Maunya sih Laki laki Merasakan Sakitnya Melahirkan….

“Jika reinkarnasi itu ada dan kita boleh milih, maka daku tetap ogah lahir kembali sebagai perempuan ” daku sedang diskusi eror dengan seorang emak.
“Oh ya ? emang kenapa Dok?”
Jadi perempuan itu oke oke saja, kecuali ada 1 hal yang sucks, yakni bagian ” hamil dan melahirkan anak”…he.he.he

So, seandainya saja daku kena kutuk karma buruk karena terlalu usil selama menjadi manusia dan reinkarnasi menjadi kecoa…
Tetap saja daku akan memilih menjadi kecoa jantan ! Β πŸ™‚
Emang loh takut apa sih jadi perempuan ? eh betina ?
Hmmmmm…daku ogah disuruh bertelur…ha.ha.ha..

Bertelur, beranak, whatever istilahnya selama menyangkut proses yang sama,
itu tidak kedengarannya aduhai..ha.ha.ha.

Jadi jika daku lahir sebagai perempuan dan diharuskan menikah, maka daku akan minta perjanjian pranikah yang harus ditanda tangani oleh calon suami.
Ada clausal daku Bebas dari kewajiban melahirkan.

Begimana kalo suami menjadikan clausal ini sebagai alasan kawin lagi ?
Kita semua tau, selama ini perempuan memang selalu menjadikan anak sebagai
sandera supaya suaminya nggak kabur darinya toh ?..he.he.he.

Wel, kalo daku jadi perempuan, daku sama sekali gak keberatan doi kawin lagi
sampai 10 kali asal daku gak usah melahirkan..ha.ha.ha..

Apakah melahirkan semengerikan itu ?
Simak conversation below ini deh, antara daku dengan seoarang pasien yang ketakutan disuntik oleh daku…

“Dok, jangan sakit sakit yah suntiknya, Ai nggak tahan nih.” si emak Monti tengkurap, panik nunggu jarum dihujam ke telapak kakinya yang sedang rematik.
“Haaduhhhh…” Monti teriak heboh.
“Emang sakit mana sama beranak ???.” daku.

” Sakit inilah Dok, beranak cuman mules mules doangan kok ” Monti.

“Oh ya ?????”

Semilidetik kemudian..
“Yakin dikau nggak teriak teriak dan cakar cakar suami ?” daku senyum senyum sembari melihat ke arah suaminya yang duduk tak jauh dari situ..

“Oh bener itu dok, Ai jadi korbannya, pas mulesnya istriku histeris cakar cakar lenganku,
besokannya kayak bekas merah semua ”

Hua..ha.ha.ha…

Insomnia during pregnancy: tips and tricks

image belongs to : Here

Jaman daku sedang koskap dibagian Obgyn alias Kebidanan, ada kepercayaan, lika ada emak dalam proses beranaknya heboh banget teriak sampai teman sebangsalnya bangun semua, biasanya doi diduga berasal dari sebuah “daerah istimewa” di salah satu propinsi Indo tercinta ini..hi..hi..hi.

Eh, ini nggak ada hubungannya dengan SARA, daku hanya menyampaikan data statistik amatiran hasil observasi para bidan di rumah sakit dimana daku pernah koskap dulu. πŸ™‚

Mungkin emaks dari “daerah istimewa” itu lebih ekspresif dalam menyatakan perasaannya.
Kadang kalo lagi panik mules mulesnya si emak bakalan marah marah sama sang suami yang setia menunggu disampingnya, bahkan tak jarang kejadian juga selain dicakar cakar bajunya ditarik sampe sobek sobek sembari sumpah serapah sebagai tanda cinta kepada sang suami yang telah memberikan karunia terindah ini..hua..ha.ha..

Well, daku tak percaya data statistik kampungan itu sampai daku berkesempatan mengalaminya secara pribadi pada suatu ketika..

Saat crusial seperti ini sangat tepat bagi dukun muda berbudi luhur untuk belajar menenangkan batin emak yang sedang bete berjuang melawan maut menunaikan kewajiban demi kelestarian umat manusia.hi..hi..hi

“Sabar bu, sabarrrrrrr….mau jadi orang tua emang berat” daku yang bermodalkan adegan sinetron Indonesia πŸ™‚
“Sabar gimana doc, ini lagi sakit banget nih.” emak nambah emosi dan histeris.

Wadoh, daku kehabisan kata kata, ternyata semua jurus elmu psikologi yang daku pelajari tak bermanpaat dalam situasi kalap begini, mending minggir ah….

“Coass, sini.” Bidan senior memberi tanda ke daku untuk mendekat.
“Sini, Mbak tunjukin caranya menenangkan emak yang histeris.” Mbak Bidan.

“Buk, ingat waktu bikingnya buk, jangan teriak teriak gini, malu..” ** Mbak bidan dengan suara lantang tenang persuasif.

?????

Ajaib, tak berapa second kemudian si emak mengecil suara erangannya, tak terdengar teriakan, yang ada rintihan doangan.

*Daku TERSEPONA*

** Terjemahan : maksud dari kalimat pendek nan mulia ini supaya para emak yang esmosi itu bisa mengingat masa masa bahagia dimana doi sedang terlibat dalam proses penciptaan manusia baru di bumi ini.hua..ha.ha.ha..

Bukankah itu yang selalu dilakukan oleh seorang emak jika sedang bete sama suaminya, doi selalu mengingat masa masa indah pacaran dulu.

Memang sesama emak saling mengerti perasaan terdalam dari sanubarinya.hua..ha.ha.

*Amazing !*

Suatu ketika daku menceritakan lelucon ngeri ngeri sedap ini kepada seorang emak yang datang berobat belum lama ini….
“Hmmm tau nggak Dok, gara gara daku bilang kayak gitu sama adikku yang sedang teriak teriak kesakitan mau melahirkan ‘Dek jangan teriak teriak gini malu ah ingat waktu bikinnya’ , eh udahannya daku dimusuhin sampe lama nggak mau omong sama Ai lho, Kakaknya ”

Kok bisa ?

“Iya, beberapa bulan kemudian baru baikan lagi, kata adikku ” Kakak sih keterlaluan orang udah kesakitan masak ngomong begitu”…ha.ha.ha…

So, butuh otoritas yang tinggi jika ingin menggunakan teknik ini ya prens, akibatnya bisa gawat terutama jika dikau seorang suami yang sedang menunggui istrinda sedang beranak, salah salah dikau end up di unit ICU sesudahnya…ha..ha..ha..

Sekali waktu daku sedang membantu melahirkan seorang emak yang akan melahirkan anak ke 3 nya.

Walau sedang mules, doi masih bisa becandaan dengan daku.
Maka dakupun muncul isengnya..
“Hm,bentar lagi juga teriak teriak nih Buk.” daku

“Nggak akan, taruhan yok Dok” emak.
Eh, bener selama persalinan, walau doi bercucuran keringat dan air mata tak sekalipun daku mendengar doi bersumpah serapah maupun teriak teriak menyebut nama suaminya dengan “penuh cinta”.he.he.he
“Bener kan Dok ??!!” emak, “kata mamiku pantang melahirkan teriak teriak,
biking malu aja ” sambungnya.
Well, daku hanya bisa mengangguk angguk saja menerima kekalahan .he.he.he..

Soal teriak beteriak ini kadang sulit diprediksi.

Actually memang ada emak emak yang melahirkan tidak mengalami rasa sakit yang heboh…
“Hm, itu rasanya kayak mules mules gitu aja Dok, tau tau udah keluar itu anak” emak.

Nampaknya memang ada emak emak yang beruntung, mungkin posisi anatomi tubuhnya pas banget untuk melahirkan anak sehingga sang anak keluar seperti meluncur turun dari luncuran maut di water boom saja.

Foto minjem dari siniΒ 

So daku heran kenapa ada lelaki yang kurang kerjaan mau mencoba mesin melahirkan sekedar ingin merasakan begimana sakitnya melahirkan.

Painful process: Staring with 'early labor,' a two or three on the doctor's pain scale, the simulation goes up to 'active' labor, a four in the pain scale

image belongs to : Here

Eh Boyz, melahirkan itu prosesnya sudah dimulai sejak 9 bulan 10 hari sebelumnya bukan seperti orang mules dadakan mencret mencret kayak keracunan makanan…ha.ha.ha.

Jadi badan sudah dipersiapkan menyesuaikan diri untuk proses yang complicated ini sehingga rasa sakitnya relatif nggak seheboh yang dicobakan pada mesin melahirkan itu.

Saksikan disini :Β http://www.youtube.com/watch?v=fl21j_py1rM

Daku kurang konsisten dengan omongan sendiri ?

Jadinya melahirkan itu sakit apa nggak ?

Sejujurnya daku jawab : Melahirkan itu tidak sakit !
Lho kok bisa ?

Well, itu sama juga seperti pasien bertanya kepada daku “Dok, suntik sakit nggak nih ?”
“Ya nggak dong !!”

Kok bisa ?

Tentu bisa, sebab yang menjadi Korban dalam proses suntik ini adalah dikau, sedangkan daku selaku Tersangka eh Pelaku penyuntikan tentu tak merasakan sakitnya..ha.ha.ha.

So melahirkan itu tidak sakit, sebab bukan daku yang melahirkan *kabur*

Nasihat terakhir dari daku, jangan idealis memaksa suami ikut proses persalinan apalagi memvideokannya supaya suami bisa merasakan sakitnya proses melahirkan sehingga tambah sayang dengan dikau atau sekedar doi bisa merasakan cakaran maut dikau..he.he.he.

Sebab selama dikau beranak biarpun teriak teriak gaduh, dikau tak bisa melihat proses yang berlangsung nun jauh Β dibawah sana, bayangkan saja jika suami yang innocent itu ..hi.hi.hi…menyaksikan peristiwa Nine Eleven Live itu lalu mengalami trauma psikologis seumur hidupnya lalu impotensi, siapa yang rugi nantinya ?.ha.ha.ha..

Advertisements

20 responses to “Maunya sih Laki laki Merasakan Sakitnya Melahirkan….

  1. hahahah ceritanya serem tapi kok jadi lucu hihi
    anyway aku denger cerita dari temen2 tentang melahirkan juga serem banget dan kepikiran sedih banget yah terlahir sbg perempuan hehee.. oiya aku belom nikah n belom melahirkan jd sbnrny blm pernah ngalami cerita pak dokter diatas πŸ™‚

    • Sebenarnya nggak seserem itu kok, semua kan berjalan secara natural, dan walaupun sakit ada hadiah yang lebih penting dinantikan, sang buah hati tambatan jiwa, Clarissa.
      Dan lagi pula sekarang kan bisa hipnotis, dibius, melahirkan diair, melahirkan dipohon eh salah..ha.ha.ha.

    • Yik, berhubung ini bisa berpotensi dianggap mempermalukan orang lain, daku gak berani menyebutnya disini, kalo di MP sih dengan lantang deh..ha.ha.ha.. tapi daku kasih cluenya, jika berteriaknya kencang, mungkin kalo bicara biasa suaranya juga kencang…ha.ha.ha.. tebak sendiri πŸ™‚

  2. terus terang saya masih kurang yakin sama yang namanya mesin melahirkan tersebut, krn perempuan itu udah dirancang dari sononya untuk bisa mengeluarkan bayi segede itu

    • Heri, mesin melahirkan itu fungsinya hanya menimbulkan rasa sakit yang dianggap setara dengan sakit perut melahirkan, itu saja, dan ambang rasa sakit lelaki biasanya lebih rendah emang, alias nggak tahan sakit..ha.ha.ha.

      • itu orang iseng aja bikin mesin? ini maksud biar tahu gimana sakitnya melahirkan? tetep lah beda anatomi, kasih aja rahim di perut laki.. jangan mesin.. terus bikin anak sama temen laki.. *ehhalah..

      • Hua..ha.ha..orang jaman ini kan serba instant ya gitu, merasakan sakitnya juga instant, eh maksud dikau disodomi Tin ?…ha.ha.ha..

  3. hahaha ku bisa nebak dari daerah mana ya.. tapi please pakdukun, jangan bilang indo, bilanglah yang lengkap INDONESIA gitu.. kaya ga menghargai negara kita ini.. jangan disingkatsingkat..
    emang bener tuh malu kalu teriakteriak padahal bikinnya asik ya ga pake teriak tapi rintihan.. *eh? dibahas.. paling asik emang lantang bilang ke empi karena disetting temen, dimari bisa kena kasus dah..
    btw, emaknya anak2 gimana melahirkan sih?

    • Aih dikau sensi bangets dengan kata Indo, jangan jangan itu pengaruh orang Malingsia yang suka panggil orang kita Indon disana Tin ?…he.he.he. emang kurang lega menulis dimari Tin, harus penuh dengan kalkulasi politik dan hukum…ha.ha.ha..kalo di MP kita merasa ada dikampung sendiri, kalo disini seperti masuk ke hutan belantara yang kita tak bisa duga πŸ™‚

    • He…he.he..mudah mudahan monitornya sehat sehat aja Dania, ingat ya jikalau suatu hari nanti dikau melahirkan sebaiknya sambil pake HELM aja, jadi kalo teriak teriak nggak kedengaran sama yang lain…ha.ha.hah.

  4. Hahahaha dari serem sampe ketawa2 sendiri aku bacanya. Belom pernah ngerasain proses melahirkan sih, tapi dapet cerita dari temen yg kemarin habis melahirkan justru katanya teriak waktu dalam proses persalinan itu ga disarankan karna bikin tenaga ibunya malah cepet habis ya.. Tapi memang ga kebayang sakitnya :/

    • Teorinya sih begitu ya Mar, tapi giliran ngalamin sendiri panik, semua teori hilang sudah, tau tau udah teriak teriak dan ngeden sebelon disuruh..ha.ha.ha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s