Banjir Jakarta : Enjoy Little Quntien 2013…..

Sungguh mengharukan, Jokowi ke Malaysia mempromosikan Enjoy Jakarta13-15 Juni 2013 di Kuala Lumpur , konon sambutannya sangat luar biasa dan diperkirakan arus turis menuju ke Jakarta akan melimpah ruah.

Dan sebagai penduduk Jakarta Baru yang bangga, daku ingin berpartisipasi mengadakan Enjoy City Tour Jakarta GRATIS buat para turis yang datang dari mancanegara.

Masih banyak obyek turis di Jakarta yang bisa di tawarkan untuk di eksplorasi oleh para turis.
Kota Tua ? hm kuno ah.

Daku akan memperkenalkan obyek wisata baru ” Enjoy Little Quntien 2013″.

Well, buat yang bingung dimanakah letaknya kawasan Little Quntien ini ?

Little Quntien yang bersebrangan dengan Mangga Dua Square alias Pademangan dan sekitarnya..he.he.he.

Disinilah tempat berkumpulnya orang dari bermacam macam daerah dan dari bermacam macam tingkat sosial dan ekonomi alias ini adalah salah satu kantong padat penduduk hidup berdampingan, tapi sebagian besar penduduknya adalah orang Pontianak alias Quntien.

Sekire daku jadi tour guide inilah akan daku pandukan kepada para pengguna jasa daku yang tercinta…

“Pakcik Makcik, sekarang yang sedang happening di Little Quntien adalah banjir Rob.
Dikau sekalian sangat beruntung datang disaat yang tepat sebab jarang sekali ada kejadian banjir Rob disini sedang daerah Jakarta lainnya kering kerontang ”

Well, orang Quntien yang punya hobi berenang di sungai sejak kecil pasti tau air pasang mencapai puncaknya bulan poernama dan surut lagi di awal bulan tanggalan cina. Jikalau banjir massal seluruh Jakarta tiap 5 tahunan sih sudah biasa.

Ini memang berkat 3 pompa berkapasitas besar milik pemerintah di Ancol yang rusak semuanya, hebats…he.he.he..
Dimana lagi ada kota yang pompanya rusak semua dalam waktu 2 tahun tidak ketahuan sampai situasi jadi runyam ?
Only in Jakarta ! Enjoy saja..

Walau kejadiannya nggak seheboh seperti di Pluit yang airnya mencapai 1.5 meter, di Little Quntien airnya paling tinggi 0,5 meter so far, nggak tau nanti di puncak bulan poernama ditambah hujan, pasti lebih heboh lagi.

Daku akan tunjukkan ke pangkalan becak dimana daku naik kemaren ini…
“Perhatikan ya Pakcik Makcik, perhatikan petunjuk dari mister tukang becak begimana cara duduk  diatas becak supaya tidak terjadi musibah…”

Well begini prens,
Jangan sampai ulangin kesalahan daku kemaren ini..
Gara gara nggak sabaran macet total, daku turun dari mobil meninggalkan si Doel sopir daku dan langsung menyebrang jalan untuk naik becak saja yang diparkir di ujung jalan Kali Mati.

kondisi-kawasan-jalan-gunung-sahari-pademangan-yang-terendam-_130617172204-843

 

sumber : Republika Online.

Benar, namanya Kali Mati sesuai dengan nama Sungai yang membelah kawasan Little Quntien.

Jika di timur tengah ada Laut Mati yang jikalau dikau berenang disitu akan mengambang dan konon jikalau dikau meminum airnya, dijamin usia dikau akan bertambah panjang 100 Tahun lagi.
Makanya sekarang air dari Laut Mati sudah dijual dalam kemasan untuk kecantikan dan perawatan kulit.

Nah di Little Quntien terdapat Kali Mati yang kesohor, jikalau dikau berenang atau keminum air yang berwarna hitam buteknya, dijamin dikau bakalan hidup paling panjang sampai 100 Jam lagi wakakakak.
Jika ada yang berminat mengemas dan menjualnya sebagai senjata kimia pemusnah massal pasti laku keras wakakak.

Kembali,
Usai tawar menawar daku bersiap naik ke beca..
“Wah bang, nih becak kelelep gak nih ? kalo motor atau mobil lewat kerendam nggak nih ?”
Well, inti kata daku gak mau kena air comberan, jika tidak ngapain daku naik becak yang biayanya 2 kali lipat biasanya he..he.he..

“Ya sudah, duduk aja diatas sini, nggak akan kena air banjiran” sabdsa si abang beca sambil menunjukkan ke atas senderan.

Well, mana mungkinlah seorang Gentelemen dari Quntien seperti daku tega duduk diatas senderan sedangkan tempat duduknya buat tatakan kaki ?
Sunguh tidak sopan bukan ?

So daku duduk seperti biasanya, sambil menahan napas supaya nggak mabok oleh bau air got yang
menggenang tinggi hampir sebatas tatakan kaki di becak, sembari berdoa nggak ada mobil dan motor yang
ngebut lewat sebab mereka berjalan pelan saja, ombak sudah hampir masuk kedalam becak.

Setiap kali mobil lewat kedua kaki refleks ngangkang ke atas sambil coba foto pake Bodophone alias hape jadul daku, sayang gagal kegelapan…he.he.he..

Besokannya, daku brosing di internet dan kaget menemukan gambar seorang Ladies dari Quntien sedang duduk nangkring atas senderan beca..
Daku baru sadar bahwa kemaren daku duduk dibekas kaki orang, pantesan aja udahannya celana dan baju daku bau air got”. Siwalan wakakakakak.

Kadis PU: Banjir Pademangan Akibat 3 Pompa Rusak  

Rupanya perkataan si abang becak kemaren itu adalah sebuah perintah dan bukan sebuah himbauan, sayang disayang daku tak menyadarinya…he.he.he..

Seorang encim curhat dengan sedihnya ” Lantai rumah keluar rembesan air Doc, padahal baru aja selesai ditinggikan 30 cm ” Encim Quntien.

“Kok nggak ditinggiin semeter sekalian Cim ?”
“Mana bisa Doc, udah mentok di plafon ” encim.

Well, buat dikau sekalian yang tidak pernah tau situasi di Little Quntien, lantai sebagian rumah tua sudah ditinggikan berulang ulang seiring bertambah tingginya jalanan, dalam jangka waktu puluhan tahun

Salah salah ntar dikau kira masuk ke rumah Hobit, begitu masuk rumah kepala bisa mentok di langit langit rumah..he.he.he.

“Air rembesan dari celah keramik lantai item nggak ?” daku.
“Nggak Doc, bening nggak bau” encim.
“Gatal nggak dikulit ?”
“Nggak Doc, sepertinya ada mata air dibawahnya” encim.
“Hm, bagus dong, besok kita biking perusahaan air galon aja yok ” daku
“????” encim.
“Nanti kita bisa tulis *Dari Mata Air Pademangan* saingan sama AQUA ” daku
“Wakakakakak, betul dok nggak usah pegi jauh jauh lagi ngangkutnya” encim
Daripada senteres mikirin banjir..he..he.he.

Yang ajaib dari banjir yang sudah berlangsung lebih dari seminggu, berita yang muncul di semua media hanyalah keluhan warga mengeluh sekedar gatal gatal dikulit saja.

Tak ada yang menceritakan penderitaan penduduk karena Wabah Muntaber sedang melanda di kawasan Little Quntien.
Sampai dongeng ini daku tulis, setiap hari daku menerima banyak pasien yang kena muntah berak.
Sungguh ajaib bukan ???

Ini sudah seminggu berlalu…
Sampai kapan semua penderitaan ini akan berlalu termasuk penderitaan daku setiap sore kudu menerjang banjir untuk sampai ke tempat praktek yang untungnya kering.

Foto milik Jakarta.co.id, Tempo.com, Replubika Online.

Advertisements

6 responses to “Banjir Jakarta : Enjoy Little Quntien 2013…..

    • Lha gimana Ne, yang pusat bilang cuman membangun doangan, pelihara bukan urusan mereka, padahal belon dihibahkan, pokoknya mau enaknya aja deh, uang pemeliharaanya pasti ada deh..he.he.he.

    • Seminggu kagak berani jajanan disana Ne, serem, orang yang diare sekeluarga sekeluarga lho, daku sih curiga air PAMnya kemasukan air got.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s