Negeri Asap : Jangan Kayak Anak anak deh..

Salah satu prens daku bercanda memejengkan poto seperti ini di FBnya disertai dengan komen : Jakarta “Kiasu” :).

Jakarta Berkabut

Well, semua yang mengikuti berita hot saat ini tentu mengerti artinya adalah Jakarta “takut kalah” dengan Singapore yang sedang teriak teriak Indeks Polusinya mencapai 401, angka tertinggi dalam sejarah ekspor asap kita ke negeri tetangga tersebut..he.he.he.

Malaysia juga kebagian ‘jatah’ asap tahunan ini,lebih parah terutama  Melaka, Johor Bahru dan Negeri Sembilan sampai sampai sekolahan diliburkan.
(source : Republika Online 24/06/13)

Menurut Departemen Lingkungan Hidup Malaysia  angka IPU di Muar, Johor hingga pukul 07.00 mencapai 746. Namun kembali turun menjadi 690 pada pukul 11.00 (diatas 300 : Berbahaya bagi Manusia )

 
(Source: AntaraNews)

Kabut asap menyelimuti Kuala Lumpur semakin tebal sehingga gedung-gedung bertingkat terlihat samar sama seperti di Jakarta.

Ini juga salah satu alasan kenapa daku sampai saat ini masih belum betah di Jakarta walau sudah tinggal disini selama 33 tahun  terakhir ini.
Polusi bertambah di Jakarta bertambah parah setiap tahunnya.

Menurut  Komite Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) parameter pencemaran udara Jakarta pada 2011 hingga 2012 mencapai angka 60 dibanding standar nasional yang maksimal : 50.  tapi jika dibanding 441 tentu dikau bisa tersenyum lega kan ?..he.he.he..
(Standar WHO : 20 mikro gram per meter kubik)

Lucunya sekarang kita tidak bisa tahu tingkat polusi di kota Jakarta,emaknya segala ibukota propinsi di Indonesia.
Mesin pemantau polusi rusak 1 per satu dan diterlantarkan begitu saja,nasibnya tak jauh berbeda dengan rumah Pompa di Ancol yang rusak 2 tahun dicuekin itu.

Ada bagusnya juga ditelantarkan biar penduduk Jakarta nggak tau sehingga nggak bisa protes akibat senteres membaca angka polusi makin hari makin menjadi.he.he.he.
Beda dengan Singapore yang selalu mengumumkan angka indeks polusinya dengan jelas.

Pasti banyak orang Indo yang terpelajar dan terhormat yang tinggal didalam diluar negeri yang mencibir Menteri Agung Laksono dan Jero Wacik yang membalas kegeraman Spore atas bencana asap dengan mengatakan “Udah deh, dikau jangan kayak anak anak, nggak enak dikit aja udah ribut !!

Daku bisa berempati dengan suasana hati para menteri itu.
Daku yakin jauh didalam lubuk hati mereka sama prihatin dengan musibah seperti ini…

Indonesia dan Singapore adalah negara tetangga ya dekat.
Sebuah negeri itu ibaratnya sebuah rumah, dan Negara adalah emaknya, serta warganegara adalah anak anaknya.

Dan setiap rumah tangga punya aturannya masing masing kan ? tapi sebagai tetangga se RT kita harus saling hormat menghormati dan bertenggang rasa.

Nah, dirumah dikau mengajari anak nggak boleh judi sesuai ajaran agama, kalo ketahuan judi digebukin pantatnya, eh tetangga dikau malam gelar judian semalam suntuk sepanjang tahun, akibatnya anak dikau curi curi berjudi disana.

Sebagai emak, tentu dikau bete tapi nggak bisa apa apa karena aturan dirumah sendiri tak berlaku dirumah tetangga, mau dilaporin ke RT, eh rumah RT juga bebas berjudi.
Tinggallah dikau menggigit sarung saking sebelnya..he.he.he.

Di lain waktu dikau mengajari anak dikau “Nak, nggak boleh korupsi yah, itu sama juga seperti i maling, ketahuan nanti emak gebuk pantatmu”
Apesnya, anak dikau badung mencuri duit plus gelang emas kesayangan dikau dan ngumpet dirumah tetangga sebelah yang mengaku selalu mendidik anak anaknya menjadi orang yang jujur.

Saat dikau kesana untuk membawanya pulang untuk dikasih hukuman eh, tetangga malah bilang “Maap ya Buk, kita nggak ada perjanjian kerjasama ekstradiksi, selama anak dikau dan barang curiannya ada dirumah daku, akan daku lindungin”

Nah giliran, ada anak yang main bakar bakar sampah sampai heboh, asapnya masuk kerumah tetangga..
Eh doi teriak teriak menuding dikau kagak becus ngajarin anak, cengli alias masuk akal nggak sekirenya ?..he.he.he.

Apalagi belakangan ketahuan, bahwa anaknya sendiri yang main bakar bakaran sampah dirumah dikau.

Sebaiknya entu tetangga sebelah enaknya diapain ? Di panggang sate aja sekalian.ha.ha.ha..

Itu kan yang terjadi, ternyata dari 2000 hektar kebakaran hutan dan tanah gambut di Riau, ternyata perusahaan Singapore dan Malaysia berindikasi terlibat didalamnya.

Saat daku ngeledekin prens daku yang bekerja dan tinggal di Spore, pada bilang “Ah, dikau sih nggak ngerasin begimana betenya kami berasap ria disini”

Tentu saja daku mengerti temans, sebab kampung halaman daku Quntien tercinta adalah salah satu pabrik pembuat asap sekaligus salah satu eksportir asap yang kesohor di Republik ini …he.he.he..

Mungkin pula inilah yang menginspirasi masakan terkenal dari Quntien: KEPITING ASAP…ha.ha.ha…

kepiting asap Quntien

Asap kebakaran hutan  itu sih sudah hal yang rutin terjadi setiap tahun di musim kemarau, tetapi memang ada tahun tahun tertentu polusi asap sangat dasyat sehingga banyak orang mengunggsi ke Jakarta terutama yang sakit asma dan gangguan saluran nafas.

Di tahun 2013 ini saja pabrik asap di Quntien sudah mulai beroperasi di bulan Maret lalu.
Perhatikan cara si encek Quntien yang sudah pro naik motor sambil menutup hidungnya sebagai pengganti masker…ha.ha.ha.


(source: Indonesia Raya News.com)

Terakhir kali daku mengalaminya adalah saat daku dinas dipedalaman Kalbar ditahun 94 ,sungguh seram naik bus malam pulang kerumah dinas lewat bukit berkelok kelok , jarak pandangnya hanya 50 meter saja.

Bau asap dan debu bakaran bertebaran mulai dari jalan sampai kerumah.Sudah menjadi rutinitas petani pedalaman membakar ladang dan hutan untuk membersihkan lahan sekalius menyuburkan tanah di setiap awal bulan 6 tanggalan Cina.

Tapi daku pernah dengar juga bahwa ada pihak pihak tertentu yang ikut bakar bakaran ini sambil menebang curi pohon, nanti yang disalahkan adalah kebiasaan bakar ladang orang lokal, Genius !

Obat dari kebakaran ini hanyalah doa dan tarian minta hujan *kayak Donal Bebek* ..he.he.he.

Sirem pake air pemadam kebakaran ? lha air buat mandi aja susah, namanya juga sedang musim kemarau yang kering kerontang.

Jangan membayangkannya seperti di tengah kota, ini di tengah hutan tropis yang sedang sesak nafasnya karena tidak hujan selama beberapa bulan, so…

Hanya hujan sajalah yang sanggup dalam waktu singkat memadamkan api dan menghilangkan asap.
Nggak heran orang Quntien sangat rajin berdoa di musim asap ini, tak jarang digelar doa massal dari berbagai agama meminta hujan.

Herannya kenapa tak ada seorangpun dinegeri tercintah ini mengaku dirinya  sebagai pawang api ya ??

Sebenarnya sih nggak mengherankan juga sih….
Jika dikau gagal memawangkan hujan, resikonya paling basah kehujanan  minta maap bahwasanye sudah berusaha maksimal bekerja.

Tapi kalo dikau seorang pawang api Lelaki yang gagal memadamkan api,resikonya dikau jadi Kerak Telor Gosong…wakakakak

Bukan hanya keren, profesi sebagai pawang api teramat sangat luar biasa cerahnya karena selain tiada duanya, jasanya dibutuhkan oleh seluruh  dunia…he.he.he..

Setiap tahun di musim panas terjadi kebakaran hutan yang dasyat diberbagai belahan dunia termasuk langganan Amerika dan Australia.
Ini berarti penerimaannya dalam Dollar..he.he.he.

Enaknya sih menerapkan sistim bayar dulu barulah padamkan, lha kalo nggak udah dipadamkan ntar macam macam nggak mau bayar , masak kudu dibakar ulang hutannya..ha..ha.ha..

Bisa dibayangkan betapa kerennya dibawah sorotan tipi CNN dan seantero dunia, dikau tangan kiri mencengkram karung berisi jutaan dolar,  sekali tiup kebakaran hutan di California langsung padam…he.he.he..

Dunia tak lagi memerlukan teknologi pemadam kebakaran dan Superman, selagi  ada Suparman, sang pawang api, semua jamin aman..ha.ha.ha..

Didalam setiap bencana selalu ada anugerah, dengan adanya kabut asap di Spore ini, para pelancong kabur pulang lebih awal tak sempat belanja di Singapore Great Sale, dan juga buat para warga Spore yang sudah bete bernapas dalam asap disana…

Mari mari datang saja ke Jakarta, selain udaranya lebih woke, ada pula acara Jakarta Great Sale yang nggak kalah bagus dibanding dengan Singapore Great Sale tahun ini 🙂

Advertisements