Berjongkok Harimau, Naga Tersembunyi…..

Siapa yang lebih pantas menjadi menteri keuangan didalam sebuah rumah tangga ?
Pasti sebagian anak baik baik akan menjawab, ” Nggak masalah siapapun, yang paling penting berkompeten !”

Well, jika dikau bertanya kepada emak daku, so pasti doi akan bilang Suami!..he.he.he…apalagi anaknya laki semua 🙂

Sudah menjadi kebiasaan turunan orang Quntien, suami yang memegang uang, istrinya diberikan uang belanja “secukupnya”.Well, secukupnya memang sebuah terminologi yang relatif,..

Itu bisa artinya secukupnya bisa beli mobil baru, apartemen baru, gonta ganti tas Elvi dan Bvlgari atau secukupnya yang berarti harus dicukup cukupkan untuk bertahan sampai akhir bulan.

Maklum saja, yang namanya belanja rumah tangga itu selalu ada pengeluaran yang tak diduga.

Jadi semua bergantung kepada kebijakan sorang suami dalam memberikan anggaran belanja yang sepantasnya.

Memang repot mengharapkan suami menjadi bijaksana, kadang doi sangat royal membelanjakan yang nggak nggak tapi giliran sama istri sendiri pelitsnya minta ampun.

Istri Quntien jaman dulu sih masih pada culun culun, mereka berusaha menutupi kekurangannya dengan banting tulang berjualan kue, atau jadi agen toto gelap..he.he.he.

Daku dengar seiring dengan perkembangan tehnologi, para istri yang punya suami pelits berhasil menyulap Kartu Kredit menjadi uang cash tambahan.

Caranya adalah membayarkan dulu belanjaan temannya dengan KK lalu sang teman membayar cash kepadanya jikalau perlu dengan diskon, mantap !

Jika dikau mengalami masalah kepelitan yang sama dan ingin mencoba ide ini, daku ingatkan yah, harap teliti dan pandai menahan diri, jangan sampai beli celana kolor suami orang lain juga dikau talangi, nanti bisa runyam deh akibatnya..ha.ha.ha.

Dan yang paling ditakutkan lagi pleh para isteri adalah, jika suami memegang uang berlebih, nanti tergoda untuk kawin lagi.

Oleh karena itu, logikanya seharusnya istri yang memegang kas negara, surpey membuktikan sengaco ngacoknya istri sangat jarang mendengar mereka mempunyai suami simpanan baru  bukan ? ha..ha.ha..

Saat Tuhan menciptakan Hawa, secara khusus ditanamkan gen teliti didalamnya, tentu ini berguna untuk menolong Adam yang cenderung kurang detail, makanya perempuan cocok untuk bekerja di bank.

So nggak heran, berbekal gen ini para wanita ingin mengambil alih tugas penting ini demi “kebahagiaan” rumah tangganya :).

Sekali waktu daku masih  pacaran dulu sekali, sang putri mengusulkan uang bulanan masing masing dikumpulkan alias disetorkan kepada doi, anggap saja sebagai simulasi Pemilu kan, so it’s okey kan ?

Gimana bisa menolaknya, itu bisa nanti diartikan sebagai kurang adanya kepercayaan, atau lebih parah lagi jika dikait kaitkan dengan cinta ? 🙂

Karena ini masih dalam percobaan, maka daku diperbolehkan minta uang kapan saja daku kehabisan uang, cukup bilang saja, sip kan ? 🙂

Tapi entah kenapa sejak itu uang daku selalu habis dalam waktu yang lebih singkat daripada biasanya, dan sesuai dengan peraturan, daku minta tambahan lagi.

Sayang disayang percobaan ini hanya sempat berlangsung 2 bulan saja,  sang bendahara keburu mencabut RUU ini.

Alasannya, Bandar gulung tikar karena nombok dari tabungannya, akhirnya hak mengatur uang sendiri sendiri diberlakukan lagi…ha.ha.ha.

Padahal daku sangat menikmatinya lho, maklum uang saku daku kan pas pasan..ha.ha.ha.

images from here

Peranan istri sangat penting bila punya suami yang super cueks dalam urusan duits..

Ada sedulur daku yang saking cueksnya, dompetnya kudu dicek secara berkala oleh istrinya, jika tidak bisa kejadian doi bawa mobil masuk tol giliran kudu bayar karcis, eh kosong sama sekali, bisa dibayangkan betapa memalukan bagi sang istri yang bisa bisa dianggap keliwatan pelits 🙂

Sekali waktu emak daku menyampaikan kabar yang memprihatinkan ada seorang tetangga ribut besar dengan istrinya lalu  minggat dari rumah.

Emak yang pernah mengalami Sanering Rupiah di jaman Soekarno bersabda :
“Kalo suami istri itu ribut besar ya cuman karena dua hal, kalo bukan uang ya selingkuh !”

Kabarnya,  dalam kasus ini sang suami diduga keras menggelapkan uang pendapatan dari istrinya dan ketahuan 🙂

Ini bukan fenomena yang baru deh..

Sejak masa kecil daku, emak suka cerita bahwa toko babe  sering didatangin oleh polisi atau pejabat lainnya untuk menitipkan sebagian uang gajiannya, bukan uang korupsi lho ya 🙂

Nah, alasan yang paling di curhatkan dengen memelas oleh para penitip uang adalah, supaya pas sampe dirumah disita oleh teroris eh istri .ha.ha.ha..

Masak sih mau beli rokok aja kudu mengajukan proprosal kepada istri ?

Ini kan sangat memalukan, sama aja dong seperti waktu kecil dulu, mau beli permen  kudu merengek rengek dulu sama emaknya.

Seperti pepatahan “Terlepas dari lubang cengkraman emak masak masuk lagi ke lubang cengkraman Istri”..ha.ha.ha.

Konon kabar, kata para suami yang menitipkan uang ke babe, istrinya mempunyai kemampuan parahnormal, semua saku baju dan celana digeledah, tak jarang terpaksa mereka menyembunyikan uang di kaos kakinya 🙂

Para lelaki boleh saja berbual bahwa sejak jaman nenek moyangnya, instink “berburu binatang” mereka telah diturunkan turun temurun, hanya saja perkembangan perabadaban sekarang perlahan lahan  mulai dilupakan.

Demikian pula para perempuan, insting  “berburu (kelicikan) suami” juga diturunkan, bedanya, kemampuan berburu mereka semakin bersinar  seiring dengan kemajuan peradaban manusia..hua..ha.ha..

Tapi sehebat hebatnya istri menggeledah uang suami, pastilah dimana mana penjahat eh suami lebih hebat dong yah ?

Daku yakin ada niat yang baik dan luhur dari perbuatan istri yang sekilas agak mengkawatirkan ini.

Menurut buku elmu politik yang pernah daku baca sekilas asal lewat, untuk melakukan sebuah gerakan terorisme, maka yang diperlukan adalah sumber dana, alias uang.

So kunci untuk mencegah hal itu terjadi adalah memotong sumber dananya bukan ?

Demikianlah para istri berjasa mencegah suaminya berselingkuh atau jajanan diluaran demi keselamatan sebuah negara eh rumah tangga.

Jika cuman ambisi doangan nggak punya duit mana bisa terealisasi ?

Kalo masih gak percaya sileh tanya sama para koruptor yang ditangkap oleh KPK 🙂

Tapi sayangnya sepintar pintar KPK, korupsi masih berjalan terus sampai sekarang walau terus tertangkap bukan ?

Sekali waktu daku penasaran dengan kemampuan  seorang suami  yang bisa lolos dari sensor istrinya selama puluhan tahun.Ini sungguh sebuah prestasi yang sangat pantas untuk dibanggakan mengingat kemampuan penyidikan sang istri sangat mumpuni dan pantas diberi penghargaan  DR HC, doctor honoris causa :).

Walau sang istri yakin suaminya tidak jujur dengan setoran bulanannya tapi tak pernah berhasil menemukan barang bukti, padahal semua barang yang melekat maupun yang tidak melekat pada suaminya sudah digeledah termasuk motor butut yang menjadi andalan suaminya kemana mana.

Memang mengherankan, walau punya mobil yang keren, sang suami masih tetap cinta dengan motor yang bentuknya tak sempurna lagi, alasannya sih semata mata praktis.

Suatu hari daku dapat bocoran data intilegen yang sekelas WikiLeaks, bahwa di lubang bekas speedometer motor yang sudah bolong itulah  sang suami menyimpan uangnya lalu dikamuflase dengan sumpalan tali rafia diatasnya.

Sebuah penyamaran yang sangat perfecto 🙂

BTW,  jikalau ada diantara dari dikau adalah seorang istri saat ini  sedang curiga berat dengan suaminya cinta mati dengan motor bututnya atau bahkan Mogenya (motor gede ) lalu ingin ikutan mempreteli satu persatu bagian motornya setelah membaca bagian ini, maap, daku nggak ikutan bertanggung jawabnya ya…ha.ha.ha..

** Judul diatas adalah terjemahan Google atas Crouching Tiger Hidden Dragon 🙂 🙂 🙂

Advertisements

6 responses to “Berjongkok Harimau, Naga Tersembunyi…..

  1. Dan daku salah satuyg setuju kalau mentri keuangan itu di jabat istri, tp approvalnya teteplah masih si suami, pembukuan kudu di cek juga sama suami 🙂

    • Ini kombinasi ya Cho..he.he.he. setuju Cho, yang enak sih gitu yah, tapi kadang ada yang gak mau gitu, masing masing umpetin duitsnya.ha.ha.ha.

  2. ha ha.. gen yang muncul pada diriku agaknya gen yang resesif nih…
    Aku nggak suka pegang uang dan ngatur uang. Jadi gajiku lebih baik kukasih ke suami biar dia yang ngatur… sementara aku bisa fokus pada yang lain dan cukup hanya bawa uang jajan harian saja.. *secara dia mantan seorang accounting dan audit yang sudah pasti lebih teliti ..ha ha..

    • Nampaknya kita ini rada rada mirip Made, daku juga demikian, istri daku yang ngurusin semuanya sebab doi kerjanya sebagai financial controler 🙂 dan daku nggak mau pusing dengan urusan duit, secara daku gak punya banyak maunya..ha.ha.ha.

  3. Jadi inget si Ujang, mantan karyawan babeh yang selalu nyimpen sebagian duit gajinya di satu kotak di bengkel babeh. Soalnya kalo dibawa pulang semua langsung dijarah sama istrinya. Sampe-sampe pas dia beli hp juga harus ngaku-ngaku itu hp inventaris dari babeh karna takut dijarah juga.
    Kebangetan ah bini kayak begini mah……. penodong bukan penolong namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s