18+: Inilah sebab mengapa Promosi Kondom Gagal Melulu ?

Daku masuk ke apotik minimarket yang rame itu, menuju ke Kasir bagian mini market yang menjual obat bebas dan alat kesehatan lainnya.
“Mbak mau beli permen karet ..” tapi doi sedang sibuk menulis nota pembelian obat bebas seorang ibu.
“Disini nggak jual permen karet. !!! ” Mbak kasir ketus, tanpa mengangkat kepalanya sama sekali.
Hm, nggak sopan sama sekali nih..he..he.he..

Satpam yang berdiri tak jauh disitu dan ibu yang sedang belanja juga menatap daku dengan tatap aneh.
“Lha yang ada dibelakang mbak apa ?” daku sambil menunjuk.

Si mbak mengangkat kepala lalu mengikuti arah telunjuk daku sedang melempeng.
“Oh itu, sebentar ..??!!.” doi menunduk lagi meneruskan pekerjaannya.

Satpam disebelah daku mendadak pura pura baca koran, ibu yang sedang belanja itu tiba tiba tersenyum simpul seperti berusaha menyembunyikan perasaannya saat daku menatapnya ramah sambil tersenyum manis.

Kerna kelamaan, daku tinggal kelilingan minimart yang kecil itu liat liat,lalu kembali lagi, ah doi udah available..
“Coba liat yang itu mbak, yang mereknya *Sempoerna*..” daku, maap yah daku nggak boleh promosi disini, soalnya nggak dibayar…ha.ha.ha..
Lalu si mbak menunjuk ke arah barang yang daku secara asal asalan, acak, kayaknya nggak niat.
“Yang ini ???” Mbak.
“Bukan” daku.
“Yang ini ???” Mbak.
“Bukan, yang itu lho, mereknya *Sempoerna *..” daku sembari menunjuk terus.

Singkat kata doi mengasihkan daku 2 kotak kecil barang yang daku minta..
“Cuman segini stoknya mbak ??”
“Iya pak, nggak ada lagi..”
Yahhh.cape cape ngantri.he.he.he.

Well, membeli alat keperluan pribadi yang bernama Kondom di Indo yang berbudi pekerti dan sopan santun ini adalah pengalaman yang menarik.

Walaupun lelaki adalah kaum yang gagah perkasa di negeri ini, tapi kalo urusan beli kondominium maka doi suka galau.

Prens daku seorang dukun feremfuan terpaksa yang beliin jatah tahunan kondominium buat sang suami, secara sang suami sangat pemalu untuk membelinya sendiri..

Sebenarnya daku pengen mengikuti jejak suaminya yang cerdas mendelegasikan urusan “sepele”  ini kepada  istri sebagai kepala rumah tangga..he.he.he.

Eh jawabnya malah gini “Emang yang perlu mau pake siapa ?” Hani Switi.
Well,  pertanyaan ini tentu dikau sudah mahfum akan  jawabannya, jadi tak perlu daku perpanjanglebarkan lagi..ha..ha.ha.

Bayangkan saja, lelaki yang punya SIM alias Surat Ijin Mengemudi Istri resmi aja masih segen gimana yang nggak punya SIM eh SIMI ?..haha.ha..

Salah satu kelemahan dari pemakaian kondominium adalah kehabisan  disaat saat genting karena dikau nggak mungkin menggantikannya dengan plastik wrap ha..ha.ha..

Karena jumlah stok tak mencukupi, daku mendatangi apotik langganan yang pegawainya hampir semua kenal baik dengan daku..

Kita sering menjuampai SPG yang merayu rayu konsumennya untuk beli produk personal perempuan dimana mana.

Tapi tak pernah daku temukan adanya SPB alias Sales Promotion Boy apalagi SPG produk kondom sehingga konsumen mendapatkan pencerahan, nggak seperti mbak Kasir diatas yang jutek bangets  🙂

Nggak heran jika sebagian lelaki lebih suka membelinya di gerobak obat di tepi jalan yang mana penjualnya umumnya adalah lelaki juga.

Coba saja ada SPBnya rasanya coversation ajaib  dibawah ini nggak perlu terjadi..

“Mbak, mana yang paling paling bagus nih..” daku
“Ih, pak doc kan lebih tau..” mbak penjaga sembari terkikik kikik.

Beli kondominium kan beda banget dengan membeli pakaian, dikau nggak bisa mencobanya dulu di fitting room.hua..ha.ha.ha.
Benar benar seperti beli kucing dalam karung eh beli karung didalam kucing..ha.ha.ha..

“Kalo yang paling laku yang mana mbak ??” daku.
“Ya tergantung selera masing masinglah pak Dok.” mbak penjaga masih terkikik kikik makin rame disambut sama mbak penjaga yang lainnya sedang ngumpul.hm, kok jadi rame yah ???

Well, jadinya daku membeli beberapa merek yang berbeda, dari merek yang sering muncul di tipi sampe yang merek dagang international, yang konon masih Impor langsung dari negara aselinya..

Beberapa hari kemudian  daku balik lagi ke apotik itu lagi buat beli obat…
“Eh simbak, kok kemaren nggak bilangin kalo yang merek yang international ini bisa biking kedodoran sih ?” daku * nampang serius*..he.he..he..

“Yah pak, mana kita tau, kan nggak pernah pakenya..” mbak penjaga terkikik kikik

Hasil survey sebuah perusahaan kondom, kebanyakan lelaki  hanya menghabiskan waktu 7 detik untuk memilih kondom.

So, sangat disarankan untuk tak terburu-buru saat membeli kondom di apotek. Gunakan kesempatan untuk menanyakan kelebihan dan kekurangan setiap merek sebelum memutuskan membeli. (kutipan)

Teori ! 🙂
Coba saja dikau berpanjang lebar nanya ini itu kayak daku, bisa bisa dikau dianggap genit 🙂

So yang dapat dilakukan oleh para lelaki adalah membeli secepatnya, keep your mouth shut dan menyingkir dari tempat jualan itu..ha.ha.ha..

Sekali waktu daku iseng menelpon salah satu distributor kondominium Jepang yang cukup mahal, daku membelinya asalan saja sebab di apotik yang daku datangin, adanya cuman itu.

Yang angkat telpon seorang perempuan.
Eh, doi sangat piawai dalam urusan ukuran kondominium segala merek, daku sungguh tersepona.
“Kondom Ninja cuman ada 2 ukuran pak Dok, Normal dan Extra Large dan itu dicantumkan dalam ukuran length dan width”
“Oh gitu, emang kondom itu nggak ada ukuran S M L ?”
“Ya nggak ada, kita cuman punya Standar dan XL”

Actually, selain ukuran  Standar, masih ada yang ukuran lebih kecil lingkarnya yang disebut snugger fit alias Cerdas/Pintar Fit ?
Hm  kalo demikian yang ukuran L mau disebut apa dong ? Dumb Fit ?..ha.ha.ha…

Mungkin terjemahan yang lebih pas untuk Snugger adalah small but compact, ribet, Small  mah Small aja kenapa ?…haha.ha..

Ternyata 50% dari 3000 pemakai kondom yang disurvey pada sekali waktu mengeluh kalo kondominium yang dipakainya nggak pas, entah kesempitan banget sampai kedodoran bangets.
Nah mau nyuruh orang pake kondom aja susah, ditambah masalah seperti ini lagi.

Yang namanya program Kabe pemerintah, tentu saja yang tersedia  ya cuman ukuran Standar, jika ternyata nggak Srimpit*, itu sih salah lo sendiri, lagian ngapain sih punya bentuk aneh aneh !..ha.ha.ha.

( *baca: Slim Fit versi mas mas yang jaga toko batik Keris 🙂

Belum lagi soal tebal tipisnya kondominium juga sering jadi masalah, yang sekarang ini banyak beredar ketebalan 0.02 mm sebagai yang tertipis.
Terkini ada kondom 0.01 mm yang memecahkan rekor baru, hanya saja memakainya aja agak ribet saking tipisnya, konon inilah kondom tersempurna saat ini.

Kondominium_0002

Penerangan soal penggunaan kondom di puskesmas waktu coscap junior : “Ingat ya Bu, ujungnya jangan digunting ya, jangan pula dipakeinnya di jempol tangan, nanti tetap hamil !” ini beneran kejadian..ha.ha.ha..

Jadi jika ada yang menganggap Pekan Kondom Nasional tak ada hasil selama 7 tahun, daku setuju, bahkan bisa dikatakan gagal sejak program Keluarga Berencana dicanangkan oleh pak Harto jika mau dilihat dari jumlah statistik pemakainya dibanding alat kabe lainnya.

Penyebabnya yaitu, lelaki lebih egois dan mau enaknya saja karena so pastilah memakai kondom berbeda sensasinya, maka tak heran perempuanlah yang jadi korban lagi disuruh minum pil atau disuntik…he.he.he.
So bisa dikatakan para pemakai kondom adalah orang  yang bertanggung jawab atas perbuatannya :).

Sekali waktu ada pasien lelaki datang berobat setelah ‘dijamu’ gratis oleh seorang kontak FBnya yang cantik, katanya.

“Pake kondom nggak Bro ?” , tentu jawabannya tidak, apesnya lagi doi dapat hadiah penyakit yang cukup parah.

Jaman semakin maju tapi pengetahuan para lelaki tentang penyakit masih gitu gitu aja, dikiranya penyakit kelamin itu gampang bangets, tinggal minum obat sebiji semua masalah akan sirna.

Seperti pada keliwatan pede nggak sangka bisa kena HIV/AIDS seperti yang dialami oleh pasien lelaki muda lainnya, si Bam.

Bam datang beduaan dengan Bot sohibnya, begitu si Bam terbukti kena AIDS daku minta si Bot periksa darah juga.
“Nggak usahlah Dok, pasti daku juga kena, wong kita suka syering perempuan sama sama nggak pake kondom” Nah lo..

Belum lama ini daku ngobrol dengan seorang  pasien penggemar Karoke plus, mendongengkan situasi terkini dari dunia perkarokean plus plus, singkat ceritanya kondominium sudah tercakup dalam transaksi perbankan…he..he.he..

Daku sebagai seorang dukun cukup senang mendengar kabar menggembirakan ini, “Selain perempuannya gak mau, kita juga takut bawa penyakit pulang Dok !”
Beautiful.

Sekali waktu ada seorang pasien emak emak, bercerita bahwa doi memaksa menempatkan beberapa buah kondominuium ke dalam dompet anaknya yang masih SMA.

Keruan saja anaknya marah marah “Apaan sih Mak, yang nggak nggak aja deh” tetapi sang emak tetap insist, doi yakin anaknya memang tidak berniat tapi doi kawatir jika saat setan sedang lewat.
” Daripada ntar anakku ketularan penyakit atau ngebuntingin anak orang, itu jauh lebih parah pak Dok !”

Ini terjadi setelah si emak melihat berita  survey di koran tentang anak SMA yang sudah mulai berhubungan seks dengan pacarnya.

Apakah promotsi kondom di kampus ada sesuatu yang salah ?

Tidak juga menurut daku sebab menurut penelitian sekitar 20% mahasiswa telah melakukan hubungan seks diluar nikah, ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, menurut Prof Sarlito Wirawan.

Semoga saja mereka sudah lebih cerdas untuk tidak malu membeli kondominium online di internet sehingga di saat memerlukannya bisa dipakai.
Apakah dengan mempromosikannya ke kampus maka yang belon pernah berhubungan seks lalu beramai ramai akan mencobanya segera ?

Not that simple.

Justru kaum lelaki lebih bangga tidak memakainya jika berhubungan seks dengan perempuan “Gue dong, gak pake gitu gituan” begitu biasa komen yang terdengar.

Tidak sekedar ada kondom lalu orang mau memakainya atau menyalahgunakannya.

Makanya saat daku melihat ada foto kondom bisa diambil bebas di CITOS mall, dan nampaknya cukup banyak juga yang mengambilnya, ini adalah perkembangan yang menakjubkan.

foto milik Detik.com

Butuh keberanian yang luar biasa untuk berani naik keatas dan mengambilnya, apalagi di foto itu adalah seorang perempuan (remaja ?) bisa dilihat disini

Well, menurut daku yang seharusnya menjadi target promosi kondom adalah kaum perempuan, karena merekalah yang umumnya penanggung penderitaan jika terjadi sesuatu dalam hubungan seks, di dalam apalagi luar nikah.

Semoga saja dikemudian hari para perempuan sekata hati bersuara “Pake ini dulu, kalo gak mau jepit aja dipintu  sendiri sana”..ha.ha.ha..

Gagal tidaknya program Kondom ini tak selalu bisa dinilai dari angka…
Karena manusia itu tidak sekedar 1 angka statistik, jika hanya bertambah 1 orang saja yang pakai bisa menyelamatkan 1 keluarga dari penyakit menular atau kehamilan tak perlu dan bila itu menyangkut orang terdekat dirimu, mungkin baru dikau mengerti dan bersyukur 🙂

Tentu saja ada cara ber Kabe  secara Alamiah, biasanya itu lebih rumit lagi  dan hanya bisa dilakukan oleh pasangan yang telah menikah diatas 5 tahun  yang pandai mengontrol diri.

Begitulah, ini pandangan daku selaku dukun praktek 🙂

Advertisements

44 responses to “18+: Inilah sebab mengapa Promosi Kondom Gagal Melulu ?

  1. Kondom emang mesti di-branding ulang, biar orang-orang yg emang perlu pakai ngga malu pas beli di apotek. 😀

    Emang beda beli kondom di Indonesia sama di Belanda. Di sini mah, ngga ada yg peduli mau kita bengong merenung mau beli yg mana di depan rak berisi berbagai jenis merek. Nanya juga ngga bakal diketawain :-p.

    • Katanya Belanda adalah negara yang paling sukses berkondom dan sering dijadikan contoh disini, misalnya kondom gratis disediakan di WC umum, kalo disini mah DITILEP …ha.ha.ha..

      • Kayaknya yg gratisan udah ngga ada deh…di belanda mah bisa langsung habis tuh, org belanda kan hemat2.

        Mungkin krn di sini kondom itu identiknya sebagai alat KB yg paling praktis (kalau yg lain kan mesti konsul ke dokter dulu) makanya ngga malu buat beli. Mau yang beli perempuan atau laki-laki, ngga ada yg ngeliatin. Oh bedanya lagi, apotik/toko obat di Bld ngga pernah tuh ketemu kondom yg aneh-aneh, yg premium itu biasanya yg tipis hypoalergen, ngga kaya di Indonesia.

      • Oh ya, kalo gitu salah info dong koran disini, sebab dibahas beberapa saat lalu saat PKN 2013 ini diancam kalo gak diberhentikan karena dianggap salah sasaran oleh berbagai pihak , you know 🙂

      • Sebenarnya variasi bentuk kondom tuh cukup banyak ada yang bener bener Srimpit ( kata mas penjual batik..ha.ha.ha.) Slim Fit sesuai dengan bentuk anatomi organ pital lelaki, Durex tuh jagoannya 🙂

  2. ga pernah pake dan ga pernah beli.. tapi pernah disuruh beli sama adik yang malu.. katanya “mbak kan urat malu putus, beliin kondom dong”.. amit amit..
    ehtapi, mo tanya nih, pakdukun begituan sebelom nikah ga sih? *kepo..

    • Ha..ha.ha..jadinya dibeliin gak Tin ? Wah, kalo daku mah sudah tak terhitung lagi Tin, kobok sana kobok sini..ha.ha.ha…kalo gak malah dimarahin, gak lulus ujian bagian Obgyn katanya..ha.ha.h.a.

      • hahaha.. dasar pakdukun..

        ya ga dibeli lah.. ogah amat beli buat dia.. ku bilang beli sendiri, kalu ga mo beli ya udah “keluarnya diluar gitu”.. aahh bahasa..

      • Ha..ha.ha..makanya, promosi kondom itu tak otomatis membuat orang akan memakainya Tin, rasa malu mengalahkan akal sehat..ha.ha.h.a

      • padahal kalu udah nikah ga perlu malu ya beli kondom.. kecuali ada rasa salah..
        pernah nemu dimana gitu di toilet hotel dan mall kayanya.. tapi bukan di indonesia, ada satu kotak bisa diambil gratis deh macammacam kondom.. juga rasa dan bentuknya.. temenku nemu aja tuh kondom yang light in the dark rasa leci.. iihh jadi koleksi aja..

  3. wuaaha ha ha… detail amat pengamatannya, Pak Dok ini.
    kebayang gimana tuh gayanya kebanyakan orang kalo harus beli di Supermarket….pasti clangak clinguk , tengok kiri kanan, lalu cepat-cepat ambil dan sembunyikan di keranjang belanjaan tanpa nengok lagi apa merk dan ukuran ataupun flavournya he he

    • Wakakak sad but true Made, entah kenapa cukup banyak pemakai kondom nggak merasa pede jika belanja kondom yah, kecuali yang rada iseng seperti daku..ha.ha.ha.

    • He..he.he..begitulah emak emak, kalo nggak begitu bisa bisa doi nggak bisa tenang dirumah selama anaknya pergi pergi 🙂 Kasih Emak emang Luar Biasa 🙂

  4. Gw santai aja sih kl beli kondom.drpdga pake. Itu dulu sih. Skrg dah santai… dan aman ga usah pake kb apapun. Wkwkwkwk

    Tp emang kudu dibiasain di indo. Drpd kenapa2.

  5. Dulu waktu semester awal pas pelajaran medik bedah dasar disuruh bawa kondom buat latihan sirkumsisi. Temen2 cewek juga banyak yg nitip entah beli berapa dulu. Alhasil ada satu kondom lebih nyelip di kantong jaket. Entah kenapa hari itu ibu kos baik banget ngerapiin kamar dan cuci baju2 kotor, skip skip skip, besoknya ibu kos udah nangkring di bawah tangga waktu saya pulang kuliah. ” Ris, ini punya kamu tdi nemu di kantong jaket”. Apa isi pikiran si ibu ga pernah tau sampai sekarang, padahal saya perjaka ting ting et causa ga laku laku. Hiks.

    • Ha..ha..ha…jodoh dikau bakalan tambah berat kalo si tante meniupkan gosip tentang penemuan ‘benda keramat’ di kantong dikau itu Haris.
      Eh gimana caranya pake kondom buat latihan sunat ?

      • Kondomnya dimasukin ke gulungan kertas atau gulungan busa. Dipotong dikit ujungnya biar kayak preputium beneran. Suntik pangkal, trus pasang klem arah jam sana sini, gunting, potong sirkuler skip skip skip. Yah FK kami memang agak kekurangan…

    • Bisa bisa meningkat lagi sekarang ini, sebab belon ada survey baru lagi. Jakarta dan Yogya biasanya yang menjadi tempat penelitiannya mbak Ely.

  6. sukses ketawa ketawa baca postingan yg ini hihihi. aku setuju banget sama komentar kamu kalo target nya untuk karet ini adalak wanita nya. wanita jgn dianggep remeh kalo wanita nya ga mau ya bubar pesta nya toh? nah, klo berani berbuat ya harus mau bertanggung jawab ya itu dengan kondominium ini. aku heran deh di indonesia tuh orang malu malu (in); ya bahas ttg ini lah yg beli kondom lah tp kalo liat fakta nya berapa ribu orang tuh MBA, atau kena herpes/sifilis/dkk. Mind set nya musti diubah! apalagi di belanda masuk koran pula kalo penderita AIDS di indo semakin bertambah angka nya, di sektor remaja! tuh masih ga mau pake kondom? atau kalo mau pake sistem orang sana, pergi ke surau sana belajar agama lbh dalam #sewot

    • Kalo menurut daku, jika hasrat sudah sampai di ubun ubun, agama nggak diingat lagi, buktinya sudah banyak, so pendidikan seks tentang pemakaian kondom ini sangat penting sebagai gawang kedua setelah gawang agama jebol.

      • aku juga setuju mas eh pak dukun..*akrab bgt deh* tp kan kalo di indo sana apa2 yg berhubungan dengan nafsu (dan yg lain juga) pasti dikaitkan dengan pendidikan agama yg kurang lah dll. makanya komen ku td begitchuw..

  7. Sekali waktu ada seorang pasien emak emak, bercerita bahwa doi memaksa menempatkan beberapa buah kondominuium ke dalam dompet anaknya yang masih SMA. <—- MAMANYA INISIATIF 😆

    Kondom sih menurut saya penting ya dok, yang pake kondom aja bisa bocor apalagi kalo ga pake~ Resikonya gede banget sementara anak2 remaja belum tentu paham konsekuensi & tanggung jawabnya.

    Di kampus saya banyak tuh mahasiswa/i yang bunuh diri karena dia/pasangannya hamil, gatau gimana mau nanggung "beban"-nya, menurut mereka solusinya cuma aborsi atau bunuh diri. Kasian~

    • Sebenarnya kl pas dipakai ketauan terlanjur bocor tinggal segera ke dokter untuk minta obat pencegah kehamilan, masalah selesai kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s