A Party to Remember : Perayaan Sweet Seventeen….

Anak Gadis menjadi pusat gravitasi dari pesta ultah 17 tahun, A Party to Remember once in a lifetime, katanya :).

Minggu malam lalu, anaks daku datang ke pesta suitsepentin yang meriah salah satu teman lelaki mereka sejak SMP yang kembar tiga bersaudara, 2 perempuan 1 lelaki.

Sudah jelas kembar yang lelaki kalah voting dong dengan kedua saudara perempuannya jika ambil suara mau pesta ultah atau tidak..he.he.he.

Kebalikannya dengan anaks daku yang juga kembar tiga alias triplets, yang lelaki walau bisa menang voting 2 – 1 memberikan privilege kepada si Kakak, anak perempuan daku yang lebih tua semenit dari kedua saudaranya untuk memilih, mau pesta ultah atau tidak.

Well, kenyataannya 2 bulan sudah berlalu dari hari Ultah, rencana pesta nampaknya tidak jadi karena si Kakak tidak begitu interest mengikuti jejak para teman temannya yang membuat pesta ultah yang heboh.

Tahun 2014 ini memang menjadi puncak pesta dari pesta ultah teman sekolah mereka, hampir setiap minggu selalu ada undangan pesta ultah temannya yang merayakan 17an.

Asik dong ya banyak undangan pesta ?
“Kata siapa Dok, pusing dan bokek Ai dibuatnya karena kudu milih hadiah ultah buat teman yang ulang tahun sepanjang tahun ini ” seorang anak ABG curhat saat datang berobat. “Uang saku Ai kan pas pas-an !!”.

Kesian juga ya, tak terpikirkan oleh daku sebelumnya…

Saat daku menceritakan hal ini kepada si triplets, jawabannya sungguh mencengangkan…
“Oh, kalo kita sih lain Pa, kado ultah teman sekolah diberikan kemudian, jadi hampir nggak ada yang datang ke pesta bawa bawa kado”

????
“Papa pasti heran ya, dulu aku aja dikasih hadiahnya 2 bulan kemudian, udah lupa aku malahan, sekarang yang penting pestanya rame ”

Hm jadi gitu yah, asik dong ya pada datang pesta tanpa beban seperti jaman dulu.
Sejak kapan ada kebiasaan yang mengagumkan ini ? katanya sih udah sejak mereka SMP.

Well, pernah sekali waktu daku membuat pesta ultah 5 tahun buat anak anak mengundang sanak famili, daku nggak bilang itu perayaan ultah dengan maksud nggak mau merepotkan mereka dengan kepusingan yang sama, bawa kado.

Eh, si Om dan Tante marah marah saat tiba begitu tau itu pesta ultah si triplets, mereka kabur lagi ke Mall mencarikan kado baru balik lagi ke rumah daku.
“Lain kali jangan kayak gini yah, kasih tau kalo ini pesta ultah anak anak,ini malahan ngerepotin namanya, mana boleh datang dengan tangan kosong ke ultah anak anak ”

Well, begitulah, niat baik daku berbuah kena omelan…ha.ha.ha..

Berhubung si Kakak cukup bagus menggambarnya, ada beberapa temannya request foto diri sebagai hadiah buat mereka, yang dengan senang hati dipenuhi demi kebahagiaan yang berulang tahun.

Itulah makna sebuah bingkisan ultah, sebuah bentuk kasih sayang dan perhatian, jangan itu menjadikan beban bagi yang memberikan maupun menerimanya.

Jadi, sepanjang tahun yang baru berlalu ini, 2014, Haniswiti wira wiri mengantar anak anak ke pesta ultah temannya, dari hotel ke hotel,dari resto ke resto.

Nyaris semua hotel terkenal dan resto numero uno di Jakarta, yang bukan dalam keadaan normal bukan milieu keluarga kami, pernah didatangin mereka sebagai tempat acara pesta 17an.

Banyak juga yang menggunakan jasa EO alias Event Organizer yang mengkhususkan diri dalam menyelenggarakan pesta suit sepentin, ratenya tergantung konsep dan kantongnya ultah..he.he.he.

So acaranya bisa dari yang biasa biasa cuman makan bareng sampai yang heboh bangets pake MC terkenal,berbaju pesta ala penganten “pake tangis tangisan kayak penganten mau pisah dari ortunya aja Pa “ Kakak.:)

Saking terbiasa dengan kehebohan seperti itu, sekali waktu mereka berdebat seru saat melihat foto seorang gadis muda bergaun longdress putih berfoto dengan seorang lelaki muda disebelahnya.

Menurut emaknya alias istri daku Haniswiti, itu pesta menikah.
“Nggak mungkin Ma, itu pesta Suitsepentin, emang pakaiannya kayak gitu kok” Lelaki muda disamping sang gadis juga di perdebatkan apakah pacarnya atau suaminya, secara pada pesta 17 th, pacar juga menjadi komoditi pejengan juga.

See, beda beda tipis kan ? kesimpulan akhirnya adalah itu memang sebuah pesta pernikahan dini…ha..ha..ha..

” Kalo jadi pesta ultah 17 nggak mau ribet ribet gitu Pa !” Kakak memberikan syarat ” Maunya, kayak acara makan bersama, bisa kongko kongko akrab dengan teman teman yang datang “.

Well, tentu saja daku setuju setuju saja dengan keinginannya.

Timbang punya timbang, si Kakak memutuskan untuk makan bersama keluarga saja, walau daku
masih memberikan kesempatan jika doi masih kepengen pesta ultah seperti teman temannya, tentu dalam versi yang sesuai dirinya.

Entah siapa yang memulai kebiasaan pesta Sweet Seventeen buat para gadis di Indo yah ?

Sepengetahuan Wikipedia daku :),

Sweet Seventeen crop

Sweet Seventeen adalah album musik studio karya Seventeen yang dirilis pada tahun 2005. 🙂

Mungkin umur  17 tahun adalah pertama kalinya berhak mendapat KTP, boleh memiliki SIM, ikut pemilu di Indo, jadi officially dianggap sudah dewasa disini ?

Padahal di negeri lain seperti Amrik dan Kanada, perayaan pesta 16 tahun alias Sweet Sixteen lah yang banyak dilakukan sebagai puncaknya.

Bahkan di negeri amerika latin Quinceañera alias Sweet Fifteen lah yang dirayakan sebagai pertanda seorang anak sudah beranjak dewasa.

Daku menduga, pada usia sekitar itulah normalnya seorang anak gadis mulai mendapat haidnya di masa itu, so mereka diperkenalkan kepada publik dan dipersiapkan untuk berkeluarga.
Sekarang sih anak perempuan bisa mens umur 9 tahun ! Bayangkan 🙂

Di kampung daku, Quntien, ada ritual Chut Hwee Heng alias “Keluar dari Taman Bunga” pada Ultah ke 15 menurut penanggalan Cina, atau tepatnya
14 tahun, karena tanggalan Cina yang selalu menambah 1 tahun umur.

So it’s Sweet Fourteen or what ?

Jadi ada anggapan sebelum berumur 15 tahun, ibaratnya anak anak sedang bermain main di taman bunga dengan riang gembira penuh kebengalan.

Setelah 15 tahun bahwa dirinya keluar dari Taman Bunga meninggalkan sifat kekanak kanakan, so setiap tingkah laku dan tindakan akan menjadi tanggung jawabnya sendiri sebagai orang dewasa.

Ritual Chut Hwee Heng alias “Keluar dari Taman Bunga” bagi yang beragama Konghucu biasa bersembahyang ke Kelenteng langganan sambil membawa sesajen berupa ayam, telur merah sejenisnya.

Kebiasaan ini masih terus berlangsung sampai sekarang, hanya saja kalo agamanya bukan Konghucu atau Budha dilakukan dirumah sendiri.

Belum lama ini, seorang keponakan perempuan yang menjalani ritual Quntien ini..

Pagi pagi doi 1.dimandikan air kembang, setelah itu  2. seharian itu tidak boleh marah marah dan 3. juga tidak boleh jatuh, jadilah anaks daku yang sedang liburan di Quntien godain sepupunya seharian itu supaya doi marah marah dan gangguin mau menjatuhkan dirinya..ha.ha.ha..

Yang paling menarik adalah 4. ritual gigit kepala sama pantat ayam yang sudah di merahkan.

 

Ingin tau alasannya ?
Kata emak daku, sebenarnya dianjurkan untuk memakan habis 1 ekor ayam yang sudah disembayangkan itu, supaya anak jadi pintar tapi kalo gak sanggup, maka disimbolisasi dengan menggigit kepala dan pantat ayam, begicu ..ha.ha.ha.

Ayam

Menurut daku jaman dulu hidup serba sederhana kalo nggak mau dibilang susah, tak setiap hari anak bisa makan ayam, jadi pada hari istimewa ini anak mendapat hak istimewa boleh memakan seekor ayam rebus ? Hm, mungkin sekarang harus diganti pake Ayam Goreng Suharti atau Ayam KFC baru yahud ! 🙂 🙂

Advertisements

22 responses to “A Party to Remember : Perayaan Sweet Seventeen….

  1. kl disini mungkin 17tahun dianggap dewasa karena khan banyak film 17thn ke atas. Boleh pacaran secara resmi bukan cinta monyet lagi ahhaa

    • Biar eksistensinya mulai diperhitungkan oleh kawan dan lawan kayaknya Welly, kemaren ada acara nama Candle light 17 orang, terdiri dari 16 teman dekat plus 1 orang terakhir bisa adek/kakak/ ortu atau PACAR. anak daku dapat angpao tuh, kesenangan..ha.ha.ha

      • Sepertinya kita beda jaman ya Well, daku masih jaman dinosaurus karena tinggalnya di kampung…ha.ha.ha.. pake acara jojing jojing jugakah ? di acara sekarang selalu ditutup dengan acara Disco Night, katanya 🙂

      • disco juga udah mulai dulu kala. jaman daku sma kalau ga disco ya dansa dinsi begitu

      • Jaman daku dulu jika ada acara disko, itu cuman ada 3 lampu warna warni dan putar lagu daku kaset udah heboh..ha.ha.ha..

  2. Iya sweet seventeen skr memang heboh2 ya. Terus masalah pilih kado itu emg rasanya susah banget deh, tiap ada yg ultah selalu bingung mau kasih apa

    • He..he.he..kemaren daku sewaktu jemput si triplets pulang dari acara, daku liat ada 2 karung kado, sangat sedikit jika mengingat yang ultah 3 orang sekaligus :).

  3. Jadi kasih kado udah nggak terlalu umum yaa di kalangan anak remaja? dulu padahal paling seneng kalo ulang tahun ya karena banyak kadonya… hehehe

    • Daku juga bingung Christa, entah ini hanya berlaku dilingkungan pertemanan si triplets saja atau berlaku secara umum ? pernah sekali diajak makan teman yang ultah rame rame tapi bayar masing masing..he.he.he.nampaknya mereka lebih senang bisa kumpul kumpul di acara luar sekolah, secara agak susah dapat kesempatan yang pas untuk itu, sibuk ujian dan dapat ijin dari ortu.he.he.he..

      • Ooooh begitu.. bayar masing2 tuh kayak budaya di luar negeri ya…, tapi kecele juga kali ya tamu nya, kirain dateng ke ulang tahun dibayarin makan eh tau nya bayar sendiri sendiri hehehe…

      • Well, mereka sudah dikasih tau duluan kok, itu sewaktu masih SMP, sedikit banyak pengaruh budaya luar pasti ada, pokoknya dibayarin ato bayar sendiri asal kumpul kumpul hepi hepi saja..ha.ha.ha. maklumlah anak ABG 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s