Jika Lebaran di mundur sehari….

Keanehan lebaran tahun ini sudah tampak tanda tandanya sejak daku mendapat kiriman ketupat lebaran minggu silam.

Saat menerimanya daku terheran heran, sebab biasanya antaran ini baru datang dimalam takbiran.

Seorang pasien daku yang berpropesi guru, si Oma selalu mengirimi daku paket lebaran ini setiap tahun, mungkin kerna kondisi doi yang kencing manis semakin melemah, doi membuatnya lebih awal ?

Semalam adalah hari terakhir daku praktek, seperti biasanya daku membawa inpalan dari rumah sebab asisten daku sudah berlibur.

Yang satu sudah berlibur sejak 2 minggu silam dan akan terus berlibur sampe 2 minggu kedepan lagi, sebab doi baru saja melahirkan anak pertamanya.

Asisten kedua daku liburkan lebih dini sebab kesian doi keteteran kayak gangsing setiap hari membantu daku praktek hingga larut malam.

Selagi jas jus pasien, daku mendengar suara mercon langit mulai meledak ping pang ping pang khas malam takbiran, tapi sangking daku sibuknya jadi nggak gitu ngeh kok langit jadi sepi lagi.

Biasanya pas daku praktek malam takbiran, bedug mesjid dan mikropon dari mesjid yang tak jauh dari praktek biasanya udah mulai memekakkan telinga adu kencang..he.he.he..

Tapi kok hingga lepas magrib kok sepi sepi aja ?

"Lebaran diundur sehari Dok .." Oma Guru yang kirim paket lebaran kemaren, yang selalu datang berobat di malam takbiran melapor.

Hah ?

"Emang Dok nggak perhatiin biasanya hari gini kan udah pada berisik semua…" Oma Guru.

Oh, Pantesan kok mendadak sepi amat situasinya dari tadi…ha..ha.ha..
Seorang sedulur daku waktu masih tinggal ditempat yang padat penduduk setiap malam lebaran akan pindah menginap di hotel saja kerna rumahnya hanya selisihan beberapa pintu dari mesjid, saat itu anaknya masih pada balita.
Begitu bedug dibunyikan bertalu talu sepanjang malam, anaknya juga ikut menangis melolong kagetan…ha.ha.ha.

So daripada doi ikutan sentress dan nggak tidur, jalan paling aman adalah mengungsi..he.he.he..

"Wah, sahur lagi dong ntar pagi Oma ?" daku.

"Iya Dok, mana belon disiapin lagi, soalnya udah siap siap lebaran" anaknya yang juga Guru menimpali.

"Ya udah masakan buat lebaran besok buat sahur aja Oma ?"..he.he..he..

"Lha terus lebaran nanti makannya apa dong ?" Oma Guru.

"Indomie aja..ha..ha..ha.." daku.

Surpey membuktikan encim encim Quntien juga ikutan biking lontong lebaran setahun sekali walau nggak ikut Lebaran, itu sudah menjadi tradisi atau Ngiler tepatnya.ha.ha.ha.
Kemaren daku datang ke acara house warming omanya Haniawiti yang pindah rumah, menunya cuman semacam doang Lontong Sayur Lebaran..ha.ha.ha.


Haniswiti pas pulang cerita, tadi di ruang praktek ada emak pada kepusingan, si emak punya anak kecil yang sudah mulai ikut puasa rajin, abis mandi sore hari terakhir puasa biasanya

udah siap siap pake baju baru.

Ini mendadak suruh tunda sehari lagi "Ogah Mak, udah cape nggak mau puasa sehari lagi"..hi.hi.hi..kesian.

Daku bisa membayangkan seandainya daku masih kecil dulu, di malam sebelon imlek mendadak dikasih tau bahwa besok batal imlekan, wah bisa ngambek berat juga tuh, angpao ditangan tak jadi datang padahal rencana muluk muluk sudah ada didalam benak..ha.ha.ha..

Tapi yang jelas pedagang kaki lima dan penjual baju di ITC mangdu dan Tanah Abang pasti yang pertama kegirangan "Alhamdulileh " mendengar pengumuman mundurnya lebaran dari pemerintah jam 6 sore kemaren, sebab itu artinya masa belanja diperpanjang lagi…"Horeee, laris manis laris manis mari dipilih harga murah "..ha.ha.ha.
Biasanya malam takbiran begini, daku akan usahakan pulang lebih cepat sebab tak ingin tercegat oleh mobil bak terbuka yang berkeliling kota membawa tambur dan orang segambrengan didalamnya.

Sebenarnya seru tapi daku kapok pernah nyaris terjebak masuk ke monas oleh iring iringan mobil yang banyak sekali beberapa tahun lalu, sebab arah daku pulang memang searah melewati istana presiden yang dekat dengan monas, tempat berlabuhnya para puter.

Waktu itu daku terseret sampai ke jembatan Senen, sebelum akhirnya bisa melepas diri.


Sejak itu daku selalu pulang ke arah yang berlawanan dengan para pengililing kota malam takbiran itu, dan memilih melewati kota memutar ke arah Jembatan Lima, walau banyak juga para pengililing takbiran biasanya nggak seheboh itu jumlahnya.
Tahun ini, pas daku pulang praktek bersama Haniswiti menjelang tengah malam, jalanan Jakarta sepi.
Rasanya inilah pertama kalinya daku bisa pulang dengan jalan selancar ini dan dengan hati tenang.
Asyikk…..
Selamat Lebaran kepada prens MP yang merayakannya.
Minal Aidin Walfaijin, Mohon Maap Lahir Batin..
Advertisements

70 responses to “Jika Lebaran di mundur sehari….

  1. backyardplus544 said: Ada bumbu jadi rendang mereka, sudah dilengkapi bubuk santen dan bubuk kelapa kering. Rasanya ? Rendang bumbu Moenik lebih enak untuk lidah Indo, tapi yang malaysia lebih komplit.

    Serba praktis dan sedikit berkumis ya Ton ..he.he.he.. kumplit dimana bedanya ?

  2. eddyjp said: umplit dimana bedanya ?

    Bila janur atau longsong ketupat jadi tak ada, sekali2 setahun sekali boleh deh dari pada kanker pikiran.
    Yang tak makan ketupat macam ini juga pada kanker tuh.
    Tanpa di sadari wajan atau panci telfon anti lengket juga tak kalah bahayanya jika sudah mulai lecet. Pihak telfon membantah dengan keras.

  3. backyardplus544 said: Bila janur atau longsong ketupat jadi tak ada, sekali2 setahun sekali boleh deh dari pada kanker pikiran. Yang tak makan ketupat macam ini juga pada kanker tuh.Tanpa di sadari wajan atau panci telfon anti lengket juga tak kalah bahayanya jika sudah mulai lecet. Pihak telfon membantah dengan keras.

    Ha..ha.ha..Setuju Ton, makanya keduanya tak dianjurkan, lagian goreng telor ceplok pake teflon rasanya nggak enak lho.

  4. backyardplus544 said: Moenik kan cuman bumbu doang. Mesti nambah santen sendiri dan kelapa garing sendiri (bila mau).

    Itulah yang aku bilang kelebihan mereka. Produknya "Beef Rendang Mix" Authentic Malaysian. Merk dagang Claypot. Produsennya Linaco Food Ind. SDN. BHD, Selangor Malaysia.
    Distributor untuk USA "Empire International, Pamona,California. Perusahaan ini biasanya distributor untuk hampir semua makanan Indonesia. Sepertinya milik orang Indonesia.
    Aku baru sekali beli untuk di coba. Biasanya aku pakai bumbu Moenik, plus santen kaleng Thailand. Bila mau di tambahin parutan kelapa kering, pakai kelapa serut beku dari Philippine. Jadi Rendang Asean….., apa boleh buat.

  5. backyardplus544 said: Aku baru sekali beli untuk di coba. Biasanya aku pakai bumbu Moenik, plus santen kaleng Thailand. Bila mau di tambahin parutan kelapa kering, pakai kelapa serut beku dari Philippine. Jadi Rendang Asean….., apa boleh buat.

    Enakan mana rasanya, pada akhirnya Ton ?

  6. backyardplus544 said: Aku baru sekali beli untuk di coba. Biasanya aku pakai bumbu Moenik, plus santen kaleng Thailand. Bila mau di tambahin parutan kelapa kering, pakai kelapa serut beku dari Philippine. Jadi Rendang Asean….., apa boleh buat.

    ku lebaran di rs.. kemaren udah dapat ketupat, soale di rumah juga udah masakmasak banyak, eh lebaran diundur.. jadi ya kita makan buka dan sahur untuk menu lebaran kemaren.. lucu juga.. hari ini benerbener cuma makan nugget doang.. sama lodeh.. ga ada ketupat, dah habis kemaren..

  7. backyardplus544 said: Aku baru sekali beli untuk di coba. Biasanya aku pakai bumbu Moenik, plus santen kaleng Thailand. Bila mau di tambahin parutan kelapa kering, pakai kelapa serut beku dari Philippine. Jadi Rendang Asean….., apa boleh buat.

    Hihihi sahur pakai menu lebaran,pas lebaran makannya indomie..ikutin lomba cerita indomie aja pak hehehe

  8. backyardplus544 said: Aku baru sekali beli untuk di coba. Biasanya aku pakai bumbu Moenik, plus santen kaleng Thailand. Bila mau di tambahin parutan kelapa kering, pakai kelapa serut beku dari Philippine. Jadi Rendang Asean….., apa boleh buat.

    Aku ga nunda lebaran tuh,mbah ๐Ÿ˜€

  9. tintin1868 said: lucu juga.. hari ini benerbener cuma makan nugget doang.. sama lodeh.. ga ada ketupat, dah habis kemaren..

    Ha..ha.ha..bener bener kejadian yah Tin, biarpun biking bete tapi akan menjadi kenangan yang indah, usulin menagnya diganti aja..he.he.he.

  10. bundaicha said: Hihihi sahur pakai menu lebaran,pas lebaran makannya indomie..ikutin lomba cerita indomie aja pak hehehe

    Ha..ha.ha..Indomie jadi laris manis udahannya ya Rie..ha.ha.ha.. Icha pasti nggak keberatan :))

  11. backyardplus544 said: Baca diatas! Sudah di sebut, ini aku copy and paste :"Rasanya ? Rendang bumbu Moenik lebih enak untuk lidah Indo, tapi yang malaysia lebih komplit."

    Ha..ha.ha. daku masih clear soalnya, dikau bilang bumbu Moenik enaks tapi kan kudu ditambah lain lainnya, sdangkan bumbu Malay kumplit.
    Nah kalo bumbu Moenik doangan nggak pake teman teman dibanding Malay kumplit enak mana, itu maksud daku :))

  12. eddyjp said: Nah kalo bumbu Moenik doangan nggak pake teman teman dibanding Malay kumplit enak mana, itu maksud daku :))

    Bumbu Moenik terlahir sudah tidak komplit. Harus tambah santan.Bila mau kering dan banyak bumbu ampasnya, perlu tambah kelapa serut.

    Mengenai rasa bagi orang Indonesia, tentunya Moenik lebih cocok. Bagi orang Malaysia, silahkan ditanya ke mereka. Kita perlu hormati lidah dan pendapat mereka.

    Rendang di Jakarta, Tanjung Karang, Semarang, dll agak beda lho dengan yang aku makan di Padang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s