Mau Punya anak Genius ? Gampang, Begini Caranya !.

Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan kepada daku jika ada seorang perempuan dihamili secara baik baik oleh seorang lelaki…

“Dok, Ai baru hamil nih, enaknya bayi dikandunganku dikasih denger lagu klasik nya Mozart atau Brahms atau Beethoven  yah ? ” Cintha.
“Emang kenapa Cin ? ” daku.
“Biar anakku ntar genius dong kayak Einstein .!!” Cintha dengan bercemangat.
“Emang kata siapa musik bisa biking bayi dikau jadi jenius ntar ?”
“Kata penelitian, katanya para ahli demikian .” Cintha.

Ladies, please focus dengan bayinya, dan jangan terpancing untuk berdebat dengan daku frase kata “dihamili secara baik baik” ya…ha.ha.ha..

Sejak kapan “kegilaan” para orang tua ini di mulai ?

Daku rasa ini semua bermula dari pertanyaan iseng para ahli tentang  “Does Music Affect Plant Growth ?”

Mulailah para ahli mendesain penelitian membandingkan pertumbuhan tanaman menggunakan musik Klasik dan Music Rock.
Kesimpulannya adalah musik Klasik biking tanaman tumbuh lebih baikdibanding dengan musik Rock.,mantap.

Tapi kenapa pulak nggak bandingkan musik Klasik dengan musik Dangdut India acha acha acha ?
Daku yakin musik Indiahe bisa biking tanaman  lebih subur dan fenomenal dibanding musik klasik. Serously!

Jika musik klasik bisa membuat tanaman lebih cepat, daku percaya musik Bollywood bisa membuat tanaman padi akan tumbuh istimewa membelit tiang listrik yang ada di dekatnya, seperti aktris di pilem Bollywood kalo nemu tiang lalu menari membelit tiangnya.ha.ha.ha..

Nah, kemudian entah siapa yang memulai kemudian muncul lagi penelitian ” Does Music Affect Bayi’s IQ in Kandungan ? “

Belon kelar ‘para ahli” berbaku kata soal akan hasil penelitiannya,  ada yang bilang iya, ada yang bilang enggak, tau tau emaks sedunia udah panik memilih  Beethoven or Brahms, Vivaldi, Tchaikovsky, Mozart buat diperdengarkan kepada bayi di dalam kandungannya.

Para emaks selalu berharap  sang anak yang lahir nanti setidaknya mendekati kecemerlangan Albert Einstein..he.he.he..

Suatu pagi yang cerah di dalam pertemuan orang tua murid SD disekolahan anak daku, seorang orang tua murid yang juga seorang motivator yang cukup terkenal di saat ini diundang kedepan oleh kepala sekolah untuk memberikan sebuah renungan pendek yang powerful bagi para orang tua lainya.

Doi membuka ceramahnya yang inspiratif dengan pertanyaan yang sangat menyentuh hati nur’aini para orang tua yang hadir memenuhi aula ”  Apakah ibu bapak sekalian tau mengapa begitu banyak orang Israel yang berada di deretan penerima Nobel di dunia ini ??!!”

Sudah pada tau dong ya, Albert Einstein itu jewish.

Biar lebih jelas daku kutipkan statistiknya dari Wikipedia yah :

Nobel Prizes have been awarded to over 850 individuals, of whom at least
20% were Jews, although Jews comprise less than 0.2% of the world’s
population,(or 1 in every 500 people).

Overall, Jews have won a total of  41% of all the Nobel Prizes in economics,
28% of medicine, 26% of Physics,  19% of Chemistry, 13% of Literature and 9%
of all Peace awards.

Luar biasa bukan ? Itu belon temasuk yang “came very close” alias yang nyaris menerima Nobel lho ya.

Konon inilah kebiasaan seorang emak Israel kalo hamil menurut sang motivator :

“Bila seorang Yahudi Hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik.

Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika…..”

Sangat simple kan ? 
Apalagi ini jaman globalisasi, kompetisi sangat berat, sehingga anak kudu pinter or jenius barulah bisa survive, Right?

Buat emak nggak becus nyanyi atau main piano, nggak demen baca buku filsafat tapi blog daku eh..ha.ha.ha., apalagi baca buku matematika, jika berkenan daku rekomendasikan buku 1000 Tafsir Mimpi  yang sangat fenomenal untuk meningkatkan kemampuan math..ha.ha.ha.

1000 Tafsir Mimpi adalah buku wajib para penjudi togel alias toto gelap yang sudah terjual jutaan buku dan tak bisa diungkapkan berapa kali cetakan ulang di jaman judi dilegalkan oleh pemerintah.  Buat yang kuper nggak tau buku ini , mariiii :  🙂 🙂 🙂

So apa ruginya dicoba setelin musik doangan, palingan sial nggak ada hasil, yang penting sudah usaha.
Tapi perasaan daku setelin musik buat bayi dalam kandungan nggak ada di list  Dr Stephen diatas deh yah ?..ha.ha.ha..

Tentu dikau semua sudah tau dong ya kalo bayi  didalam kandungan emaknya terendam di air ketuban yang jumlahnya banyak sehingga tahan goncangan hebats dan  kedap suara.
Selain ditambah lagi lapisan dinding perut emaknya yang berlemak, otot dan jaringan lainnya.

Dan kita semua tau bahwa air adalah pengantar suara yang buruk kecuali air-nya orang bule, maksud daku “air in english” yang artinya udara..ha.ha.ha.

Pernah nggak dikau sekalian berenang di sweeming pool yang berisik menyetel lagu disko seperti jaman daku kecil dulu di Quntien.

Nggak pernah ?

Gini aja deh, coba dikau setel lagu di samping  bath tab lalu celup kepala dikau kedalam airnya..
Ehm nggak punya bath tub ?
Dah gini aja, setel lagu yang kenceng pake hape kesayangan lalu tempelkan ke ember yang berisi penuh plus kepala dikau tercelup didalamnya..hi.hi.hi..

Apa suaranya bisa kedengaran dengan jelas ?

Air ketuban itu lebih kental dan menjadi isolator yang kuat, sehingga gelombang suara tak bisa dihantar dengan baik.

Jadi emang sudah didesain oleh Tuhan  supaya si babi eh baby  bisa bobok dan berkembang dengan tenangnya, yang doi butuhkan hanyalah mendengarkan nada rendah degub jantung teratur emaknya :)).

Lalu coba perhatikan bayi cukup bulan baru lahir, ngapain aja ?

Bobok, pipis, bobok,pub,bobok,mik susu,bobok.on and on makanya daku kurang demen bergaul dengan bayi baru lahir..ha.ha.ha.

Kalo anak prematur boboknya tentu lebih banyak lagi boboknya, apalagi jabang bayi di dalam kandungan.

Jika dikau sedang bobok terus diganggu orang setel lagu , atau bahkan ada suara berisik, apa yang bakal dikau lakukan ?.
Kalo daku sih mungkin teriak suruh matiin, kalo nggak mempan, daku lempar pake guling bantal, nggak mempan juga, daku ambil kampakin tape nya  ampe ancur sekalian. Ini cuman ilustrasi lebay 🙂

Tapi sang bebi nggak bisa apa apa kan, doi butuh banyak tidur karena itulah tahap perkembangan pematangan baby didalam perut emak.
Dan pertumbuhan otak terjadi paling cepat adalah saat tidur.
So, bobok adalah pekerjaan paling penting dan paling banyak dilakukan di dalam kandungan, seperti beruang di masa hibernasi.

Jadi apa hubungannya pengaruh musik untuk pertumbuhan tanaman dan kejeniusan bayi dalam kandungan ?

Ya nggak ada hubungannya, tumbuhanan kan cuman memanjang dan membesar doangan.
Apa ada yang bisa buktikan abis dirangsang pake musik, bunga matahari bisa ngitung angka 1-100 ?..ha.ha.ha..

Oh ya,  kayaknya motivator diatas ngutip dari terjemahan artikel  WHY ARE JEWS SO SMART? By Dr. Stephen Carr Leon yang berseliweran di internet, tapi nggak bisa ditemukan artikel asli, apakah ini sebuah artikel Hoax ? Ada yang tau ?? ( kutipan lengkapnya dikau bisa cari pake Google yah, pasti nemu, janji 🙂

“Cin,  tetep mau anak dikau pinter kayak Einstein nggak ???”
“Mau..mau mau !!! ” Cintha nan cantik.
“Dikau kawin aja suami yang pinternya kayak Einstein.”
“Suamiku pinter lho Dok.”
“Wah beruntung sekali dikau Cin, tau nggak, dulu waktu Eistein diajak kawin
sama Marlyn Monroe yang cantik dan seksi itu ditolak lho ”
“Emang kenapa ??!!”
“Kata Einstein, kuatir ntar anak yang lahir mukenya kayak Einstein begonya kayak Marlyn”

Basi !!! hua..ha.ha.

Sebenarnya nggak sulit kok mau meramalkan apakah entar anak dikau pinter, coba deh cek berapa IQ dikau sendiri , apakah dikau seHoki Forrest Gump atau seJenius Einstein ???
Buah itu jatuh nggak jauh dari gerobak nya.he.he.he.

Seandainya hasil test IQ diri sendiri tenyata  kurang begitu cemerlang, jangan berkecil hati, coba simak pengakuan seorang teman daku…

Sekali waktu doi yang dengan bangga menceritakan betapa hebats buah hatinya yang selalu juara 1 sejak SD sampai kuliah, bahkan sekarang mendapat beasiswa pulak.

Begini pencerahannya.
“You tau dong begimana aku dulu waktu kuliah , makanya aku ya bingung kok anakku bisa pinter kayak gitu ”
Maksudnya, doi dulu payah banget dan jagonya cuman nyontek..ha.ha.ha.

So donwori, dalam hidup ini selalu ada kejutan yang menyenangkan.

Albert Einstein (9)

Oh ya, 1 lagi, ada teori yang bilang paling bagus mengajar jabang bayi selagi di dalam peruts, menurut riset psikiater dan pakar perkembangan anak, Thomas R. Verny, Ph.D dan Rene van de Carr, MD, dengan bukunya “Cara
Baru Mendidik Anak Sejak dalam Kandungan”  Pre-Parenting: Nurturing Your Child from Conception .

Daku yakin ada banyak emak yang termotivasi untuk “mendidik” anaknya secepat  mungkin  supaya kelak bisa menjadi anak yang berguna bagi nusa dan  bangsa..he.he.he.

Dan yang kebagian apesnya jadi kelinci, eh anak percobaan adalah anak pertama, kalo sudah dua atau ketiga biasanya cueks habis malahan, mati gaya..ha.ha.ha..

Dan daku yakin cukup banyak suami yang menderita karena dipaksa melakukan ritual “berbicara” dengan anaknya yang masih dikandungan sang  istri sambil  mengelus ngelus perutnya yang buncit bulat indah, eh jangan sembarangan menafsirkan kata bulat yah, daku kawatir nanti dikait kaitkan dengan surat terbuka untuk ibu negara Ani yang daku hormati…ha.ha.ha.

Memang sangat rentan menjadi calon ayah lho, kita harus selalu menjaga perkataan yang indah indah untuk didengar oleh istri dan calon anak diperut emaknya.

Sekali waktu daku pernah membaca ada seseorang gadis yang punya konflik berat dengan babenya, lalu doi dibawa ke psikolog untuk  dibantu cari penyebabnya, akhirnya pake media “Uya emang Kuya” alias dihipnotis. 🙂

Konon kabarnya sang sepikolog secara briliant berhasil menggali memorinya dialam bawah sadarnya, ternyata semasa
masih dalam kandungan doi pernah mendengar babenya meminta emaknya menggugurkan dirinya, Astgamurdina !!

Daku yakin banyak emak yang sakit jantung mendengarnya.

Apakah bener bisa begitu ???

C’mon, yang bener aja, wong bayi udah lahir aja butuh waktu beberapa tahun untuk mengerti apa yang dimaksud dari perkataan ortunya, mana mungkin selagi didalam bisa ngerti ajaran budi pekerti..ha.ha.ha..

Rasanya sih sang psikolog salah gali lubang memori deh..ha.ha.ha.

Kayaknya si emak pernah berantem sama babenya dan singgung singgung soal aborsi yang gagal ini dan overheard oleh sang anak, makanya hati hati bicara seperti ini kalo sedang berantem tau tau anak kita menguping diruangan sebelah, itu menyakitkan hati si anak.

Oh ya, orang tua bule yang kreatif mencoba memetakan Baby Sign Language untuk berkomunikasi dengan anaknya yang belum bisa bicara, katanya sih sign language ini bisa dilakukan anak bayi 6 bulan keatas ya, kalo tertarik bisa mengajari anak dikau secara dini supaya doi nggak frustrasi kalo keinginannya tak terpenuhi. Rasanya orang kita sudah melakukannya sejak dulu yah, cuman nggak dipatenkan aja. 🙂

sign-langugage-300x232

Image belongs to here

Apakah daku pernah mengalaminya semua kegilaan diatas ?

Tentu saja iya, Haniswiti suka melakukan berbagai eksperimen sewaktu hamil  si triplets 16 tahun yang lalu, doi menempelkan walkman ke perutnya sekali  waktu walau daku sudah kasih tau nggak percaya.

Hasilnya ?

Percaya tidak percaya, mungkin ada sedikit efeknya, sebab salah satu dari 3 anak yang didalam kandungan emaknya yang jadi gibol, alias gila bola.

Daku mencurigai saat sedang menyetel radio doi ketiduran saat siaran langsung sepakbola dan si Koko saat itu terbangun dari tidurnya saat mendengar penyiarnya berteriak ” Golllll” dan sejak itu doi bercita cita jadi pemain sepak bola seperti Messy dan Ronaldo….ha.ha.ha.

Benernya, itu semua gara gara kartun bola Kapten Tsubasa yang ditontonnya  saban hari waktu kecil dulu.

CaptainTsubasa vol01 Cover.jpg

Jika dikau ada pengalaman yang oke soal ini tolong di syerkan disini yah.

This is my personal opinion.

** foto Albert Einstein dipinjam dari sini

Advertisements

23 responses to “Mau Punya anak Genius ? Gampang, Begini Caranya !.

  1. Ahahaha, itu heboh-heboh mozart effect dikarenakan para wartawan sains-nya cuma baca papernya setengah-setengah, ada nih berita klarifikasi dari BBC tentang kenapa sih sampai jadi ada heboh soal mozart effect itu: http://www.bbc.com/future/story/20130107-can-mozart-boost-brainpower.

    Tapi sebagai pecinta musik klasik, saya mah senang-senang saja dengan para ibu sibuk muterin mozart ke janin, paling engga enak didenger :-D.

    Pas hamil dulu yang diperhatiin sederhana aja, asupan gizi yang seimbang, istirahat cukup, sama banyak jalan. Ngga pake nempelin walkman atau ngajakin ngobrol :-D. Aturan yang aneh malah dikasih sama suami tercinta, dihimbau supaya tidak baca buku yang serem-serem isinya dan nonton film yang sedih-sedih, alasannya biar ngga stress.

    Soal kecerdasan, imo memang faktor genetik yang utama plus faktor lingkungan yang mendukung perkembangannya .

    Pak Eddy, recovered-memory therapy itu bukannya kontroversial? Psikolog bisa aja tuh nanemin memory palsu.

    • Begitulah Indes, para emaks mudah panik karena kiasu…ha.ha.ha..yang konyolnya dari penelitian tentang pengaruh musik klasik adalah :
      The second surprise is that it wasn’t conducted on children at all: it was in fact conducted with those stalwarts of psychological studies – young adult students. Only 36 students took part…ha.haha..

    • Iya, makanya daku bilang itu sepikolog salah gali lubang, ini agak keterlaluan sebenarnya.
      Oh ya daku agak heran kenapa orang nggak berpikir bahwa Mozart itu emang genius musik, makanya doi bisa menciptakan lagu klasik yang complicated, bukan sebaliknya.
      Buat daku dengeri lagu klasik terus terusan biking bete, enaknya campur rock, blues, dangdut, dan lainnya..ha.ha.ha..

  2. Daku salah satu yg gak ngikutin cara2 dengerin musik klasik supaya anaknya pinter Ed, krn daku gak doyan musik klasik, pede aja anaknya bakal pinter karena ngerasa emak bapaknya cukup pinter hehehe…

    tapi si Seno ini waktu di kandungan lucu juga, diajak nonton film Deep blue Sea kan jegur2 tuh, lonjak2 lah dia, gitu juga kalau ada suara petasan orang kawinan, maklum tinggal di lingkungan orang betawi

    • Terang aja Cho, suaranya kenceng gitu di teater, masih untung itu anak lahir gak jantungan..ha.ha.ha.. yang penting mah kita doakan anak anak tumbuh menjadi orang baik baik Cho 🙂

  3. menjadi menarik ketika menjadi semacam tren budaya, belum memahami sepenuhnya sudah percaya dan dipraktekkan.. seprti halnya kacamata capung yang [sempat] digemari wanita dari kalangan biasa hingga selebritis, padahal di negara asalnya, konon kacamata capung yg katanya biar keren tsb biasanya digunakan saat melayat.. terkesan lucu dan gagap saja..

    eh..entah ding..!

    • Yang agak lucu buat daku adalah mengapa harus tolok ukurnya musik klasik ? kenapa nggak dangdut aja, sebab terbukti Mozart efek tak lebih significant dibanding musik Dangdut 🙂

  4. mbah duuuuuk…ai miss yuuuuu… hehehehe…
    ternyata triplets udah 16 tahun aja yaa
    hmmm, dulu gak pernah cita-cita Sha jadi jenius sih
    takut emaknya ini kesaing, hahahahaha
    well, sha gak jenius sih, tapi dia sekarang terampil protes..
    pesan sponsor: follow blog aku ya, mbah duk 🙂

  5. hua ha ha…postinganmu selalu ilmiah dan kocak bikin ngakak jungkir balik, Ed. Tapi bener banget. Bener banget . Aku juga begitu tuh jaman dulu. Sama kayak emak-emak yang lain. Kaga tahu deh hasilnya… ada ngaruhnya apa nggak sih.

    • Begitulah Made, emak emak sedunia selalu berusaha melakukan yang terbaik untuk generasi penerusnya, yang penting usaha, hasilnya tergantung Tuhan 🙂

  6. Pas daku hamil, tiap hari sering dengerin musik (klasik, pop dan disco), soale kalo klasik melulu bawaannya jadi ngantuk! Nggak ada target untuk anak jadi jenius, tapi emang mendengarkan musik itu bagus buat calon bayi dan ibunya.
    Pas usia kehamilah 7 bulan, daku nonton ballet di TIM duduk deretan depan, jadi suara speaker musik ballet yg menghentak itu kedengeran keceng banget… Dan selama 90 menit pertunjukan si jabang bayi dalam perut nendang-nendaaaang terus! Hih! Pegeeeeelnya minta ampun! Eh, puji syukur setelah anaknya lahir dia seneng ballet dan main musik, nggak kayak emaknya yang seneng nonton doang tapi gak becus main musik apalagi ballet. HIhihih.i..

    • Ha..ha.ha..setidaknya dikau kan suka sama balet, nah itu anak waktu kecil di expose dengan tari balet nggak ? kalo anak cewek daku gak ada harapan bisa balet, lha babenya aja larang anaknya belajar “tari ngangkang ngangkang”, komen babenya yang kayak gini aja sudah cukup untuk merontokkan bakatnya, seandainya ada..ha.ha.ha..*babe gak tau diri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s