The Car who Lop me, The Sopir who’s Pusingin Me….Epis 3

Belakangan ini semakin sulit menemukan jalan yang mulus di Jakarta, yang banyak adalah jalan Lubang dan ber Gundukan , mulai dari jalan raya sampai ke jalan kuya di pelosok kampung.

Well, jika jalanan di Jakarta diibaratkan sebuah toko swalayan, maka kita bisa menemukan berbagai jenis lubang disini, mau yang besar atau kecil, mau yang dalam atau dangkal, semua ada.

Demikian juga gundukan dalam berbagai rupa dan ukuran, bisa berupa tambalan bekas galian

semaunya sampai ke gundukan yang sengaja dibuat bentuknya, seperti Polisi Tidur alia Podur.

Semestinya Polis tidur yang resmi berbentuk gundukan setengah lingkaran yang landai seperti ini….

Tapi banyakan yang Podur liar dibuat hanya dengan berupa susunan sebaris bata yang membentuk piramida atau kubus, konon inilah bentuk yang ideal efektif untuk mencegah kaburnya kendaraan, terutama motor yang dipakai untuk menjambret tas maupun pencuri motor di jalanan lingkungan.

Di lingkungan dekat rumah daku, maupun dekat praktek di Little Quntien, polisi tidur bertebaran dimana mana deh, bahkan tak jarang jaraknya cuman beda 5 meter doangan, OMG.

Sialnya lagi, podur tak resmi sering tidak tampak dari jauh terutama di malam hari jarena tidak dicat seperti yang diharuskan.

Selain motor sang maling, kendaraan yang paling terancam bahaya jika berhadapan podur adalah bajaj.

Seorang pasien daku yang punya kelainan di tulang belakangnya masuk kerumah sakit setelah bajaj kejegluk ke dalam lubang jalanan itu.

Pernah juga ada kejadian pas melewati gundukan polisi tidur, bajajnya ngebut dan "terbang" akibatnya penumpang apes didalamnya kepalanya kejeduk persis di rangka besi diatasnya dan lumpuh mulai dari leher kebawah…

Bisa dikau bayangkan apabila kesialan ini menimpa diri ?

Oleh karena itu, sejak jaman dulu, jika naik bajaj, maka yang daku selalu perhatikan dari jauh adalah polisi tidur, jika melihat podur sudah mendekat maka daku akan menepok bahu sopir bajaj itu…

"Pak pelan pak, pelan" sembari siap siap untuk bangun setengah mengangkat pantat dari tempat duduk dengan berpengangan kuat di palang besi pembatas didepan tempat duduk persis seperti orang madura sedang balap karapan sapi..ha.ha.ha.


Seorang sopir bajaj propesional juga telah beradaptasi dengan baik dengan goncangan lubang dan gundukan, bisa jadi "sensor goncangan" di badan doi udah rusak total dan tak bisa diperbaiki lagi…ha.ha.ha..

Nah, kondisi jalan seperti itu juga tak sejodoh dengan mobil kijang tua daku yang memiliki shokbeker yang menurut daku, kerasnya tak jauh beda dengan shokbeker bajaj..he.he.he..

Sekali waktu daku komplen ke bengkel soal ini, setelah diperiksa, katanya " Shokbekernya udah isded Pak !!" artinya harus diganti baru.

Apa boleh buat daripada daku bete, maka daku segera mengiyakan saat bengkel langganan daku itu menganjurkan untuk menggantinya dengan shokbeker baru aseli standar Toyota.

Well, tak berapa hari daku balik ke bengkel lagi, kerna tak terasa bedanya antara udah ganti baru atau belon, akhirnya shokbeker standar dititipjual ke doi, lalu ganti baru Shokeberk Keong merek Kayaba yang rada empuk harga ekonomis, bukang kenapa prens, kijang tua bisa sentress jika dipakein shokbeker harga jetian…he.he.he.


Tapi tak sampai sebulan udah kurang sip lagi, setelah diperiksa, katanya shokbeker belakangnya udah rusak lagi, tersangkanya tentu saja si Doel, sopir ajaib daku, terpaksa ganti baru lagi.

Jika lubang dan podur adalah sebuah magnit, dan sopir itu juga sebuah magnit, maka berlakulah hukum kekekalan magnit :

Kutub yang tak sejenis akan tarik menarik dan kutub yang sejenis akan tolak menolak.

Nah, si Doel itu termasuk orang yang punya kutub magnit tidak sejenis dengan kutub magnitnya lubang di jalan dan gundukan polisi tidur.

Kebalikannya, daku ini mempunyai kutub magnit yang kebalikan dengan si Doel, alias daku ini termasuk golongan yang LubangoFobia dan PoduroFobia…he.he.he.

Maka tak heran jika semobil, doi bakalan kena omelan daku karena perbedaan kutub magnit kami ini.

Dengan rute jalanan yang sudah rutin di lewati saban hari, saban minggu, saban bulan dan saban tahun, harusnya dengan mudah doi bisa mengingat dimanakah letak lubang atau tambalan lubang jalanan yang asal asalan dan polisi tidur, kecuali kalo munculnya medan magnetik itu secara mendadak, daku bisa dimaklumi.

Heran daku sampe, doi seolah olah punya radar yang super sensitif terhadap lubang, dimana ada lubang doi akan masuk kesitu..he..he.he..

Sekali waktu di belokan dekat mesjid Istiglal ke jalan Juanda muncul sebuah lubang dekat jalur buswei, begitu lewat situ mobil daku langsung"jegluk" ke lubang yang lumayan dalam juga, daku biarkan.

Besok malam, lewat situ, masuk ke lubang itu lagi, walau lebar jalanan dibelokan itu setidaknya ada 4 jalur mobil, daku biarkan saja.

Besok malam kena lagi, besok malam kena lagi, maka daku omelin, sejak itu doi tak masuk ke lubang itu.


"Doel, kamu itu keliatan nggak sih kalo ada lubang ?" daku, sembari mencoba menekuk badan daku supaya selevel dengan tinggi kepalanya "

"He..he.he.ya keliatan lah pak kecuali udah dekat " Doel.

"Periksa mata aja yah ?" daku.
"Tak usahlah Pak, masih terang begini kok" Doel.
Melewati polisi tidur dekat rumah yang selalu doi lewati paling tidak 4 kali sehari, kadang doi masih menerjang dengan roda depannya, kadang pas roda belakang melewati podur doi tidak mengurangi kecepatan, akibatnya kursi lipat dibagian belakang gubrakan.

Hal ini berlaku saat melewati gundukan tambalan jalan, yang daku aja udah hapal letaknya setiap hari, doi tetap saja suka melintasi diatasnya, padahal jalan raya itu masih punya 4 jalur yang mulus.

"Doel, kenapa kamu suka melewati gundukan jalan yang sama ?"

"Nanggung pak ??!!"
Gubraks.
Begitulah, jika tidak sedang ketiduran di mobil daku terpaksa jadi copilot mantengin apakah ada lubang jalan atau bergundukan.

Asal dikau tau, si Doel itu mantan sopir bajaj selama beberapa tahun lamanya.
**Poto pinjem dari
sini
Advertisements

67 responses to “The Car who Lop me, The Sopir who’s Pusingin Me….Epis 3

  1. mimie2007 said: bukan polisi tidur lagi ini…polisi pingsan rame rame dijalan πŸ™‚

    Bukan Mie, ini anaknya polisi tidur sekali beranak banyak sampe bececeran, emaknya ada digambar bawah tuh ..ha.ha.ha..

  2. mimie2007 said: bukan polisi tidur lagi ini…polisi pingsan rame rame dijalan πŸ™‚

    wakakakakakaka…beli bantal aja, mbah… kalo mau lewat lubang, langsung pasang bantal πŸ˜€

  3. duniablue said: wakakakakakaka…beli bantal aja, mbah… kalo mau lewat lubang, langsung pasang bantal πŸ˜€

    Wakakakak kurang manteb Ka, mending pake ban dalam mobil aja, atau minimal ban dudukan buat orang sakit ambeien itu…wakakakak

  4. duniablue said: wakakakakakaka…beli bantal aja, mbah… kalo mau lewat lubang, langsung pasang bantal πŸ˜€

    daku termasuk yg suka bete liat polisi tidur dengan jarak yg cuma beberapa langkah…heheheh

    inget dulu pernah duduk di metromini bangku paling belakang, pas ada gundukan yg ga kliatan dari jauh *polisi tidur bukan, tapi kayak polisi tidur bentuknya* daku terlempar dari bangku saking kencengnya jalan….*untung ga nyusruk di lantai metro* heehe

  5. upik2806 said: inget dulu pernah duduk di metromini bangku paling belakang, pas ada gundukan yg ga kliatan dari jauh *polisi tidur bukan, tapi kayak polisi tidur bentuknya* daku terlempar dari bangku saking kencengnya jalan….*untung ga nyusruk di lantai metro* heehe

    Wakakakakakakak *tega ngetawain penderitaan orang* nah dikau pasti bisa bayangkan kenapa daku suka ngomelin si Doel walau daku duduknya didepan wakakakak

  6. upik2806 said: inget dulu pernah duduk di metromini bangku paling belakang, pas ada gundukan yg ga kliatan dari jauh *polisi tidur bukan, tapi kayak polisi tidur bentuknya* daku terlempar dari bangku saking kencengnya jalan….*untung ga nyusruk di lantai metro* heehe

    hahaha.. bisa bisa mbah dokter….
    dan saya juga bisa bayangin posisi setengah berdiri di belakang bajaj yg mirip orang karapan itu…soalnya sejak kejadian itu setiap lewat daerah itu saya juga dah siap2 pegangan dengan *maaf* pantat yang udah ga di tempat duduk lagi….hihihi

  7. upik2806 said: .soalnya sejak kejadian itu setiap lewat daerah itu saya juga dah siap2 pegangan dengan *maaf* pantat yang udah ga di tempat duduk lagi….hihihi

    Hua..ha.ha.ha..ha..*guling guling* nampaknya gaya karapan sapi ini emang adalah jurus yang paling ampuh mengendalikan sapi eh bajaj brandalan wakakakakak kadang daku tepok bahu si bapak kenceng kenceng kalo nggak ada tanda tanda doi akan mengurangi kecepatan…wkakakakakak daripada daripada. SAFETY FIRST.

  8. eddyjp said: biasanya tuh tukang tambal ban sekitar ranjau yang diruigai..he.he.he

    sabar nian dikaw Doc..
    baik budi, tidak sombong dan tetap setia miara driver macam Dul.. hahaha..

  9. lilyrupiana said: pendek bener mikirnya si tukang tambal ban yah…kalo sampe kecelakaan halah…

    Itulah Jakarta Ly, orang dari daerah datang merantau kesini mencoba bertahan hidup dengan menghalalkan semua cara, ini adalah salah satunya..he.he.he.

  10. mmamir38 said: Perasaan sih cuman orang yang kagak waras yang suka bikin polisi tidur.

    Kalo gitu banyak orang gak waras di Jakarta dong yah Om…he.he.he..walau tak suka itu adalah cara spontan mengusahakan keamanan dilingkungannya, asalkan podurnya standar, rasanya nggak akan mengganggu deh.

  11. trangtravel said: sabar nian dikaw Doc.. baik budi, tidak sombong dan tetap setia miara driver macam Dul.. hahaha..

    Wakakakak nobodi perfect Ki, kita semuanya, daku juga bukang boss yang baik, Hani Switi bilang cara nyetir daku lebih menakutkan dibanding si Doel..wakakakak

  12. eddyjp said: Kalo gitu banyak orang gak waras di Jakarta dong yah Om…

    Ini bukan cuma di Jakarta sih mbah, sama kok di daerah2 juga gitu…

    Sebenernya jalanan di Indo, tanpa polisi tidur pun sudah banyak rusaknya, lobang2 di tengah jalan, kayak ranjau darat. Kalo hujan deras dan jalanan ketutup air sangat berbahaya untuk pengguna jalan.
    Di kita, hal-hal seperti ini tidak diatur pemerintah, semau er-te dan warga saja….

  13. lilyrupiana said: Di kita, hal-hal seperti ini tidak diatur pemerintah, semau er-te dan warga saja….

    Bingung yah daku, kok kita tak merasakan adanya pemerintah kecuali sedang mau urus surat menyurat doangan, dan itu aja masih di pungli…he.he.he.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s