The Lord of the Mencrets…..

O(h)PENING :
Only in Indonesia, mencret mempunyai konotasi yang bagus..
Sering  emak di  kampung Jakarta membawa anak bayi 6 bulannya sedang diare, membahasakan penyakit sang anak sebagai “Indah”.

“Apanya yang indah Buk ??”.

Mau ditilik dari segi manapun juga yang namanya Diare itu berantakan dan bau, sama sekali nggak ada indah indahnya.ha..ha..ha..

Dari bermilyar milyar foto narsis diri yang ditayangkan di dunia maya, ada emang dari dikau sekalian yang demen memamerkan makan yang akan disantapnya hari ini juga memamerkan diarenya ?.ha..ha.ha..

Atau adakah dari dikau sekalian merasa dirinya berbakat di dunia fotography yang menjadi Diare sebagai obyek diri yang sangat menarik untuk diabadikan ?

Satu satunya foto lengkap tentang  diare itu cuman ada di jurnal kedokteran saja…ha.ha.ha..

 image from Zazzle

Jadi didunia ini hanya ada satu pekerjaan yang paling apes yang menghasilkan duit banyak, yakni jadi dukun anak.

Para emak di Indo nggak segan segan membawa pampers atau celana kolor anaknya yang berlumuran eek untuk dipamerkan kepada dokter anak lalu membayar mahal kelakuannya itu.ha.ha.ha..

Ada lagi orang tua mengatakan bila anaknya sedang belajar duduk biasanya terus diare, katanya “Itu mau pintar”.

Berarti kalo mau jenius kalo Einstein kudu muntah berak dong ?..ha.ha.ha.

Trilogy 1:: Akibat di Tergoda oleh Istri..

Alkisah suatu sore yang indah, Haniswiti ngajak ngedate makan nasi goreng  kambing di jalan yang menjadi jalur sutranya kami lewati jika akan pulang.

Sudah sering kami  lewats disitu pas malam, ramai sekali yang makan, mobil motor berjejeran, khas jajanan kaki lima.

Sebuah gerobak lusuh sangat sibuk menyajikan makanan.Istri selalu ngajak nyicipin masakan disitu, pastilah enak karena ramai yang  makan.

Karena nggak tahan iman daku digoda istri, maka suatu malam yang romantis kami coba juga makan disana.Sekilas daku memperhatikan cara mbaknya mencuci pecah belah bekas makan.

Tampak didalam sebuah baskom plastik  hitam terendam semua alat makan dan dengan sebuah kain putih yang sudah lusuh dilaplah piring dan sendok itu, tak jelas pakai sabun atau tidak.

Kontan saja daku  “Nggak jadi ah, jorok nih orang jualannya  !!!”..
Haniswiti Hawa merayu ” Masak sih Pa, orang segitu banyak makan disini, kalo kenapa kenapa mana ada yang mau makan disini ?”
Iya yah masuk akal juga sih..he..he..he..
Begitulah seperti Adam, daku nurut saja.

Saat pesanan kami datang, daku hapus tepi piring yang agak basah dengan jari tangan, masih berminyak , jelas ini tak dicuci dengan layak dan sepantasnya.
Ya sudahlah tanggung, daku hanya berdoa saja, meminta perlindungan Tuhan yang Maha Kuasa, Amin.

Lalu kami menyantap, dannnn ternyata istriku sehat sehat saja berkat doa daku.
Demikian juga daku, itu 4 hari kemudian, setelah daku sudah sembuh dari diare sialan itu ..ha..ha.ha..

Sejak itu istri kapok ngajak makan disana…
Sebenarnya nasi gorengnya  biasa saja, tapi sambelnya memang enaks temans.

Suatu ketika daku masih kuliah seorang prens yang terkenal kuat perutnya memanggil  “Ed, sini liatin rujak ini ya” *sambil menunggu di hinggapi lalat disebuah tong sampah* “Nihhh.aku makan !!”

Itu dilakukan berulang ulang dengan memastikan lalat ijo segede gaban  itu mencloknya lama di atas rujaknya.
“Kalo sampe aku mencret, ‘tak kasih uang Cepekceng” doi dengan mantap, dan memang doi baik baik saja 🙂

Moral of the setori :
Jangan gampang kena rayu istri.he..he..he..
Kalo mo jajan jangan lupa liat cara cuci piringnya dan sumber airnya, kalokaya tukang jualan, yang airnya cuman seember kecil doangan.

Apr 29, ’08 10:14 AM for everyone


Trilogi 2 :: Akibat Berbagi Hepinessssss
Suatu sore, pasien daku Tinting datang dengan badan yang lemes.
Doi cerita di lantai doi bekerja hanya sisa 1 dari 23 orang yang masuk kerja hari ini, bahkan OB alias Office Boynya ditemukan pingsan di kamar mandi karena kena muntaber lalu diboyong ke RS.

Sehari sebelumnya, ada prens doi yang ultah yang membagikan kebahagiaan lewats nasi kotak, semua tentu saja menyambut dengan riang gembira mengisi perut yang sedang kelaparan.he..he.he. gratisan, mana tahan :)).
Hanya seorang saja yang menolak, karena sudah keburu makan bawaan dari rumah.

Keesokannya,  doilah satu satunya yang selamat dari wabah diare karena keracunan makanan itu.
Waktu sang teman masuk kantor terheran heran kenapa sepi sekali, disangka doi bakal dikerjain April Mob sama prens sekantornya…ha.ha.ha..

Terus ada lagi sekali kejadian, seorang temannya yang biking masakan spesial, biasalah nona nona selalu ingin memamerkan hasil karyanya dan mensyernya dengan rekan sekantoran.
Semua kebagian irisan daging yang dimasakknya, nggak sampe sejam kemudian semua pada muntah muntah masuk ke RS dan di infus..hi..hi..hi..

Daku jadi ingat cerita Asterix dan Obelix ,Royal Food Taster  di jaman Cleopatra.
Demi kesehatan sang ratu doi kerjanya cuman menyicip makanan yang akan di santap oleh sang ratu nan rupawan.
Tapi nyawa taruhannya, sebuah pekerjaan ringan yang sangat berbahaya bukan ??

Di kantor Haniswiti sudah beberapa kali kejadian wabah diare, sampai sampai pemilik cathering ketakutan, gimana nggak takut polisi aja datang lho.

Bayangkan saja, setengah kantor yang jumlahnya sekitaran 300 orang kena diare, dan yang KO beneran sampai nggak bisa masuk ke kantor sekitar seperempatnya, bahkan ada beberapa masuk ke RS karenanya.
Semua ongkos berobat doi tanggungkan untuk orang yang diare sampai masuk ke RS.

Sejak itu cathering yang disediakan kantor sepi dari pengunjung, akhirnya diberhentikan sebelon term nya tiba.
Walau daku rada sebel karena istri daku tercinta kualat kena diare kali ini, daku merasa kasihan dengan pemilik catheringnya, pasti bangkrut deh, mana  untungnya tipis.

Daku sendiri sering memperhatikan suka ada catering pernikahan, mas mas yang menyiapkan menu masakannya di suatu ruangan, astaga kadang jorok nggak keruan..
Alat alat asal ditaruh dilantai saja, yang sudah basah dan kotor karena mereka sibuk lalu lalang mempersiapkan masakan.

Yang mereka pentingkan adalah penampilan makanan diatas meja, memberikan kesan yang bersih luar biasa.
Makanya daku sih ogah makan sayur sayuran lalap lalapan atau selada seladaan, suka ngeri.

Moral of the Story:
Hati hati membagi makanan sama temans, salah salah dikau jadi tersangka meracuni temans..he..he..he..
Apr 29, ’08 10:15 AM for everyone

TRILOGY 3 :: ” We make Diare Not War “..
Kadang daku suka dapat pasien Foreigners yang nongol di warung daku karena kena diare, biasanya heboh banget muntahber alias muntah beraknya sampai lemes banget.

Biasanya doi belon lama main di Indo dan diajak jajan di tempat yang dianggap cukup bersih, tapi kenyataannya ususnya masih terlalu rentan dengan biang keladi diare di Indo.he..he..he.

Jadi kalo dikau berencana mau meracuni prens dikau bule  dari countries yang bersih bersih dengan cara yang sangat elegan.
Ajak saja makan seafood di warung tepi jalan, espesially yang ada diatas got begitu doi sampe di Indo..he..he..he.
Daku jamin doi nyawanya nggak akan tahan lebih dari 2 hari kalo dibiarin.hi..hi..hi..

Sepupu istri menikah dengan bule Amrik, di malam pengantennya teler diare seusai pesta sehingga daku diminta ke
rumahnya tengah malam, untung saja besoknya udah bisa melanjutkan perjalanan honeymoon  ke Quntien.

Demikian juga dengan kejadiannya prens daku yang kawin sama bule Ostrali, pada malam pengantennya mereka malah bolak balik ke dukun  mengantar sedulur sang penganten pria KO dirawat karena diare hebats.
Kesian deh, inilah yang namanya Kenangan Jorok di malam pertama..ha..ha..ha..

Yang mengherankan saat daku ikut riset di sebuah RS yang sangat joroks menurut takaran daku.

Ada 2 mahasiswa bule Belanda yang sedang magang dengan gagah berani menaruh gelas kopi yang mau diminum lagi di lantai RS yang penuh pasien diare itu..

Daku penasaran ” You never have diare ah mister? “, ternyata bukan itu saja doi makan segala macam sayur asem dan makanan lainnya di warung samping RS dan nggak pernah diare.he..he..he..sungguh sakti.

Mengapa tak ada pabrik jamu yang promosi Jamu Tolak Mencret khusus buat foreigners ya ?
Daku yakin jika dipasarkan di aiport, bisa laku keras kali ya..hi..hi..hi..
Tapi kata prens daku mas Sapto, niat baik ini bisa berbuah Indo kena Travel Warning lagi deh..ha..ha..ha..

Dan jika ada cowboy yang menantang dikau berkelahi duel pake pistol sampai mati, jangan diterima, itu sama sekali tidak beradab dan dikau akan mati konyol.

Sebagai orang Timur yang santun, ajak saja doi beradu makan pecel lele di warung  or jajanan ditepi jalan alias kaki lima, daku jamin doi bakal modar dengan baik baik ” We make Diare Not War “..hi..hi..hi..

TIPS:
Untuk orang Indo yang tinggal lama di luar batang, Ini tips rahasia dari prens daku, Adisuria yang sangat berharga, begini sabda doi :
“He he he he he he he he he he . makanya kuman indo-nya di piara kalo tinggal di luar negeri . sebulan sekali di kasih jatah sambel bajak pake pete & lalap jengkol, plus ikan asin jambal & nasi anget . jaminan waktu pulang ke indo, sehat seger “.

Sambung Adi lagi:

” Mbah Dukun, satu lagi tips & trik dari orang luar batang di kampung nyempil ini (diterapkan oleh daku & teman daku) jikalau pulkam .
yaitu minum yakult & sejenisnya 2 hari sebelum keberangkatan . ini utk menguatkan pertahanan perut & dubur . he he he he he he . ndak tau inibeneran atau efek placebo doank . nyang penting mantebz & muzarab  : “..

Bravo ..pantas di coba memang !
 Apr 29, ’08 10:14 AM for everyone
Advertisements

20 responses to “The Lord of the Mencrets…..

  1. mwhahaahahahahahahaha…. postingan yang kocak. Tentang perantau Indonesia, ada saran lain yang pernah aku dengar mbah. Kalau pulkam jangan langsung hajar makanan pinggir jalan. Tunggu barang sehari dua hari. Setelah itu baru puas2in makanan jalanan.

    Ada juga yang minum pil anti Tipus atau apa gitu.

    Aku pernah kualat sama bojoku. Doi lagi ada urusan di Konjen US. Aku nunggu di dalam taksi. Eh ada mbok mbok jualan jajan di tenongan. Tenongan disunggi. Aku panggil dia. Milih ini dan itu, supir taksinya aku tawarin sekalian. Bahagia banget aku rasanya. Makan blas bles nyam nyem nyom. Nikmatlah intinya. Gak lama kemudian bojoku masuk taksi, urusan dia udah kelar. Trus doi nanya, makan apa tuh. Aku bilang “jangan ikut makan, kamu kan baru datang. Ntar perutnya berontak. Kalau aku ndak apa apa, udah biasa”
    Yo wis, dia cuma nontonin bininya capluk2 nikmat.

    Taksipun menuju ke pusat kota, brenti di salah satu mall. Di sana, lagi lagi aku beli kue2 basah. Lumayan banyak. Aku makan sendiri. hahahahahaha…

    Enggak tahunya, aku malah diare. Bujubuneng. Kualat deh.

    Tentang orang kantor yang sakit 23 biji, ntu nasi kotaknya ada yg rusak atau gimana?

    • Ha..ha.ha..dikau nekads sekali nyomot sana sini baru tiba , kalo daku malahan liat butuh waktu sampe 2 minggu lho baru aman makan di emperan jalan Via..he.he.he.malahan dalam 2 minggu itu makan di resto mahal aja masih bisa kena diare lho..he.he.he.
      Yang sering biking diare di nasi kotak itu biasanya adalah Sambel goreng, acar, atau sayuran bersatan.

      • Mengenai masakan2nya, oooo mungkin karena cepet basi ya, ditambah lagi udara lembab di Indonesia yang bikin makanan cepet basi.

        Aku kalau bikin makanan yang cepet basi, kalau gak abis, biasanya aku simpen di freezer. Jangankan makanan yang cepet basi, wong rujak aja aku simpen di freezer bahkan sampe nasi kuningpun dimasukin freezer. Hahahahahahaha… Gak mau rugi, gak mau buang buang makanan.

        Ntar kalau pengen, baru dipanasin.

      • He.he..he.kalo tukang catheringnya seperti dikau, nggak ada kejadian keracunan makanan Via, justru masalah mereka adalah soal penyimpanan, saat disajikan sudah tidak segar lagi tapi belum beda rasanya, akibatnya massal kelojotan..he.he.he

      • Mustinya kalau gak segar, bisa terdeteksi dari rasanya. Apalagi masakan bersantan, kerasa banget Ed.

        Di sini gak bisa sembarangan bisnis katering. Ada ijinnya, pihak otoritas terkait ngadain sidak. Kalau dapurnya gak beres, bisa ditutup tuh usahanya.

        Aku pernah denger cerita tentang satu toko yang dikelola orang Indonesia di NYC, kotanya Elika. Toko itu dulunya sering jualan barang titipan berupa makanan yang dibuat oleh orang2 Indonesia. Tentunya makanan yang diolah di rumah ya, bukan dioleh di dapur komersial yang memiliki ijin dan bersertifikat.

        Pas ada sidak, apes deh tuh toko, dibuang semua tuh makanan barang titipan. Sejak itu pihak toko ngeualnya hanya hari Sabtu Minggu. Kan kalau weekend hari libur, gak ada sidak.

      • Makanya daku sangat tidak respek dengan pihak yang berwenang soal keamanan makanan, tidak seperti disana, disini mah benar benar parah deh, makanya kesian bangets, masa orang asing mau hepi hepi main kemari eh, nyawanya terancam karena saking joroksnya.

        Oh ya yang lucu lagi, ada yang diare dimari terus membawanya pulang ke negeri bule, diobatin sampe sebulan gak kelar kelar padahal kalo dimari, sehari juga sembuh..ha.ha.ha..

      • Hahahaahaha…..
        Entah kuman Indonesia yang sangat kuat, entah obat bule yang gak canggih entah perutnya yang belum terbiasa.

      • Itu orang Indo lho, propesor bule nggak ngerti pola kuman di Indo, jadi doi bahan percobaan periksa macam macam dan diobservasi lagi, kesian bangets deh..ha.ha.ha.

        Makanya kalo diare dimari kudu ke dukun dulu sebelon balik ke kampung bule daripada menderita sia sia nantinya 🙂

      • O iya Ed, jadi inget tentang sekolah dukun di mari. Katanya kalau dukun lulusan sini, kalau puang ke Indonesia kudu sekolah lagi (entah berapa tahun). Semacam adaptasi atau apa gitu.

        Karena penyakit di sini dan di sana kan gak sama yah. Di sini mana ada gudiken, panu kadas kurap. Hahahahahaa… Kalau ada yang kena, diobservasi serius. Padahal kalau di Indonesia, kena panuan digosok ama lengkuas dah beres.

      • Itu adaptasi namanya Via..ha.ha.ha..siapa yang pernah cerita dulu, ada pertemuan orang Indo di negeri bule, belakangan ketauan ada yang TBC, semua orang yang datang diciduk untuk dicolok ke lambungnya cari kuman TBC, sampai heboh, pake diisolasi segala, kesian bangets deh..ha.ha.ha..disini mah, yah orang cueks aja..ha.ha.ha..

  2. kenapa juga pasiennya namanya tinting sih? *ga rela disamain..

    ku udah ga berani makan sembarangan sekarang deh, suka diare, dan kalu lihat kog ga selera ya.. apalagi di kawinan, pasti yang ku cari itu buah..

      • kecuali ku tahu katering siapa, ku punya daftar katering enak kalu di kawinan.. biasanya buah yang utuh ku ambil deh jeruk ato pisang.. air sih jarang banget.. serem aja lihat dapurnya.. *tanteku kan buka katering jadi tahu deh isi dapurnya kaya gimana..

  3. syukurlah saya jarang-jarang kena mencret ( semoga terus-terusan begitu).. tapi memang ada teman expatriate yang bilang kalau dia mengamati di Indonesia ada 2 penyakit yang selalu menjadi alasan jika ada teamnya yang nggak masuk kerja.. kalau nggak radang tenggorokan pasti mencret…. he he. Apa benar ya itu kasusnya yang paling tinggi?

    • Memang betul Made, ISPA dan Gastroenteritis emang dua juara sejati di Indo apalagi pas musim pancaroba, alasan yang bagus buat alpa..ha.ha.ha.

  4. kasian amat, hehe lain kali harus sedia obat mencert atau melakukan antisipasi dengan makan obat tahan mencret dulu hehe

    • Maksud dikau pengantennya Tina ?..he.he.he.baiknya datang ke Indo beberapa minggu sebelumnya untuk menyesuaikan diri dulu dengan kejorokan ala Indo 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s