itu semua membutuhkan orang lain sebagai partnernya, kalo game sendirian juga jadi.he.he.he.

    xixixixixi…ngomong gini gak ada habisnya karena masing masing pihak menggunakan standar masing masing yg menurutnya bener.
    Apapun itu, selama tidak mengganggu orang lain dan tidak memaksakan kehendak, monggo. :))

  11. eddyjp said: Kalo kejadian di korsel itu mungkin kulturnya beda dengan kita Yik, daku sendiri nggak gitu familiar dengan kebudayaan mereka.

    Seperti yang aku bilang :
    Tahap awal ortu bisa membatasi jam atau jenis permainan. Selanjutnya akan susah mengendalikan karena anak semakin dewasa dan ortu tak ada waktu untuk mengawasi terus menerus selain itu akan lebih susah di atur.
    Gaya hidup di sana sudah sangat modern sekali.
    Jika ada beberapa kejadian yang ekstrem, anggap saja gamer muda itu kemasukan setan dari permainan games. Kalah di games, orang tua dijadikan sasaran.

    Mengenai computer games ada manfaatnya apa tidak ? Tergantung manfaat tersebut bisa dirasakan apa tidak. Jika hanya si gamer merasakan manfaatnya (happy, tak bosan etc) hal yang lumrah. Kalau manfaat itu dirasakan orang sekitarnya, ini baru luar biasa.

  12. backyardplus544 said: Jika ada beberapa kejadian yang ekstrem, anggap saja gamer muda itu kemasukan setan dari permainan games. Kalah di games, orang tua dijadikan sasaran.

    Menurut daku yang model gini dalam kehidupan sehari harinya termasuk anak yang kurang kooperatif dalam arti susah diajak berkomunikasi secara baik dan termasuk yang agresif, nah game agresif ini bisa menjadikan doi semakin ekstrim.

  13. backyardplus544 said: Mengenai computer games ada manfaatnya apa tidak ? Tergantung manfaat tersebut bisa dirasakan apa tidak. Jika hanya si gamer merasakan manfaatnya (happy, tak bosan etc) hal yang lumrah. Kalau manfaat itu dirasakan orang sekitarnya, ini baru luar biasa.

    He.he.he.kalo masukan pendapatan ribuan dolar sebulan dan mendapat kontrak jutaan dolar pastilah bermanpaat Ton :)), kalo di Indo sih keluar duitnya yang banyak, kadang terjadi transaksi di game, orang menjual asesori yang dipunyainya dengan point yang setara dengan uang tertentu, si Koko pernah kena tipu..he.he.he..

  14. enkoos said: xixixixixi…ngomong gini gak ada habisnya karena masing masing pihak menggunakan standar masing masing yg menurutnya bener. Apapun itu, selama tidak mengganggu orang lain dan tidak memaksakan kehendak, monggo. :))

    Kalo daku nggak melihatnya sebagai salah bener Via, kayaknya ini soal way of life dan bagaimana seseorang enjoying life deh..he.he.he…cara dikau dikau kelayapan sangat menarik deh.
    Jika di acara travel di tipi suka ada sepasang orang yang traveling, 1nya dengan cara yang biasa dan 1nya dengan cara bekpeker, walau cara terakhir menarik, rasanya daku gak kuat deh..ha.ha.ha..

  15. eddyjp said: He.he.he.kalo masukan pendapatan ribuan dolar sebulan dan mendapat kontrak jutaan dolar pastilah bermanpaat Ton ๐Ÿ™‚

    Lebih baik kalau ybs membantu orang yang membutuhkan dana untuk sekolah etc dengan duit itu.
    Hal yang beginian terus terang model bule sini, he..he..

  16. eddyjp said: He.he.he.kalo masukan pendapatan ribuan dolar sebulan dan mendapat kontrak jutaan dolar pastilah bermanpaat Ton ๐Ÿ™‚

    Dalam hal ini belum tentu kesalahan orang tua dalam mendidik. Semua bisa terjadi diluar kendali dan keinginan orang tua.

  17. eddyjp said: He.he.he.kalo masukan pendapatan ribuan dolar sebulan dan mendapat kontrak jutaan dolar pastilah bermanpaat Ton ๐Ÿ™‚

    iya file-nya rada gede krn grafiknya canggih…….kalo aku ke jkt, bisa aku ksh ke dikau krn aku beli bisa di donlot utk 5 computers….baru aku donlot utk 3 PC doang…jadi msh ada jatah…….

  18. eddyjp said: He.he.he.kalo masukan pendapatan ribuan dolar sebulan dan mendapat kontrak jutaan dolar pastilah bermanpaat Ton ๐Ÿ™‚

    kalo udh ngerasain asyiknya maen game bisa keasyikan tuh, Ton…..

  19. backyardplus544 said: . Jika hanya si gamer merasakan manfaatnya (happy, tak bosan etc) hal yang lumrah. Kalau manfaat itu dirasakan orang sekitarnya, ini baru luar biasa.

    nah ini yg terjadi kediriku….aku hepi dan D bete…..hahahaha…….

  20. lbillstein said: iya file-nya rada gede krn grafiknya canggih…….kalo aku ke jkt, bisa aku ksh ke dikau krn aku beli bisa di donlot utk 5 computers….baru aku donlot utk 3 PC doang…jadi msh ada jatah…….

    Eh, daku udah berhasil Linda..he.he.he..memang grafiknya lebih oke dibanding versi 2 yah :))

  21. backyardplus544 said: Dalam hal ini belum tentu kesalahan orang tua dalam mendidik. Semua bisa terjadi diluar kendali dan keinginan orang tua.

    He.he.he..setuju Ton, jaman sekarang ini makin sulit didik anak :))

  22. backyardplus544 said: Lebih baik kalau ybs membantu orang yang membutuhkan dana untuk sekolah etc dengan duit itu. Hal yang beginian terus terang model bule sini, he..he..

    Yah, kalo disini pan membantu sodara terdekat dahulu barulah nanti yang jauh, kadang disimpan buat nanti kalo udah pengangguran..ha.ha.ha.

  23. lbillstein said: nah ini yg terjadi kediriku….aku hepi dan D bete…..hahahaha…….

    Bilang si D, masih bagus bininya duduk anteng di dalam rumah, kalo terus perginya nggak jelas gimana n ? *senjata pamungkas*..ha.ha.ha.

  24. lbillstein said: nah ini yg terjadi kediriku….aku hepi dan D bete…..hahahaha…….

    setuju mbah, main game ada manfaatnya….. tapi tetap pada prinsip tidak berlebihan. hanya boleh sabtu dan minggu.

    ujung-ujung sabtu minggu ndak ada yang mau diajak jalan-jalan :((

    aturan di rubah lagi….. ndak ikut pergi, ndak boleh pegang compie :))

  25. eddyjp said: step berikutnya gimana tante Yun yang cantik *ada maunya* kikikikikik

    bwahahaha….
    klik tombol show deh…ntar muncul keterangan game dan link utk mendownload game yg diinginkan
    si Mystery Case Files di bagian 2 deh….
    selamat kalap ๐Ÿ˜€

  26. irvanto said: ujung-ujung sabtu minggu ndak ada yang mau diajak jalan-jalan :(( aturan di rubah lagi….. ndak ikut pergi, ndak boleh pegang compie :))

    Ha..ha.ha..itu komplikasi yang paling annoying Van, untung saja ancaman eh aturan dikau dipatuhi dengan baik ya..ha.ha.ha.

  27. eddyjp said: Ha..ha.ha..itu komplikasi yang paling annoying Van, untung saja ancaman eh aturan dikau dipatuhi dengan baik ya..ha.ha.ha.

    hahahaha tapi tetap aja acara jalan, diburu-buru lekas pulang :))

  28. eddyjp said: Emak dikau kudu dikasih tau tuh Ly..ha.ha.ha…

    hehehe sepanjang ini belum sampe ke addicted tuh, karena kompie adanya di toko henny, jadi di rumah beliau jadwalnya tetap biasa.
    Cuma pernah sekali waktu, mama ada janji kebaktian bareng teman2nya, aku udah bilang sore mandi dan bersiap2, pulang kerja aku tinggal anter. Sampe aku pulang sore itu, mama masih di depan kompie, aku ngomel panjang-pendek….
    ‘Ya, abis lagi tanggung maennya,’ alasan mama –padahal saat itu sudah 3jam-an maen…halah…

  29. eddyjp said: Ha..ha.ha..sama Van, tapi kita kan pantang mundur menyerah..ha.ha.ha.

    hihihihi betul mbah, makin minta pulang, makin tak ajak muter tempat yang lain…… hehehehe judulnya who’s the boss tapi begitu pulang nempel lagi dech ama compie ๐Ÿ˜€

  30. irvanto said: hihihihi betul mbah, makin minta pulang, makin tak ajak muter tempat yang lain.

    Ini cara yang baik buat menghilangkan sakau kompie ya Van..ha.ha.ha..kekuasaan babe emang tiada duanya yah..he.he.he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s