Orang Kampung main ke Sydney (1)……..

 

Jun 21, ’11 2:34 PM
for everyone

 

Sebelum memulai dongeng ini, daku  mengucapkan terima kasih tak berkesudahan kepada prens di MP : mbak Tresmbak RatriLindaYanWindaChienberserta keluarga yang telah berbaik hati menemani dan mengantar daku ke berbagai lokasi yang sangat menarik dan indah dan mensyer makanan yang enaks selama kami di Sydney…Setelah menikmati waktu yang liburan yang menyenangkan selama seminggu, sekarang tinggal capeknya dan kerja kayak kuli lagi…he.he.he.

Hari pertama buka praktek, daku mendapat banyak komplen dari pasien bahwa kerna daku tutup praktek kelamaan mereka terpaksa menderita sakit selama menunggu praktek buka lagi.

Bahkan sehari sebelon daku berangkat ke Sydney, seorang oma dengan serius “Dok, tutupnya 4 hari aja, seminggu kelamaan ” Haah ??? Lha Oma, emangnya pegi ke Aussie itu dekatnya kayak ke Bandung aja ? .wakakakakak

1. The Cuaca…..Sebenarnya rencana main ke Sydney itu cuman bermula dari omong omong iseng antara Hai Switi dan daku sebulan sebelumnya, lalu katanya doi mau liat liat tiket, lalu tiket di booking dengan catatan “Masih bisa dibatalin kok “.

Daku masih nggak ambil pusing, sembari berchatting dengan Linda tentang
cuaca, tempat makanan, tempat tinggal seandainya mau kesana , tau tau “Tiketnya udah dibayar Pa, kalo nggak ntar tambah mahal ” Hahh ????
Wadohh….

Well, Hani Switi tau daku ini termasuk demen jalan jalan tapi  nggak betah perjalanan naik pesawat berjam jam, secara pantat daku ada timernya, biasanya daku akan jalan bolak balik kayak orang kurang kerjaan di gang pesawat..he.he.he.

Makanya waktu ditawari ke Amrik, daku “kalo boleh bawa bantal guling dan gelaran pake kasur dilantai pesawat, daku ikut ..” ha..ha.ha..Sebelon  sadar betul apa yang terjadi, tau tau daku udah di pesawat menuju ke Sydney…

Tapi kali ini daku nggak berani jalan jalan di pesawat kerna takut ntar pesawatnya anjlok mendadak seperti yang dialami Qantas kan bisa berabe.
Untung filmnya pada bagus bagus, jadi lumayan deh daku bisa membetahkan diri nggak kelayapan dan melek sampe pagi..he.he.he.Daku masih santai aja pake baju dua lapis berikut jaket kain tipis dari rumah…

Di pesawat, ternyata semakin lama terbang semakin dingin, dan seperti biasanya, jika kedinginan, daku adalah salah satu championnya pipis pipis..hi.hi.hi..
Wah, daku  membayangkan ntar di Sydney yang udaranya lebih dingin dari ini, bisa bisa daku pusing cari tempat pipis, lagian katanya nggak boleh pipis disembarang tempat disana,  bisa kena sunat eh sue denda yang mahal..hi..hi..hi..Begitu keluar dari airport, kami disambut oleh cuaca yang dinginya sangat mengagetkan, kayaknya masuk ke kulkas deh, setelan AC 16 derajat yang daku takutin nggak ada apa apanya dibanding dingin udara di Sydney yang dibarengin oleh angin dan hujan pagi itu…

Wah, ramalan cuaca di WeatherZone bahwa seminggu kedepan bakalan hujan melulu disertai angin kencang dan so pasti udara dingin..

Dan jika cuaca terlalu dingin dan kering chiong dengan kulit daku yang gampang pecah pecah, mana daku sedang rewel saat ini, jadi nggak boleh pake body lotion dan cream dan sejenisnya, so terpaksa daku membekali diri dengan minyak goreng sebagai olesan, tapi perasaan mirip ayam goreng deh jadinya wakakakakak

Untung saja Hani Switi membawa serta jaket kain tebal yang selama tahunan ini hanya bertengger saja di lemari pakaian karena daku musuhin alias terlalu panas kalo dipake di Jakarta..he.he.he.
 Tak disangka jaket biru tua itu menjadi penyelamat daku selama di Sydney, wah tanpa jaket ini mungkin sendi daku pada membeku .he.he.he..
Linda sempat menertawakan daku yang bibirnya gemetaran di jalanan dekat Capitol pada hari pertama, eh itu sih belon seberapa..
Malamnya daku sempat nggak bisa bobok karena kedinginan, padahal udah pake 4 lapis baju dan 2 lapis celana plus bed cover yang tebal, tapi tetap aja berasa seperti bobok di air es aja deh.
” Papa sih nggak pake baju gay, makanya kedinginan”  Koko, sembari menunjukkan baju ketat long john  yang dibeli oleh Hani Switi di Mangdu tempo hari tapi kekecilan buat daku so dipake oleh Koko…ha.ha.ha.
Saat doi balik lagi cari size yang lebih gede tapi udah nggak ada stok lagi, maklum  di Jakarta mana laku ? siapa pulak yang memerlu baju dalam ketat kayak itu..ha.ha.ha.
Untungnya saat daku memakai topi penghangat kepala ala mas mas di Puncak, wah langsung anget rasanya, dan daku bisa bobok dengan nyenyak sampe pagi…ha.ha..ha..problem solved.
Setelah 2-3 hari disana daku mulai terbiasa dengan udara dingin disana walaupun baju 3 lapis plus jaket kudu tetap dipake, tapi setidaknya daku udah nggak gemetaran lagi..
Untung saja daku diajak Linda ke Blue Mountain hari ke 5, kalo hari ke 2, bisa bisa daku membeku disana..ha.ha.ha
Dan selama seminggu disana, tak sekalipun daku belum pernah mandi sekalipun, hanya cuci muka saja dan mencuci bagian bagian penting aja, lha berkeringat aja nggak pernah deh, semua ketutup rapat, jadi yang kotor mananya dong ?
Kata Linda, donwori, emang itulah yang dianjurkan disana selama musim dingin, jadi kita sama yah wakakakakakak
Well, Hani Switi yang terkenal jagoan sama dingin, hari terakhir kena pilek kerna doi tetap pada ritual mandi setiap malam menjelang tidur, padahal udah daku kasih tau itu nggak cocok dengan situasi disana, semakin malam kan udaranya makin dingin.
Tiga hari terakhir cuaca semakin bagus, langit sangat biru…
Tetapi apapun cuacanya, udara disana sangat segar, sama sekali berbeda dengan Jakarta yang langitnya selalu berkabut asap polusi.
Pantesan aja pada betah tinggal disana yah..he.he.h.e
Walau kedinginan berangin angin dan kehujanan berhari hari disana, daku sangat enjoy, jika tidak demikian rasanya nggak adfol deh dengan musim dingin di Sydney dan serasa cumana ke Bandung doangan..ha.ha.ha..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s